MANAGED BY:
SELASA
20 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 09 November 2018 08:35
Kisah Pengrajin Arang Asal Banjarbaru Ciptakan Alat Musik dari Arang
KREASI: Narwanto menunjukkan hasil kreativitasnya dari arang yang disulapnya menjadi alat musik mirip gamelan saat ditemui di kediamannya di Jalan Sidomulyo Raya Landasan Ulin Banjarbaru pada Rabu (7/11) sore.

PROKAL.CO, Lima tahun bergelut sebagai pengrajin dan wirausaha arang, Narwanto berpikir harus ada yang baru dan unik dalam profesinya itu. Lahirlah alat musik dari arang yang unik mirip gamelan.

============================

MUHAMMAD RIFANI, Banjarbaru

============================

Pertama menginjakkan kaki di rumahnya di Jalan Sidomulyo Raya Landasan Ulin Banjarbaru, hawa seni kreasi langsung terasa. Dia menyulap arang menjadi hiasan. Kayu-kayu juga disulap menjadi barang antik dan menarik.

Narwanto sendiri sehari-hari memang berjualan arang merk Najune Binchotan. Arang aktif ini dijual sachetan untuk khasiat kesehatan, pembersih, dan lain-lain. Rumahnya di Landasan Ulin dipasanginya plang: Rumah Pengarang. Sekilas, tulisan itu kerap mengecoh. Tapi Narwanto sendiri memang hobi menulis selain mengarang. Dia menulis untuk mendalami profesinya sebagai pedagang arang.

Sejak 2012 belajar mengolah arang menjadi barang bernilai ekonomis, Narwanto terus mengembangkan karyanya. Terbaru, pemuda asal Bojonegoro ini mendapat ilham untuk lebih mengeksplorasi benda hitam hasil pembakaran dari kayu ini. Yakni membuatnya menjadi sebuah alat musik.

"Jadi arang itu ada dua jenis, arang hitam sama putih, nah yang putih ini dia teksturnya keras serta kalau dibenturkan mengeluarkan suara dentingan seperti baja," mulai Narwanto bercerita.

Meski ia menyebut arang putih, tapi tetap saja penampakan warnanya hitam. Narwanto menyebutnya sebagai arang putih karena kualitas dan harga jualnya yang lebih mahal.

Dari bunyi itu, Narwanto mulai terpikir memaksimalkannya. Awalnya bukan berbentuk atau dikonsep alat musik seperti sekarang. Melainkan hanya untuk menarik perhatian kala dirinya membuka lapak di acara expo dan semacamnya.

"Kalau expo karena jualan utamanya arang putih, nah agar memancing pengunjung, saya pukul-pukul arang tadi dengan ritme tertentu, ternyata berhasil, banyak orang penasaran," katanya.

Melihat temuannya ini berguna. Makin ke sini, Narwanto terus mencoba-coba mencari nada dari arang yang dibentuk stik itu.

"Berapa kali coba, sering gagal, gagalnya kebanyakan bunyi yang dihasilkan sama," tambahnya.

Karena latarbelakangnya bukan seniman musik. Narwanto mengaku sangat kesusahan soal mencari nada di setiap arangnya.

"Makanya ini hanya prototipe, nadanya juga hanya lima saja sementara, karena buta nada tadi," jujurnya.

Sadar akan kekurangannya dalam hal membaca nada, Narwanto lewat koran ini sangat berharap ada seniman terutama wilayah Banjarbaru yang mau berkolaborasi dengannya dalam pengembangan alat musik yang belum diberinya nama ini.

"Saya menaruh harapan pada alat musik dari arang ini, punya potensi, bisa saja nanti dikombinasikan dengan alat musik lain," harapnya.

Ditanya soal proses pembuatan lebih detil, Narwanto mengungkapkan pada dasarnya sama saja dengan arang putih lainnya. Yakni dibakar dengan suhu diatas 1000 derajat celcius.

Lantas bagaimana untuk bahan baku kayunya apakah berbeda? Narwanto menjawab simpel. "Malah kita pakai bahan kayu yang dianggap warga tidak begitu berguna di sini lantaran katanya mengganggu," tegasnya.

Kayu Palawan. Itulah kayu yang lebih sering digunakan Narwanto untuk mengolah arang putihnya. Alasannya karena selain lebih kuat dan solid. Nilai daur ulang dan asas pemanfaatan juga jadi alasannya memilihnya. "Daripada tidak dimanfaatkan, mending coba diolah lebih bernilai kan," ucapnya.  (ema)


BACA JUGA

Sabtu, 17 November 2018 13:52

Bawa Dua Penumpang Misterius (3)

BANJARMASIN - Sebelum Pesawat DC-8 Loftleider Icelandic yang membawa 249…

Sabtu, 17 November 2018 13:46

Mimpi Salat di Antara Mayat Dalam Masjid Nabawi (2)

BANJARMASIN - Sementara itu, KH Taberani Basri masih ingat kejadian…

Sabtu, 17 November 2018 13:35
Mengenang Tragedi Kolombo 15 November 1978

Ingat Pesawat Kusam dan Kepulangan Yang Tertunda (1)

BANJARMASIN - Tragedi jelang tengah malam di pertengahan November 1978…

Kamis, 15 November 2018 12:03

Jalan Untuk Kaum Difabel di DPRD Jatim

Hak penyandang disabilitas sekarang ini masih kurang, baik sarana maupun…

Selasa, 13 November 2018 15:04

Event Gowes Untukmu Pahlawanku Meriah dan Banyak Hadiah

WALAU Sempat diguyur hujan, Fun Gowes Untukmu Pahlawanku "Semangat Pahlawan…

Selasa, 13 November 2018 14:47

Unik, Samsat Bergerak Sapu Jagad

BANJARMASIN - Untuk meningkatkan pendapatan di sektor pajak, Badan Keuangan…

Senin, 12 November 2018 12:52
Berita Tenaga Kerja Indonesia

Hongkong Paling Banyak, Baru Arab Saudi

September tadi, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin bersama BP3TKI…

Sabtu, 10 November 2018 11:34

Mengenang Gugurnya Sembilan Syuhada 9 November 1945 di Banua

Abdul Majid, lahir sepuluh tahun setelah penyerangan 9 November 1945.…

Jumat, 09 November 2018 08:35

Kisah Pengrajin Arang Asal Banjarbaru Ciptakan Alat Musik dari Arang

Lima tahun bergelut sebagai pengrajin dan wirausaha arang, Narwanto berpikir…

Kamis, 08 November 2018 13:07

Kala Dua Penyandang Tunanetra Raih Juara Literasi Tingkat Nasional

Memiliki keterbatasan, tak menghentikan dua penyandang tunanetra: Ikhsanul Sodikin, 17,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .