MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 05 November 2018 14:54
Parlementaria Banjarbaru
DPRD Banjarbaru: Sikapi Keberadaan Penyandang Tunanetra Secara Bijaksana
Nurkhalis Anshari

PROKAL.CO, BANJARBARU - Keberadaan penyandang tunanetra di Banjarbaru, menurut Sekretaris Komisi 3 DPRD Kota Banjarbaru Nurkhalis Anshari perlu disikapi dengan bijaksana oleh pemerintah. Jangan sampai, mereka dipandang sebagai orang yang tidak bisa melakukan hal-hal produktif.

"Bila ada yang berfikir mereka adalah orang-orang yang hanya mengharap belas kasih, maka itu sebuah kekeliruan cara berfikir," katanya.

Dia mengungkapkan, para penyandang disabilitas di Banjarbaru telah membuktikan bahwa mereka hanya mengalami kekurangan pada penglihatannya. Tapi dari sisi semangat, tak ubahnya seperti orang normal yang ingin berusaha keras untuk memenuhi kebutuhannya.

"Meski memiliki keterbatasan mereka tetap semangat mencari nafkah, ada yang berprofesi sebagai tukang pijat dan pengamen," ungkapnya.

Namun, seiring dengan perkembangan zaman. Usaha pijat mereka kalah dengan jasa pijat profesional dengan segala fasilitasnya. Begitu pula yang berprofesi sebagai pengamen, tidak bisa menghasilkan uang sesuai harapannya.  Lantaran dilarang beroperasi di lokasi-lokasi tertentu.

"Harusnya, Pemko Banjarbaru lebih bisa memperdayakan mereka. Agar mereka tetap bisa menjalankan profesinya," ujar Nurkhalis.

Dia menyampaikan, mengacu pada undang-undang nomor 8 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas, dalam pasal 27 dijelaskan bahwa pemerintah daerah wajib melakukan perencanaan, penyelenggaraan dan evaluasi tentang pelaksanaan penghormatan, perlindungan serta pemenuhan hak penyandang disabilitas.

Sementara dalam hal efektifitas pelaksanaan penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas, harus menyiapkan rencana induk.

"Jika kita telaah undang-undang tersebut, penyandang disabilitas ditempatkan sebagai warga negara yang punya hak dan kewajiban sama dengan warga lainnya yang normal. Agar tidak ada lagi diskriminasi terhadap penyandang disabilitas dalam berbagai aspek kehidupan," ucapnya. (ris/ema)


BACA JUGA

Minggu, 20 Januari 2019 14:22

Warga Amaco Tagih PLN Perbaikan Elektronik yang Rusak

BANJARBARU - Hampir dua pekan sudah kejadian rusaknya peralatan elektronik…

Minggu, 20 Januari 2019 14:05

Sudah Masuk DPT, Tapi Bagaimana Napi Kenali Para Caleg?

BANJARMASIN - Kampanye di dalam lapas dan rutan jelas dilarang.…

Minggu, 20 Januari 2019 13:57

Balai Jalan Khawatirkan Kondisi Jalan Pulau Pinang

BANJARMASIN - Jalan Ahmad Yani menjadi rute vital yang bakal…

Minggu, 20 Januari 2019 13:11

50 Hari Jelang Haul Guru Sekumpul, Beberapa Jalan Perlu di Tambal dan Penerangan

MARTAPURA - Menghadapi Haul ke-14 Abah Guru Sekumpul, sangat banyak…

Minggu, 20 Januari 2019 12:52

Menengok Kawasan Rumah Disabilitas Milik Pemko

Diresmikan pada April 2018, kini tempat tinggal di kawasan Rumah…

Minggu, 20 Januari 2019 12:38

Paman Birin di Anugerahi Alumni Berprestasi

Keluarga Besar SMAN 5 (Smali) Banjarmasin menganugerahkan alumni berprestasi kepada…

Minggu, 20 Januari 2019 11:40

Sungai Kemuning Bakal Diservis Penuh

BANJARBARU - Pembangunan siring di sepanjang Sungai Kemuning terus berjalan.…

Minggu, 20 Januari 2019 11:33

Pengelola Indekos Mulai Terapkan Jam Malam

BANJARBARU – Pernah mendapati pasangan belum menikah di indekos yang…

Minggu, 20 Januari 2019 11:17

Belum Genap Sebulan Bupati Banjar Kembali Rombak Kabinetnya

MARTAPURA - Tak sampai satu bulan, Bupati Banjar H Khalilurrahman…

Minggu, 20 Januari 2019 10:52

PJN Kalsel Siapkan Jalur Alternatif Untuk Warga Alalak

BANJARMASIN - Proses pembangunan Jembatan Alalak kian terlihat. Sebagian dinding…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*