MANAGED BY:
RABU
24 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 05 November 2018 18:36
"Kalau Saya Ceritakan Bakal Vulgar"

Frans Toni, Dosen ULM yang Menyelam untuk Mencari Puing Lion Air

Frans Toni dengan Tim Basarnas | Foto: dokpri

PROKAL.CO, Proses pencarian penumpang dan badan pesawat Lion Air PK-LQP terus dilakukan oleh aparat dan relawan penyelam yang datang dari berbagai provinsi. Salah satunya penyelam asal Kalsel, Frans Tony, warga Banjarbaru.

---------------------

Frans bergabung sejak dimulainya pencarian. Yakni, pada Rabu (31/10) tadi. Tergeraknya dia untuk berangkat bergabung dalam tim rescue pencarian pesawat nahas itu setelah Pengurus Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) pusat dilibatkan dalam pencarian. Dia sendiri tergabung dalam Pengprov POOSI Kalsel.

“Setelah mendapat izin dari ketua Pengprov POOSI Kalsel, Saya pun langsung berangkat ke Jakarta untuk bergabung di tim relawan penyelam POSSI,” ujar Frans kemarin yang mengaku sedang bersiap melakukan penyelaman kembali.

Menyelam bagi pria Frans tak hanya sekedar hobi. Dosen di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini tergabung di tim relawan nasional, meski baru kali ini dia dipercaya. Akan tetapi, kegiatan rescue penyelaman level lokal. Sudah digelutinya sejak masih duduk di bangku kuliah.

Tergabung sebagai relawan pada pencarian penumpang dan badan pesawat Lion Air menurutnya adalah suatu pembuktian atas kepercayaan pemerintah kepada dirinya. Bukan soal kebanggaan, namun karena jiwa sosial.

Frans mengungkapkan, menyelam di Perairan Tanjung Kerawang, Jawa Barat tempat pencarian puing pesawat, sejatinya arusnya tak berat. Begitu pula kedalamnya. Namun, yang membuat agak terhambat adalah warna air. “Arusnya normal, begitu pula kedalamannya,” sebut Frans.

Selama menyelam pada Rabu dan Kamis pekan lalu, Frans menyebut memang menemukan yang berhubungan dengan pesawat. Sayangnya, dia tak mau membeberkan secara gamblang karena tak enak untuk dipublikasi. “Kalau saya ceritakan akan vulgar. Biar satu pintu dari Basarnas saja informasi temuan,” katanya.

Begitu pula dengan salah seorang relawan penyelam yang meninggal dunia ketika melakukan penyelaman. Frans tak ingin informasi mengenai akibat meninggalnya rekan penyelam tersebut simpang siur. Dia meminta lebih baik dari satu pintu yakni Basarnas.

Yang pasti terangnya, relawan tersebut tidak tergabung atau bukan anggota relawan POSSI. “Relawan penyelam bukan POSSI saja, kami menyelam secara bergantian. Contohnya, saya setelah mencari hari Rabu dan Kamis. Hari Jumat dan Sabtu libur. Baru hari ini (Minggu) kembali dapat giliran,” terangnya.

Frans sendiri boleh dikatakan orang pertama yang mendirikan club selam di Kalsel. Dia ingat betul, pada tahun 2003 lalu, dia mendirikan club selam dengan nama Banjarbaru Diving Club. Dan pada tahun 2007, Frans juga membentuk Unit Selam ULM, yang pada unitnya terdapat Underwater Rescue.

“Saat ini saya lebih banyak bantu rekan di BPBD maupun Tagana dalam memberikan pembelajaran menyelam di dasar laut,” tandasnya.

Pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat Lion Air register PK-LQP sendiri diperpanjang tiga hari mulai hari ini (5/11). Fokus utama adalah mencari jenazah korban yang berada tak jauh dari lokasi utama puing-puing pesawat yang kecelakaan pada Senin (28/10) itu. Jenazah korban juga dicari di pantai dari Tanjung Pakis sampai Pantai Sedari, Karawang sepanjang 20,24 kilo meter. (mof/ay/ran)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 23 Juli 2019 14:41
PT Arutmin Indonesia

Bupati Tanbu Resmikan Rumah Tahfiz Arutmin

BATULICIN - Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor meresmikan rumah…

Selasa, 23 Juli 2019 14:37
Parlementaria

Legislatif-Eksekutif Sepakati KUA dan PPAS 2020

PARINGIN – Rapat paripurna ke 19 masa sidang kedua tahun…

Selasa, 23 Juli 2019 10:04

Enam Hari "Banyu Mati" di Banjarmasin, Inilah Wilayah yang Terdampak

BANJARMASIN - PDAM Bandarmasih mulai bersiaga. Memasuki kemarau, Banjarmasin kerap…

Selasa, 23 Juli 2019 09:49

Makin Bikin Betah, 'Perpus Palnam' Tuai Pujian Pengunjung

BANJARMASIN - Apa yang dilakukan SMA IT Ukhuwah Banjarmasin ini…

Selasa, 23 Juli 2019 09:19
Pemkab Tanah Bumbu

Kabupaten Layak HAM Disosialisasikan

BATULICIN - Bagian Hukum Setda mengadakan Sosialisasi Kabupaten Layak Hak…

Selasa, 23 Juli 2019 09:18

Pemkab Ramaikan Festival Banjar 2019

BATULICIN - Pemkab Tanbu menampilkan produk unggulan dari industri Usaha…

Selasa, 23 Juli 2019 09:15
Pemkab Tanah Bumbu

Bupati Membuka Harganas Tanbu

BATULICIN - Bupati Tanbu H Sudian Noor menghadiri sekaligus membuka…

Selasa, 23 Juli 2019 09:13
Pemko Banjarbaru

Fungsikan KIA Layaknya ATM

BANJARBARU - Disdik Kota Banjarbaru punya banyak rencana dengan kehadiran…

Selasa, 23 Juli 2019 09:10
Pemko Banjarbaru

Salat Subuh Berjamaah Bersama Syekh Hisyam Al-Kamil Hamid As-Syafi’i

BANJARBARU - Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Said Abdullah menghadiri dan…

Selasa, 23 Juli 2019 08:46

Kecewa Saat Bertemu Grab dan Go-Car, Driver Online: Mereka 'Enggak Nyambung'

BANJARMASIN - Buntut unjuk rasa driver online, kemarin (22/7) di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*