MANAGED BY:
SABTU
16 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 15 November 2018 11:43
Gagal Uji Emisi Tak Ada Sanksi, Ini Kata Wahyu Hadi Cahyono

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Puluhan kendaraan roda empat gagal melewati uji emisi. Artinya, para pemilik mobil itu ikut mencemari udara Banjarmasin. Sayang, belum ada peraturan yang menegaskan sanksi.

“Tak ada sanksi. Semestinya, uji emisi memang menjadi syarat pembaharuan STNK. Jadi ada kewajiban bagi pemilik untuk merawat kendaraannya.

Jangan menunggu polusi udara perkotaan terlanjur parah,” kata Kepala Bidang Pengawasan Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin, Wahyu Hadi Cahyono.

DLH sedang menggencarkan uji gas buang kendaraan. Kemarin (14/11) pagi, kendaraan roda empat yang melintasi Jalan Anang Adenansi, Banjarmasin Tengah, dicegat untuk pengujian di lapangan samping Taman Kamboja.

Sebelumnya, Selasa (13/11), uji emisi digelar di Jalan Hasan Basry, Banjarmasin Utara. Hari ini (15/11) merupakan uji emisi terakhir di Jalan Ahmad Yani kilometer enam. DLH menargetkan, selama tiga hari ada 1.500 kendaraan yang diuji.

Hasil sementara untuk dua hari terakhir, dari seribu mobil, 18 kendaraan berbahan bakar bensin dinyatakan tidak lulus uji emisi. Sedangkan untuk kendaraan berbahan bakar solar, 45 unit dinyatakan tidak lulus.

Ambang batas uji emisi mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 5 Tahun 2006. Untuk kendaraan berbahan bakar bensin, produksi dibawah tahun 2007, ditetapkan 1.200 PPM untuk hidrokarbon (HC) dan 4,5 persen untuk karbonmonoksida (CO).

Lalu produksi diatas tahun 2007, ambang batasnya lebih ketat. Yakni 200 PPM untuk HC dan 1.5 persen untuk CO.

Kemudian, ambang batas untuk kendaraan berbahan bakar solar, produksi dibawah tahun 2010, ditetapkan opasitas 70 persen. Sedangkan kendaraan keluaran di atas tahun 2010 ditetapkan opasitas 40 persen.

“Yang tidak lulus uji emisi ini kebanyakan jenis angkutan barang. Seperti pikap dan truk,” tukasnya.

Bagi kendaraan yang lolos uji emisi, pada pelat nomornya diberi tanda stiker khusus. Sementara yang gagal melewatinya, diimbau untuk lekas menyervis kendaraannya ke bengkel.

“Jadi uji emisi kali ini memang lebih untuk kepentingan data. Untuk mengukur sejauh mana pencemaran udara dari sumber bergerak. Data ini juga berguna untuk penilaian Adipura nanti,” terang Wahyu.

Sedangkan untuk potensi pencemaran udara dari sumber tidak bergerak, seperti pabrik, genset atau incinerator, DLH mengklaim sudah rutin mengecek gas buangnya. Minimal dua kali dalam setahun.

“Nah, untuk kendaraan roda dua, DLH rutin berkeliling setiap bulan. Membuka uji emisi di kantor-kantor pemerintahan, sekolah dan kampus, puskesmas dan tempat keramaian lainnya,” tambahnya.

Lalu, bagaimana kondisi udara perkotaan sekarang? Wahyu menegaskan udara di Banjarmasin masih aman untuk dihirup. “Walaupun pada beberapa momen, ya, tercemar cukup parah. Misal pas kemarau saat ramai terjadi kebakaran lahan,” pungkasnya.

Dalam uji emisi ini, DLH dibantu oleh Polresta Banjarmasin dan Dinas Perhubungan Banjarmasin. Guna menyetop kendaraan yang melintas di depan lokasi pengujian. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Jumat, 15 Februari 2019 15:17

Sudah 29 Kotak Suara Ditemukan Rusak Dalam Proses Perakitan

MARABAHAN - Dijaga pihak kepolisian, Proses perakitan kotak suara terus…

Jumat, 15 Februari 2019 15:13

Salut!! Tradisi Bahalarat Masih Eksis di Ulu Benteng

MARABAHAN - Memasuki musim tanam, Warga Ulu Benteng, Kecamatan Marabahan…

Jumat, 15 Februari 2019 14:32

Tak Main-main, Pengkot PTMSI Tunjuk Pelatih dari Binpres

BANJARMASIN – Pengurus Kota Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (Pengkot…

Jumat, 15 Februari 2019 11:48

TAK DIBAYAR..! Ini Ternyata Motivasi Petugas Haul Abah Guru Sekumpul

MARTAPURA – Haul Ke-14 Abah Guru Sekumpul digelar 9-10 Maret…

Jumat, 15 Februari 2019 11:46

BANUA PEDIA: Kambang Sarai, Kerajinan Spesialis Acil Kampung Kembang

MARTAPURA – Ada istilah kambang barenteng dan kambang sarai. Keduanya…

Jumat, 15 Februari 2019 11:44

BANUA PEDIA: Legenda Nini Randa, Nenek Moyang Parentengan Kampung Bunga Bincau

MARTAPURA – Sebagian besar bunga yang dijajakan di pasar, sekitar…

Jumat, 15 Februari 2019 11:41

Kapolda Kalsel Terjun ke Lapangan Pantau Logistk Pemilu 2019

BANJARMASIN - Kiriman surat suara pertama tiba di Pelabuhan Trisakti,…

Jumat, 15 Februari 2019 11:39

Berikut Desa Pengasil Kembang di Kabupaten Banjar

MARTAPURA – Sentra kembang Kabupaten Banjar sering disebut kampung kembang.…

Jumat, 15 Februari 2019 11:33

Kecewa Berat, Caleg Sebut Bawaslu Tebang Pilih Dalam Menindak

Baliho milik Partai Nasdem diturunkan di Amuntai. Semua pihak bersuara,…

Jumat, 15 Februari 2019 11:12

BANUA PEDIA: Mengenal Istilah Kambang Barenteng Khas Martapura

MARTAPURA – Kabupaten Banjar punya Kampung Kembang. Dari situ mengemuka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*