MANAGED BY:
SABTU
16 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 17 November 2018 13:52
Bawa Dua Penumpang Misterius (3)

Mengenang Tragedi Kolombo 15 November 1978

Ilustrasi

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Sebelum Pesawat DC-8 Loftleider Icelandic yang membawa 249 jemaah haji asal Indonesia mengalami kecelakaan di Bandara Katunayake, Colombo, Sri Lanka, pada 15 November 1978 silam, ternyata banyak keganjilan yang dirasakan oleh para penumpang.

Kalau pasangan suami isteri yakni HM Taberani Baseri dan Hj Rasidah, mendapat firasat dari mimpi, lain lagi cerita yang dirasakan oleh HM Syahril. Siang hari, sebelum pesawat tinggal landas, HM Syahril, sedang larut membaca kitab suci Alquran ketika di dalam pesawat, ia mendengar sedikit obrolan yang kurang mengenakkan.

“Saya dengar, pesawat kelebihan dua orang penumpang. Bahkan ketika diajak berbicara, kedua penumpang juga memilih berdiam diri,” tutur Syahril, sambil membenarkan letak kopiah putihnya.

Baca Juga : Ingat Pesawat Kusam dan Kepulangan Yang Tertunda (1)

Penasaran, Syahril lantas berdiri dari kursinya. Dari kursinya, ia melihat seorang petugas menghitung jumlah penumpang pesawat. Tak hanya sekali, menurut lelaki yang mempunyai gaya bicara meledak-ledak ini juga mengisahkan, bahwa ketika ia duduk kembali ke kursi, ia sempat melihat petugas bolak-balik berkali-kali kembali menghitung jumlah penumpang.

Bahkan, ia mengaku juga sempat diminta menunjukan boarding pass yang dimilikinya.

“Tak lama setelah itu, saya sempat melihat sekilas penumpang yang dianggap misterius itu. Sepasang kakek dan nenek. Penampilannya cukup jauh berbeda dari penumpang kebanyakan.

Kalau para penumpang yang pulang rata-rata berkostum rapi, namun keduanya berpenampilan seperti orang biasa. Malah seperti orang kampung,” tuturnya.

Baca Juga : Mimpi Salat di Antara Mayat Dalam Masjid Nabawi (2)

Keanehan tak hanya sampai di situ. Menurut penuturan HM Syahril, kedua penumpang tersebut duduk di bagian belakang, dekat dengan kursi pramugari.

“Yang aneh itu, mereka duduk di lantai pesawat. Bukan di kursi. Kemudian, kalau posisi duduk penumpang ke arah depan, nah kedua orang itu duduknya mengarah ke ekor pesawat,” tuntasnya, seraya menambahkan bahwa pasca terjadinya kecelakaan pesawat bahkan sesudah kecelakaan, tak ada yang tahu siapa mereka dan bagaimana keadaannya. (mof/war/by/bin)


BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*