MANAGED BY:
MINGGU
26 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 12 November 2018 12:52
Berita Tenaga Kerja Indonesia
Hongkong Paling Banyak, Baru Arab Saudi

Kala Hujan Emas di Negeri Orang Begitu Menggoda

Jalur resmi pengiriman TKI memang ditutup pemerintah. Tapi usaha untuk menikmati hujan emas di negeri orang tak pernah berhenti. Di Banua, pemberangkatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Timur Tengah masih marak.

PROKAL.CO, September tadi, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin bersama BP3TKI Banjarbaru mencegat keberangkatan enam calon TKI ilegal di Bandara Syamsudin Noor.

Para calon tenaga kerja yang masing-masing berinisial NA, RI, RS, SK, AM dan SMI itu menggunakan. paspor umrah untuk berangkat ke Arab Saudi.

"Mereka memohon paspor untuk umrah namun digunakan untuk bekerja secara non prosedural di Arab Saudi," kata Kasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin, Adityo Agung Nugroho, baru-baru tadi.

Dia menambahkan, karena terbukti ingin menjadi pekerja migran ilegal keenam warga yang keseluruhannya perempuan itu kemudian dipulangkan ke daerahnya masing-masing.

Petugas sendiri masih berusaha menelusuri perekrut para calon TKI yang semuanya berasal dari hulu sungai ini.

Petugas imigrasi menengarai agen yang merekrut mereka berada di Jakarta. Biasanya mereka bersedia diberangkatkan secara ilegal, karena termakan bujuk rayu dari perekrutnya. "Mereka mengiming-imingi gaji besar untuk membujuk korbannya," ucapnya.


Usaha untuk mencoba jalur tak resmi untuk bertolak menjadi pekerja migran di Arab Saudi sudah sering terjadi. Di tahun ini saja, sudah ada 51 kasus yang ditemukan.

Meski ini jumlah yang fantastis, tapi angkanya lebih rendah dibanding tahun lalu. Di 2017, ada 80 kasus keberangkatan pekerja migran ilegal.


Berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalsel, jumlah Pekerja Migran Indonesia asal Kalsel terus mengalami penurunan sejak tahun 2013 lalu.

Puncaknya pada tahun 2017 tadi, warga Banua yang mengais rezeki di negara orang sebanyak 129 orang.

Di luar dugaan, Hongkong menjadi negara yang paling banyak diminati dan dituju oleh TKI asal Kalsel pada tahun 2017. Jumlahnya sebanyak 53 orang.

Negara tujuan kedua barulah Saudi Arabia, sebanyak 43 orang diiiringi Malaysia sebanyak 10 orang dan Uni Emirat Arab 8 orang.

Meski demikian jika diakumulasi dari tahun 2011 lalu hingga tahun 2017, Saudi Arabia adalah negara yang paling banyak dituju, jumlahnya mencapai 2.624 orang diiringi Uni Emirat Arab sebanyak 308 orang, Malaysia 305 orang, Singapore 202 orang dan Taiwan sebanyak 142 orang.

Kabid PKP Disnakertrans Kalsel, Ideham mengatakan di Banua, daerah yang paling banyak menyumbang TKI adalah Kabupaten Banjar sebanyak 1.328 orang.

Di urutan kedua berasal dari Kota Banjarmasin sebanyak 925 orang dan disusul dari Kabupaten Tapin sebanyak 315 orang.

Beruntung, dari para TKI asal Kalsel yang masih berada di luar negeri tidak ada yang terancam hukuman mati. "Alhamdulillah hingga sekarang tidak ada laporan itu (hukuman mati,red)," kata Kasi Kelembagaan & Pemasyarakatan Program BP3TKI (Balai Pelayanan Penempatan & Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) Banjarbaru wilayah Kalselteng, Fatmawati ketika disambangi Radar Banjarmasin.

Dia mengakui kasus -kasus pengiriman TKI ilegal masih terus terjadi. Hal ini karena masih adanya calo-calo yang memanfaatkan celah moratorium pengiriman TKI.

Padahal kata Fatma, jalur calo menimbulkan risiko besar terhadap TKI yang bekerja di luar sana tanpa pengawasan pihaknya. "Kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kita akan kesusahan karena tidak resmi, ini yang sedang gencar kita sosialisasikan," tegasnya.

Daerah yang juga sedang "naik daun" karena banyaknya pekerja migran ilegal adalah Balangan. Berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi setempat, hampir semua kecamatan di Kabupaten Balangan ada warga yang bekerja di luar negeri secara non prosedural.


Beberapa waktu lalu, ada beberapa pekerja migran non prosedural asal Kabupaten Balangan yang keberangkatannya berhasil digagalkan oleh Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Banjarbaru.


Kepala Satgas Pencegahan PMI non Prosedural Kabupaten Balangan, Hariyono mengakui, dibentuknya Satgas ini tidak terlepas dari status Kabupaten Balangan yang merupakan salah satu kantung penyedia PMI non prosedural terbesar di Kalsel.

“Kita adalah daerah pertama di Kalsel yang membentuk Satgas ini setelah Pemprov. Tujuannya tentu supaya ke depan tidak ada lagi warga kita yang berangkat secara ilegal atau non prosedural,” ungkapnya yang juga Kepala Disnaker setempat tersebut.

Kebanyakan, kata dia, calon PMI non prosedural yang keberangkatannya berhasil digagalkan, mengaku tidak mengetahui bahwa akan diberangkatkan secara ilegal oleh para calo atau agen.

“Para calon pekerja ini diiming-imingi akan diperkerjakan sebagai pembantu rumah tangga di Arab Saudi yang merupakan tujuan favorit para PMI.

Padahal saat ini pekerjaan sebagai pembantu di luar negeri tengah dimoratorium. Fakta ini yang selalu kita sosialisasikan ke tingkat desa dan kecamatan,” terangnya.

Hingga saat ini, tercatat setidaknya ada sekitar 281 warga Balangan yang menjadi Pekerja Migran Indonesia ilegal.

Meskipun berangkat secara ilegal, namun Hariyono memastikan bahwa para pekerja migran non prosedural ini tetap dalam pengawasan mereka.

Sementara itu, Kepala BP3TKI Banjarbaru melalui Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan, Fachrizal mengakui, bahwa di setiap daerah yang merupakan kantung penyedia PMI non prosedural ada agen atau calo yang bermain.

“Sebenarnya nama-nama calo itu sudah kita kantongi. Namun yang jadi ialah kita susah untuk menangkap basah,” tukasnya. (ris/rvn/mof/why/ay/ran)


BACA JUGA

Jumat, 24 Mei 2019 09:11
Ustad Arifin Ilham, Ulama Kondang Asal Kalsel Berpulang

Ingin Dimakamkan di Gunung Sindur, Minta Dikubur Malam Jumat

Ustad Arifin Ilham berpulang semalam. Setelah sempat kritis selama satu…

Kamis, 23 Mei 2019 15:01
Mengikuti Peringatan Nuzulul Quran di Masjid Lapas Banjarbaru

Berderai Air Mata, Ratusan Napi Teringat Keluarga

Ratusan napi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Banjarbaru berkumpul.…

Kamis, 23 Mei 2019 09:48

Kisah Kerusuhan 23 Mei: Telepon Guru Sekumpul Bikin Karno Tenang

Peristiwa itu masih melekat kuat di ingatan H Karno. Pria…

Rabu, 22 Mei 2019 12:54
Berkunjung ke Eks Bangunan Rumah Sakit Paru dr H Andi Abdurrahman Noor di Batulicin

Tak Terawat, Mulai Jadi Sumber Cerita Angker

Eks bangunan rumah sakit Andi Abdurrahman Noor ini sudah tidak…

Senin, 20 Mei 2019 11:38
Tradisi Bapapai, Mandi di Malam Pertama bagi Trah Ulu Benteng

Yang Menghindari Tradisi ini Bisa Gila

Mau jadi penganten di Ulu Benteng, Batola harus siap mental.…

Minggu, 19 Mei 2019 10:22

Berbincang dengan Guru Haji Abul Hasan Desa Gadung Keramat Bakarangan

Desa Gadung Keramat Kecamatan Bakarangan dari dulu terkenal akan banyaknya…

Sabtu, 18 Mei 2019 10:54
Melihat Tradisi “Tempur Meriam” di Hulu Sungai Tengah

Rayakan dengan Dentuman untuk Pupuk Kebersamaan

Setiap Ramadan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah selalu menjadi ajang pertempuran…

Jumat, 17 Mei 2019 11:38
Berbincang dengan Nelayan Tanjung Selayar di Musim Tenggara

Jangankan Baju Baru, Buat Makan Saja Susah

Angin tenggara berembus kencang. Pondok Ahmad di tepi pantai bergetar…

Kamis, 16 Mei 2019 12:21
Ustaz Muhammad Kasim, Pengajar Alquran di Pegunungan Meratus HST

Ajarkan Alquran Sambil Memasak, Jadikan Santri Sebagai Keluarga

Tak rela menyaksikan sebuah surau di atas pegunungan terbengkalai, Muhammad…

Rabu, 15 Mei 2019 15:41
Pengasuh Ponpes Tarbiyatul Furqan, Cetak Para Pendakwah Tangguh

Ratusan Ustaz Dikirim ke Desa Terpencil sampai Perkotaan

Tinggal sedikit pesantren yang memiliki misi untuk mencetak para dai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*