MANAGED BY:
RABU
19 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Sabtu, 17 November 2018 12:01
Didatangi Peziarah Dari India
SEPI: Kondisi Makam Syuhada Haji di Landasan Ulin, Banjarbaru, kemarin. Tampak sepi, tak ada seorang pun peziarah yang datang. Meski begitu, pekan lalu ada salah satu keluarga korban dari India yang datang berziarah.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Meski peristiwa Colombo sudah 40 tahun berlalu. Namun Makam Syuhada Haji di Landasan Ulin, Banjarbaru, tempat dikuburnya 174 haji korban kecelakaan pesawat DC-8 63 CF Loftleider Icelandic di Bandara Katunayake , Colombo, Sri Lanka, masih rutin diziarahi.

Rasiem selaku penjaga Makam Syuhada Haji mengatakan, walaupun peziarah sudah tak sebanyak dulu. Akan tetapi, setiap bulannya selalu ada. Apalagi, sehari sebelum Idul Fitri dan ketika memasuki bulan haji.

"Peziarah bukan hanya keluarga korban. Rombongan dari sekolah dan instansi juga kadang datang berziarah," katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Dia mengungkapkan, peziarah yang datang berasal dari sejumlah daerah. Bahkan, pekan tadi ada orang dari India yang mengaku sebagai keluarga korban datang ke makam. "Dia dari India langsung ke sini, didampingi penerjemahnya. Soalnya, dia hanya bisa berbicara bahasa India," ungkapnya.

Dari penerjemahnya itu, dia mengetahui bahwa peziarah dari India tersebut cucu salah satu korban peristiwa Colombo dari Haruyan, Hulu Sungai Tengah yang dikuburkan di Makam Syuhada Haji. "Neneknya dari Haruyan, tapi kakeknya asli India. Dia mengaku selama 40 tahun, baru kali ini berziarah," ucapnya.

Namun, meski rutin diziarahi. Kini, perayaan haul di Makam Syuhada Haji mulai jarang digelar. Padahal, dulu rutin dilaksanakan setiap bulan haji. "Sebelumnya sudah sepuluh tahun lebih tidak ada haul. Baru dua bulan yang lalu dilaksanakan lagi," ucap Rasiem.

Dia menuturkan, pelaksaan haul sendiri biasanya digelar oleh keluarga korban. Dengan dibantu dan dihadiri oleh masyarakat sekitar makam. "Sekarang, paling dua atau tiga keluarga korban yang mengkoordinir pelaksanaan haul," ujarnya.

Jarangnya acara haul di area makam dibenarkan oleh Nurmainah, salah seorang honorer Dinas Sosial Kalsel yang bertugas sebagai pengawas makam. "Kemarin, Kamis (15/11) bertepatan peristiwa Colombo juga tidak ada haul. Hanya ada dua keluarga yang berziarah ke sini," ujarnya.

Dia menuturkan, walaupun peziarah rutin datang setiap bulan. Namun, jumlahnya bisa dihitung dengan jari. "Sebulan paling satu atau dua keluarga. Yang banyak itu ketika Idul Fitri dan bulan haji, bisa puluhan orang yang berziarah," pungkasnya.

Sementara itu, ketika wartawan koran ini ke lokasi Makam Syuhada Haji tampak tak ada seorang pun peziarah yang datang. Padahal sehari sebelumnya merupakan peringatan peristiwa Colombo. (ris/by/bin)


BACA JUGA

Kamis, 24 September 2015 23:03

Ada Presiden, Pengamanan Ketat, Antre Panjang, Ratusan Jemaah Tak Bisa Salat

<p><strong>LANTARAN</strong> dihadiri oleh orang nomor satu di Indonesia pengamanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .