MANAGED BY:
SENIN
25 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 08 November 2018 13:11
Gawat, Dana Kelurahan Bisa Memangkas Dana Desa
VITAL: Jembatan di Sungai Haur Gading Hulu Sungai Utara (HSU) yang ambruk, (4/10). Dana desa bisa dipakai membenahi infrastruktur jembatan di desa-desa di Kalsel.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Wacana pemberian dana bagi kelurahan yang berlaku mulai tahun depan membuat jumlah nilai dana desa mengalami pengurangan. Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat RI sendiri sudah memberikan persetujuan dana transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) yang masuk dalam postur RAPBN Tahun 2019.

Alokasi TKDD untuk tahun 2019, nilainya sebesar Rp826,77 triliun. Dengan rincian dana transfer ke daerah sebesar Rp756,77 triliun, dan dana desa sebesar Rp70 triliun. Persetujuan itu juga untuk dana kelurahan yang nilainya sebesar Rp3 triliun.

Tahun depan, setiap desa di Kalsel, rencananya bakal menerima dana desa sekitar Rp1,4 miliar. Dengan catatan, tidak tergerus dana kelurahan yang akan digelontorkan pemerintah pada tahun 2019 mendatang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kalsel Gusti Syahyar menuturkan, jika dana kelurahan tersebut terealisasi, dipastikan jumlah dana desa yang disalurkan akan mengalami penurunan.

Sebaliknya,, jika tidak ada perubahan, setiap desa akan menerima anggaran yang lebih besar dari tahun sebelumnya. Peningkatan dana desa yang diberikan seiring meningkatnya anggaran secara nasional tahun ini yang mencapai Rp73 triliun. Tahun pertama (2015), dana desa Rp 20 triliun, berikurnya menjadi Rp 47 triliun, Rp 60 triliun dan 2018 mencapai 60 triliun.

“Kalau dana kelurahan ditetapkan, tentu akan memengaruhi nilai dana desa yang disalurkan oleh pemerintah pusat,” kata Syahyar kepada wartawan usai pembukaan rapat koordinasi (rakor) II program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa (P3MD) 2018, Selasa (6/11).

Diketahui, dana desa tahun ini untuk Kalsel sebesar Rp1,3 triliun. Jumlah tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2017 lalu, nilainya sebesar Rp1,4 triliun.

Syahyar menjelaskan, dana desa di Kalsel tahun ini dipergunakan untuk pekerjaan jalan desa sepanjang 4.112 Km. Tak hanya itu, ada 52.635 meter jembatan yang dibangun, ditambah 48 pasar, 221 tambatan perahu.

Selain itu, 1.969 sarana air bersih, 9.075 MCK, 746 PAUD, 314 Poyandu, dan 88 sarana olahraga juga dibangun dari dana ini.

Rakor ini sendiri bertujuan agar penyaluran dana desa bisa terpantau sekaligus mengevaluasi pelaksanaan sebelumnya.

“Saat ini pencairan dana desa sudah tahap yang ketiga. Selain melakukan evaluasi, juga membahas program tahun depan,” tambahnya.

Berbicara serapan dana desa tahun ini, dia mengatakan hingga bulan ini serapan sudah mencapai 80 persen.

Diyakini hingga akhir tahun nanti, akan terserap 98 persen. Dana diprioritaskan untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat setempat seperti jalan,jembatan, MCK dan sebagainya. Sisanya untuk kebutuhan usaha perekonomian masyarakat desa, sehingga mampu berdampak pada peningkatan kesejahteraan.

“Semoga dengan wacana, adanya dana kelurahan, tak berpengaruh terhadap jumlah dana desa tahun depan,” harapnya.

Dana desa yang digelontorkan pemerintah sejak tiga tahun terakhir diklaim berhasil menurunkan jumlah desa sangat tertinggal dan desa tertinggal.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Hermansyah Manap menyebut, bahwa jumlah desa sangat tertinggal di Kalsel tahun ini sebanyak 857 desa, atau turun dari jumlah semula sebanyak 1.184 desa.

“Jumlah desa tertinggal di Kalsel juga turun, dari 254 desa pada 2016, menjadi 95 desa pada tahun ini,” ujar Hermansyah. (mof/ay/ran)


BACA JUGA

Minggu, 24 Maret 2019 08:57

Siang Ini Jembatan Alalak I Ditutup

BANJARMASIN - Pengguna jalan yang kerap melintas di Jembatan Alalak…

Minggu, 24 Maret 2019 08:55

Surat Suara yang Rusak Belum Dimusnahkan

BANJARMASIN - KPU Banjarmasin bisa bernapas lega. Ribuan surat suara…

Minggu, 24 Maret 2019 08:47

KENAPA YA...? Partai Politik Tak Lagi Dilirik di Pilpres 2019

BANJARMASIN - Pembatalan kepesertaan pemilu yang menimpa empat partai politik…

Minggu, 24 Maret 2019 08:05

Jokowi Ajak Warga Kopdar dan Kampanye Akbar di Stadion 17 Mei

BANJARMASIN -- Calon presiden petahana, Joko Widodo bakal berkampanye di…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:33

Baru Maret, Banjarmasin Sudah Dapat 300 Aduan

BANJARMASIN – Persoalan infrastruktur menjadi yang tertinggi. Masuk ke aplikasi…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:24

Gerindra Banjarmasin Bantah Kabar Rencana Kampanye Prabowo di Banua

BANJARMASIN – Koordinator Wilayah Kota Banjarmasin Badan Pemenangan Partai Gerindra,…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:19

Kapolda Kalsel: Masyarakat Diteror Politik Identitas dan Hoax

BANJARMASIN - Kapolda Kalsel, Irjen Pol Yazid Fanani menyebut kebangkitan…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:12

Eh, Kok Bisa Empat Parpol ini Dicoret KPU?

BANJARMASIN - Gara-gara tidak menyerahkan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK),…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:03

Satu Bangunan Ganggu Pembangunan Jembatan Alalak

BANJARMASIN - Pekerjaan Jembatan Alalak I sementara hanya dapat dilakukan…

Sabtu, 23 Maret 2019 09:55

Sosialisasi Pemilu Melalui Musik

BANJARMASIN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalsel gelar Lomba…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*