MANAGED BY:
SABTU
16 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 17 November 2018 10:57
Sempat Kesulitan Cari Sirap untuk Mes L
PASANG ATAP: Para pekerja mulai memasang atap sirap mes L. Kontraktor harus membeli sirap ke Kaltim, setelah sebelumnya sempat kesulitan mendapatkannya. (FOTO: SUTRISNO)

PROKAL.CO, BANJARBARU - Proyek perbaikan mes L sudah berjalan selama satu bulan lebih. Saat ini bentuk bangunan yang terletak di pertigaan Jalan Garuda dan Jalan Merpati, Kelurahan Komet tersebut mulai terlihat. Karena pekerjaan sudah mencapai 50 persen lebih.

Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani mengatakan, proyek rekonstruksi mes L ditargetkan rampung pada akhir bulan ini. Dengan begitu, masyarakat dapat segera memanfaatkannya.

"Ini pekerjaan yang sangat penting, karena mes L punya cerita tentang perjalanan perkembangan Kota Banjarbaru," katanya.

Meski begitu, dia menyebut pembangunan mes L sempat mengalami kendala. Akibat, sulitnya mencari atap sirap. "Kami ingin mes L kembali ke bentuk semula. Dulu atap sirap, jadi sekarang juga harus sirap. Ternyata mencarinya cukup sulit," ucapnya.

Usai mencari ke mana-mana, akhirnya kontraktor berhasil mendapatkan atap sirap di daerah Kalimantan Timur. "Jika mes L nanti rampung, maka ruang publik di Banjarbaru bakal bertambah.

Dengan begitu masyarakat akan semakin berbahagia, sehingga karakternya terbentuk," ujar orang nomor satu di Banjarbaru ini.

Mes L sendiri dibangun dengan dua tahapan. Tahap pertama yaitu pada tahun ini, hanya dilaksanakan rekonstruksi bangunan. Sementara, tahap kedua di tahun depan proyek penambahan fasilitas.

Nadjmi mengungkapkan, salah satu fasilitas yang akan disediakan ialah panggung untuk kegiatan kesenian. Sehingga, barak peninggalan pekerja Uni Soviet (sekarang Rusia) itu nantinya dapat dijadikan tempat kongkow seniman dan budayawan sebagai alternatif dari Minggu Raya.

Bangunan dikenal angker itu sendiri disebut mes L, karena membentuk huruf L. Mes L dibangun tak lama setelah kemerdekaan Indonesia. (ris/al/ram)


BACA JUGA

Jumat, 15 Februari 2019 15:17

Sudah 29 Kotak Suara Ditemukan Rusak Dalam Proses Perakitan

MARABAHAN - Dijaga pihak kepolisian, Proses perakitan kotak suara terus…

Jumat, 15 Februari 2019 15:13

Salut!! Tradisi Bahalarat Masih Eksis di Ulu Benteng

MARABAHAN - Memasuki musim tanam, Warga Ulu Benteng, Kecamatan Marabahan…

Jumat, 15 Februari 2019 14:32

Tak Main-main, Pengkot PTMSI Tunjuk Pelatih dari Binpres

BANJARMASIN – Pengurus Kota Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (Pengkot…

Jumat, 15 Februari 2019 11:48

TAK DIBAYAR..! Ini Ternyata Motivasi Petugas Haul Abah Guru Sekumpul

MARTAPURA – Haul Ke-14 Abah Guru Sekumpul digelar 9-10 Maret…

Jumat, 15 Februari 2019 11:46

BANUA PEDIA: Kambang Sarai, Kerajinan Spesialis Acil Kampung Kembang

MARTAPURA – Ada istilah kambang barenteng dan kambang sarai. Keduanya…

Jumat, 15 Februari 2019 11:44

BANUA PEDIA: Legenda Nini Randa, Nenek Moyang Parentengan Kampung Bunga Bincau

MARTAPURA – Sebagian besar bunga yang dijajakan di pasar, sekitar…

Jumat, 15 Februari 2019 11:41

Kapolda Kalsel Terjun ke Lapangan Pantau Logistk Pemilu 2019

BANJARMASIN - Kiriman surat suara pertama tiba di Pelabuhan Trisakti,…

Jumat, 15 Februari 2019 11:39

Berikut Desa Pengasil Kembang di Kabupaten Banjar

MARTAPURA – Sentra kembang Kabupaten Banjar sering disebut kampung kembang.…

Jumat, 15 Februari 2019 11:33

Kecewa Berat, Caleg Sebut Bawaslu Tebang Pilih Dalam Menindak

Baliho milik Partai Nasdem diturunkan di Amuntai. Semua pihak bersuara,…

Jumat, 15 Februari 2019 11:12

BANUA PEDIA: Mengenal Istilah Kambang Barenteng Khas Martapura

MARTAPURA – Kabupaten Banjar punya Kampung Kembang. Dari situ mengemuka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*