MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 08 November 2018 13:07
Kala Dua Penyandang Tunanetra Raih Juara Literasi Tingkat Nasional
PRESTASI: Dua penyandang tunanetra: Ikhsanul Sodikin, 17, (kiri) dan Muhammad, 20, memperlihatkan medali mereka saat menjuarai lomba literasi tingkat nasional.

PROKAL.CO, Memiliki keterbatasan, tak menghentikan dua penyandang tunanetra: Ikhsanul Sodikin, 17, dan Muhammad, 20, untuk menggapai prestasi. Mereka baru-baru tadi berhasil meraih juara dalam Festival dan Lomba Literasi Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus 2018.

=====================

SUTRISNO, Martapura

=====================

Radar Banjarmasin, Sabtu (3/11) tadi menemui dua siswa SLB A Negeri 3 Martapura tersebut di Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Fajar Harapan Kalsel, Jalan A Yani Km 37,5, Kelurahan Sungai Paring, Martapura.

Didampingi guru pembimbing mereka, Aan Setiawan, keduanya secara bergantian menceritakan pengalaman mereka saat mengikuti lomba literasi yang diikuti oleh perwakilan dari 34 provinsi di Indonesia itu.

Ikhsanul Sodikin, yang lebih dulu bercerita mengaku tidak menyangka bisa meraih juara II kategori cipta dan baca puisi dalam ajang yang digelar di Jakarta pada tanggal 27 hingga 31 Oktober tersebut. "Padahal saya baru satu bulan ini intens belajar membaca dan membuat puisi, tapi Alhamdulillah bisa juara," katanya.

Dia mengaku mulai mengenal puisi pada 2016 lalu. Ketika itu, dirinya diikutsertakan dalam lomba membaca puisi di Balai Bahasa Kalsel. "Setelah itu saya sering diajak guru ke Minggu Raya untuk mendengarkan orang-orang sedang membaca puisi," ucapnya.

Dari situ dia mulai tahu bagaimana cara membaca puisi, kemudian awal September 2018 ikut seleksi di tingkat provinsi untuk mengikuti Festival dan Lomba Literasi Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus. "Ternyata saya terpilih mewakili Kalsel dalam lomba literasi," kata pria asal Desa Tungkaran, Kabupaten Banjar ini.

Lomba literasi sendiri dimulai dengan babak penyisian. Dalam tahap itu, peserta secara bergantian diminta membaca puisi di hadapan para juri. "Saya kemudian masuk final, bersama 11 peserta lainnya. Di babak final kami diminta membuat puisi dengan tema cerita rakyat," kata Ikhsanul.

Dari tiga judul cerita rakyat yang ditentukan panitia, dia memilih kisah Timun Emas untuk materi puisinya. Juri pun tertarik dan membuat dirinya meraih juara II. "Puisi saya ketik pakai laptop pinjaman yang dilengkapi aplikasi menulis untuk tunanetra. Dengan aplikasi itu, kita akan tahu huruf apa yang kita ketik lantaran ada suaranya," ungkapnya.

Selain Ikhsanul. Muhammad juga mengaku tak menyangka berhasil mendapatkan juara III dalam Festival dan Lomba Literasi Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus kategori penulisan kreatif cerpen. Meski sebelumnya pernah juara III literasi sinopsis dalam ajang yang sama pada 2016 lalu. "Saya memang suka membaca. Kalau ada waktu senggang, suka menulis. Jadi sudah biasa merangkai kata," ucapnya.

Dalam festival literasi sendiri, dia harus menulis dua cerpen. Yaitu, di tahap penyisian dan ketika masuk fase final. "Yang masuk final 12 orang, Alhamdulillah saya terpilih jadi juara III," ujar pria berasal dari Rantau, Tapin ini.

Muhammad mengaku senang mampu meraih juara, sebab hadiah yang diterimanya dapat ditabung untuk tambahan biaya kuliah jurusan IT khusus penyandang tunanetra. "Saat ini jurusan IT tunanetra hanya ada di Banten. Saya, ingin sekali kuliah di sana," katanya.

Guru SLB A Negeri 3 Martapura Aan Setiawan mengaku mendukung semua keinginan siswanya, asalkan berada di jalur yang baik. "Kita beri semangat saja sesuai minat mereka. Lalu, dikembangkan dengan cara dipertemukan dengan ahlinya untuk menambah wawasan," ungkapnya.

Dia menambahkan, selain Ikhsanul dan Muhammad. Tahun ini, juga ada siswa lain yang berprestasi di tingkat nasional. Yaitu, Ahmad Nazimullah meraih juara II nasional catur dan Leman Abidin juara harapan I Tilawatil Quran. (ris/ay/ran)


BACA JUGA

Selasa, 15 Januari 2019 12:33

Buana Mistik, Komunitas Penguak Mitos dan Hal Gaib di Banjarbaru

Kalau kebanyakan orang takut ditemui makhluk gaib. Orang-orang di komunitas…

Sabtu, 12 Januari 2019 12:50

Linda Wahyuni, Siswi SMAN 1 Pelaihari Berhasil Lolos ke LIDA 2019

Linda Wahyuni (16), gadis asal Kota Pelaihari ini, berhasil meraih…

Sabtu, 05 Januari 2019 11:31

Lappenka, Grup Band yang Beranggotakan Penghuni Lapas Banjarbaru

Lappenka selalu tampil enerjik. Lagu-lagu all genre dibabat habis. Namun…

Rabu, 02 Januari 2019 14:01

Maskot Legenda Rakyat

Kotabaru memang sudah lama menjadikan ikan todak sebagai maskot. Todak…

Rabu, 02 Januari 2019 10:35

Menelusuri Jejak Monumen Perang Banjar

Jika Anda rajin mengulik arsip foto Banjarmasin tempo dulu di…

Senin, 31 Desember 2018 09:28

Sepi Pengunjung, Pengelola Danau Seran Tiadakan Acara Malam Tahun Baru

BANJARBARU - Masyarakat Kota Banjarbaru kali ini tidak bisa lagi…

Minggu, 30 Desember 2018 10:55

Ibnu Pre Order 300 Keping Album Kedua JEF (2)

PELUNCURAN album Gawi Manuntung dihadiri tamu spesial. Wali Kota Banjarmasin,…

Minggu, 30 Desember 2018 10:50

Album Kedua JEF Lebih Dewasa dan Kritis (1)

JEF Band meluncurkan album baru, Gawi Manuntung. Seratus persen keuntungan…

Rabu, 26 Desember 2018 13:22

Sejarah Kerukunan Beragama Dibalik Berdirinya GKE di Banjarmasin

Sebagai gereja tua di Kalimantan, Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) menyimpan…

Senin, 24 Desember 2018 10:32

Pebiola Cilik Fellycia Sita Perhatian Pengunjung Siring Pierre Tendean

Ada yang tak biasa Siring Pierre Tendean, kemarin (23/12) sore.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*