MANAGED BY:
SENIN
25 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 08 November 2018 13:07
Kala Dua Penyandang Tunanetra Raih Juara Literasi Tingkat Nasional
PRESTASI: Dua penyandang tunanetra: Ikhsanul Sodikin, 17, (kiri) dan Muhammad, 20, memperlihatkan medali mereka saat menjuarai lomba literasi tingkat nasional.

PROKAL.CO, Memiliki keterbatasan, tak menghentikan dua penyandang tunanetra: Ikhsanul Sodikin, 17, dan Muhammad, 20, untuk menggapai prestasi. Mereka baru-baru tadi berhasil meraih juara dalam Festival dan Lomba Literasi Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus 2018.

=====================

SUTRISNO, Martapura

=====================

Radar Banjarmasin, Sabtu (3/11) tadi menemui dua siswa SLB A Negeri 3 Martapura tersebut di Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Fajar Harapan Kalsel, Jalan A Yani Km 37,5, Kelurahan Sungai Paring, Martapura.

Didampingi guru pembimbing mereka, Aan Setiawan, keduanya secara bergantian menceritakan pengalaman mereka saat mengikuti lomba literasi yang diikuti oleh perwakilan dari 34 provinsi di Indonesia itu.

Ikhsanul Sodikin, yang lebih dulu bercerita mengaku tidak menyangka bisa meraih juara II kategori cipta dan baca puisi dalam ajang yang digelar di Jakarta pada tanggal 27 hingga 31 Oktober tersebut. "Padahal saya baru satu bulan ini intens belajar membaca dan membuat puisi, tapi Alhamdulillah bisa juara," katanya.

Dia mengaku mulai mengenal puisi pada 2016 lalu. Ketika itu, dirinya diikutsertakan dalam lomba membaca puisi di Balai Bahasa Kalsel. "Setelah itu saya sering diajak guru ke Minggu Raya untuk mendengarkan orang-orang sedang membaca puisi," ucapnya.

Dari situ dia mulai tahu bagaimana cara membaca puisi, kemudian awal September 2018 ikut seleksi di tingkat provinsi untuk mengikuti Festival dan Lomba Literasi Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus. "Ternyata saya terpilih mewakili Kalsel dalam lomba literasi," kata pria asal Desa Tungkaran, Kabupaten Banjar ini.

Lomba literasi sendiri dimulai dengan babak penyisian. Dalam tahap itu, peserta secara bergantian diminta membaca puisi di hadapan para juri. "Saya kemudian masuk final, bersama 11 peserta lainnya. Di babak final kami diminta membuat puisi dengan tema cerita rakyat," kata Ikhsanul.

Dari tiga judul cerita rakyat yang ditentukan panitia, dia memilih kisah Timun Emas untuk materi puisinya. Juri pun tertarik dan membuat dirinya meraih juara II. "Puisi saya ketik pakai laptop pinjaman yang dilengkapi aplikasi menulis untuk tunanetra. Dengan aplikasi itu, kita akan tahu huruf apa yang kita ketik lantaran ada suaranya," ungkapnya.

Selain Ikhsanul. Muhammad juga mengaku tak menyangka berhasil mendapatkan juara III dalam Festival dan Lomba Literasi Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus kategori penulisan kreatif cerpen. Meski sebelumnya pernah juara III literasi sinopsis dalam ajang yang sama pada 2016 lalu. "Saya memang suka membaca. Kalau ada waktu senggang, suka menulis. Jadi sudah biasa merangkai kata," ucapnya.

Dalam festival literasi sendiri, dia harus menulis dua cerpen. Yaitu, di tahap penyisian dan ketika masuk fase final. "Yang masuk final 12 orang, Alhamdulillah saya terpilih jadi juara III," ujar pria berasal dari Rantau, Tapin ini.

Muhammad mengaku senang mampu meraih juara, sebab hadiah yang diterimanya dapat ditabung untuk tambahan biaya kuliah jurusan IT khusus penyandang tunanetra. "Saat ini jurusan IT tunanetra hanya ada di Banten. Saya, ingin sekali kuliah di sana," katanya.

Guru SLB A Negeri 3 Martapura Aan Setiawan mengaku mendukung semua keinginan siswanya, asalkan berada di jalur yang baik. "Kita beri semangat saja sesuai minat mereka. Lalu, dikembangkan dengan cara dipertemukan dengan ahlinya untuk menambah wawasan," ungkapnya.

Dia menambahkan, selain Ikhsanul dan Muhammad. Tahun ini, juga ada siswa lain yang berprestasi di tingkat nasional. Yaitu, Ahmad Nazimullah meraih juara II nasional catur dan Leman Abidin juara harapan I Tilawatil Quran. (ris/ay/ran)


BACA JUGA

Jumat, 22 Maret 2019 14:50

Kala Jeruji Besi Tak Menyurutkan Niat untuk Belajar

Pendidikan adalah hak semua warga negara.  Tak terkecuali mereka yang…

Rabu, 20 Maret 2019 14:22

Kesempatan untuk Belajar Jadi Minoritas

Sulit menjawab pertanyaan siapa sebenarnya orang asli Singapura. Negara itu…

Selasa, 19 Maret 2019 15:20

Jalan 17 Ribu Langkah Sehari, Makan Nasi Lemak Tiap Hari

Selama perjalanan di Singapura bersama Chairman Kaltim Post Group (KPG)…

Senin, 18 Maret 2019 10:37

Menikmati Air Minum ‘Termahal’

Meskipun sudah berulang kali ke Singapura, jalan-jalan kali ini cukup…

Minggu, 17 Maret 2019 10:18
Aulia Aziza

Meneliti Seks dalam Bahasa Tutur Masyarakat Banjar

BANJARMASIN -- Di bawah atap rumah orang Banjar, seks adalah…

Sabtu, 16 Maret 2019 11:45

Cincin Talipuk Acil Rida di Pasar Induk Amuntai, Sering DIbawa Sampai Makkah

Cinta atau kue cincin talipuk, kue unik yang terbuat dari…

Jumat, 15 Maret 2019 10:59

Padi Raksasa Milik Aliansyah di HST

Petani Indonesia Menggugat (PIM), bukanlah nama sebuah organisasi aktivis. Ini…

Selasa, 12 Maret 2019 11:57

Ke Bukit Mangkun HST, Medan Berat Terbayar Indah Pemandangan dan Anggrek Liar

Radar Banjarmasin mengikuti para pegiat alam ke Bukit Mangkun. Inilah…

Senin, 11 Maret 2019 09:56

Masih Jomblo, Si Cantik Ini Malah Berasa Sudah Punya Anak

Priskila Dwi Utami, paling senang dipanggil Kila. Usianya 25 tahun.…

Senin, 11 Maret 2019 09:03

Ziarah Sekumpul, Ziarah Cinta

Haul Guru Sekumpul tidak mungkin pernah ada jika tak pernah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*