MANAGED BY:
SABTU
16 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 17 November 2018 12:55
Abdul Latif Mundur, Partai Pengusung Siap-siap Tentukan Wakil
MOMEN: Ketua DPRD HST H Saban Effendi saat meneken surat pengunduran diri Bupati HST H Abdul Latif disaksikan Plt Bupati HA Chairansyah (kiri), Jumat (16/11).

PROKAL.CO, BARABAI – Hening dan tampak haru, begitulah suasana ruang sidang paripurna DPRD Hulu Sungai Tengah, ketika Wakil Ketua DPRD Tajuddin membacakan surat pengunduran diri Bupati non aktif H Abdul Latif yang saat ini berada di tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat (16/11).

Dalam suratnya, Abdul Latif yang terpilih menjadi Bupati HST periode 2016-2021 ini, menyampaikan permohonan maaf kepada warga Murakata, karena tidak mampu menjalankan amanah hingga akhir masa jabatan.

Latif sendiri, dalam kasus suap proyek RSUD Damanhuri yang menjeratnya hingga ditangkap KPK pada 4 Januari 2018 lalu, akhirnya divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan pada Kamis (20/9/2018) sore di Pengadilan Tipikor Jakarta. Meskipun atas vonis tersebut, Latif mengajukan banding.

Bupati yang dikenal dengan kebijakan menolak tambang batubara di HST, mencabut izin perkebunan kelapa sawit dan melarang angkutan berat melebihi tonase di jalan utama wilayahnya, khususnya angkutan semen milik PT Conch.

Mengaku dalam suratnya, apa yang ia alami merupakan ujian dan cobaan, serta risiko sumpah janji jabatan.

Lalu ia juga mengucap terima kasih kepada para DPRD, habaib, ulama, serta aparatur pemerintah kabupaten HST dan seluruh warga Murakata, atas kerja samanya selama ia memimpin.

Latif mengaku, keputusannya untuk mundur didasari pada keinginan untuk menjunjung supremasi hukum, juga agar tidak menghambat roda pemerintahan di HST yang selama ini dijalankan oleh Plt Bupati, yakni Wakil Bupati Chairansyah.

Sementara itu, Ketua DPRD HST H Saban Effendi menyebut, dewan menerima pengunduran diri tersebut. "Kami membuatkan surat persetujuan atas pengunduran diri tersebut.

Lalu kemudian akan diproses melalui sekretariat DPRD, kemudian disampaikan ke Pemprov Kalsel, ke Gubernur H Sahbirin Noor," kata Saban Effendi.

Di sisi lain, setelah pengunduran Abdul Latif ini, nantinya Wakil Bupati akan naik menjadi bupati. Sementara kursi kosong yang ditinggal Wabup menjadi hak dari partai pengusung pasangan Abdul Latif-Chairiansyah pada Pilkada 2015 lalu, yakni Gerindra, PBB dan PKS.

Beberapa nama pun disebut, tapi hanya satu yang sepertinya mendapat lampu hijau dari salah satu partai pengusung. Yakni Muhammad Sampurna, kader PBB yang saat ini duduk di DPRD. Menariknya, suara dukungan itu muncul bukan dari partainya sendiri, melainkan dari PKS.

"Kita tidak mempermasalahkan Sampurna bukan dari kader PKS, yang terpenting mempunyai visi-misi yang sama dalam memajukan HST," kata Faqih usai mengikuti rapat paripurna pengunduran diri H Abdul Latif di Gedung DPRD HST.

Tetapi ketika ditanyakan kepada Ketua DPC PBB HST Abu Permadi, ia mengaku partainya belum menentukan sikap. "Masih perlu berkoordinasi dengan para pimpinan partai pengusung lainnya," katanya.

Ia justru menyebut, ada nama yang diajukan oleh DPP PBB untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan. “Tapi hasilnya secara resmi belum bisa dipegang kuat,” tambahnya, seraya menghindar untuk menyebut siapa nama tersebut.

Lalu bagaimana dengan Gerindra? "Secara partai memang Gerindra belum menentukan sikap siapa calon yang diusulkan. Tapi Ketua DPC Gerindra HST H Rahmadi saat ini fokus pada dirinya sebagai Caleg," kata anggota DPRD HST dari Fraksi Partai Gerindra Salpia Riduan.

Sekilas Salpia menyebut, ada nama yang direkomendasikan dari Gerindra dan menunggu keputusan dari DPD Provinsi. (mar/by/bin)


BACA JUGA

Jumat, 15 Februari 2019 15:17

Sudah 29 Kotak Suara Ditemukan Rusak Dalam Proses Perakitan

MARABAHAN - Dijaga pihak kepolisian, Proses perakitan kotak suara terus…

Jumat, 15 Februari 2019 15:13

Salut!! Tradisi Bahalarat Masih Eksis di Ulu Benteng

MARABAHAN - Memasuki musim tanam, Warga Ulu Benteng, Kecamatan Marabahan…

Jumat, 15 Februari 2019 14:32

Tak Main-main, Pengkot PTMSI Tunjuk Pelatih dari Binpres

BANJARMASIN – Pengurus Kota Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (Pengkot…

Jumat, 15 Februari 2019 11:48

TAK DIBAYAR..! Ini Ternyata Motivasi Petugas Haul Abah Guru Sekumpul

MARTAPURA – Haul Ke-14 Abah Guru Sekumpul digelar 9-10 Maret…

Jumat, 15 Februari 2019 11:46

BANUA PEDIA: Kambang Sarai, Kerajinan Spesialis Acil Kampung Kembang

MARTAPURA – Ada istilah kambang barenteng dan kambang sarai. Keduanya…

Jumat, 15 Februari 2019 11:44

BANUA PEDIA: Legenda Nini Randa, Nenek Moyang Parentengan Kampung Bunga Bincau

MARTAPURA – Sebagian besar bunga yang dijajakan di pasar, sekitar…

Jumat, 15 Februari 2019 11:41

Kapolda Kalsel Terjun ke Lapangan Pantau Logistk Pemilu 2019

BANJARMASIN - Kiriman surat suara pertama tiba di Pelabuhan Trisakti,…

Jumat, 15 Februari 2019 11:39

Berikut Desa Pengasil Kembang di Kabupaten Banjar

MARTAPURA – Sentra kembang Kabupaten Banjar sering disebut kampung kembang.…

Jumat, 15 Februari 2019 11:33

Kecewa Berat, Caleg Sebut Bawaslu Tebang Pilih Dalam Menindak

Baliho milik Partai Nasdem diturunkan di Amuntai. Semua pihak bersuara,…

Jumat, 15 Februari 2019 11:12

BANUA PEDIA: Mengenal Istilah Kambang Barenteng Khas Martapura

MARTAPURA – Kabupaten Banjar punya Kampung Kembang. Dari situ mengemuka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*