MANAGED BY:
SENIN
18 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 20 November 2018 11:18
Gara-Gara Salah Ketik Malah ini Yang Terjadi

Honorer Tak Henti Dilanda Cobaan

Foto : Ilustrasi

PROKAL.CO, Puluhan guru honorer gugur pada tahap administrasi PPG (Pendidikan Profesi Guru).

Mereka terancam gagal meraih sertifikasi. Penyebabnya sepele. SK (Surat Keputusan) Wali Kota Banjarmasin yang mereka kantongi “salah ketik” tahun penerbitan.

ADA sekitar 30 guru honorer dari SD dan SMP negeri di Banjarmasin yang sedang bersiap mengikuti PPG 2019.

Sebagai syarat untuk meraih sertifikasi. Tunjangan yang diidam-idamkan oleh semua guru untuk meningkatkan taraf penghasilan.

Namun, belum apa-apa, semangat mereka sudah patah. LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan) menyatakan mereka gugur pada tahap seleksi administrasi.

“Salah satu syaratnya adalah SK mengajar dari kepala daerahnya masing-masing. Berkas SK mereka ada.

Masalahnya, diterbitkan tahun 2017, tapi tertulis tahun 2018. Lantaran itulah mereka dinyatakan gugur,” kata Wakil Sekretaris IGI (Ikatan Guru Indonesia) Kalsel, Ahmad Kamaluddin.

Setahunya, SK itu diserahkan secara simbolis oleh wali kota pada tahun 2017. Tapi baru dicetak dan dibagikan belakangan pada tahun ini.

Penanggalan itu penting untuk membuktikan bahwa peserta PPG telah aktif mengajar selama dua tahun terakhir.

Kemarin (19/11) siang, Kamaluddin dan teman-temannya mendatangi Balai Kota untuk mengadu. Berharap untuk bisa bertemu wali kota. Rombongan kecil ini kemudian dialihkan lagi untuk menghadap sekretaris daerah.

“Kami sebenarnya ingin menyelesaikan masalah ini di level Dinas Pendidikan saja. Tapi kami malah disuruh mendatangi BKD (Badan Kepegawaian Daerah) dan Inspektorat,” imbuhnya.

Untuk melengkapi persyaratan mengikuti PPG, jangan dikira gampang. Seorang guru bisa menghabiskan ongkos sampai Rp500 ribu.

“Biayanya macam-macam. Untuk tes kejiwaan, tes bebas narkotika, pembuatan surat berkelakuan baik dari kepolisian, dan lain-lain,” bebernya.

Kamaluddin berharap, ada kebijakan darurat yang dikeluarkan pemko. Untuk menyelamatkan teman-teman mereka tersebut. “Kami butuh solusi yang cepat. Jadi usaha dan biaya yang telah mereka keluarkan tidak terbuang sia-sia,” tukasnya.

Namun, jika mengecek pengumuman dari LPMP tersebut, ada keterangan tambahan. Yang dicari panitia sebenarnya SK pengangkatan guru honorer daerah.

Sementara SK yang diberikan pemko untuk pembuatan NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan).

Kamaluddin kemudian membandingkan dengan nasib guru-guru honorer yang mengajar di SMA negeri.

Mereka lulus tahapan administrasi PPG karena sertifikatnya memang betul tertulis tahun 2017. "SK mereka berbeda karena diterbitkan oleh pemprov,” tutupnya.

Jika pemprov aman-aman saja, lantas mengapa pemko bisa membuat kesalahan sesepele itu? Sekdako Banjarmasin, Hamli Kursani enggan menjawab pertanyaan tersebut.

“Bagaimana saya bisa berkomentar? Melihat SK-nya saja belum. Saya akan konfirmasi dulu ke dinas terkait, masalahnya ini seperti apa,” ujarnya.

Setidaknya, Hamli memberikan jaminan yang membuat IGI agak tenang. Bahwa pemko akan mencarikan solusi atas masalah tersebut.

“Prinsipnya, pemko akan mencarikan jalan keluar. Mencari solusi yang tidak menyalahi aturan,” terangnya.

Hamli menjanjikan, dalam waktu dekat akan menggelar rapat terbatas bersama Disdik dan BKD. “Saya kasihan juga mendengar mereka dari instansi A dialihkan ke B.

Setelah mendatangi instansi B malah disuruh lagi ke C. Kesannya seperti diping-pong. Jadi biarlah saya tangani langsung,” pungkasnya. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Minggu, 17 Februari 2019 16:26

Ombudsman Desak Audit Umur Pipa PDAM

BANJARMASIN - Bocornya pipa PDAM di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi,…

Minggu, 17 Februari 2019 14:38

Mohon Bersabar, Perbaikan Pipa PDAM Bandarmasih Terhambat

BANJARMASIN -- - Perbaikan pipa milik PDAM Bandarmasih di Jalan…

Sabtu, 16 Februari 2019 20:51

Dishub Bakal Sulap Murjani Menjadi Lahan Parkir Haul Sekumpul

BANJARBARU - Pelaksanaan Haul Guru Sekumpul ke-14 paa 10 Maret…

Sabtu, 16 Februari 2019 15:41

Imbau Parkir di Murjani, Dishub Siagakan Lima Bus untuk Antar-Jemput Jamaah Haul ke Martapura 

BANJARBARU --  Lapangan Murjani Banjarbaru akan jadi alternatif pilihan lahan…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:36

Kebocoran Pipa PDAM Bandarmasih Berdampak ke 100 Ribu Pelanggan

BANJARMASIN - Warga Jalan Gubernur Syarkawi disuguhi tontonan luar biasa,…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:32

Paman Birin Berbagi Ilmu Baris-berbaris

BANJARBARU - Ada suasana berbeda usai senam bersama Aparatur Sipil…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:27

Darurat DBD, RS Sampai Kehabisan Kamar dan Stok Darah

BANJARBARU - Melonjaknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Banjarbaru,…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:19

BPJS: Kami Sudah Habis Digoreng

BANJARMASIN - Tunggakan BPJS Kesehatan di rumah sakit terus bermunculan…

Sabtu, 16 Februari 2019 09:52

Orang Tua Murid Tidak Terima Anaknya Dijambak Oknum Guru Olahraga

BANJARBARU - Dugaan sikap kasar seorang oknum guru kepada muridnya…

Sabtu, 16 Februari 2019 09:27

Kesal Jalan Belum Diperbaiki, Warga Tanam Pohon Pisang

MARTAPURA – Mungkin karena kecewa dan keburu kesal, warga Jalan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*