MANAGED BY:
RABU
19 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 20 November 2018 11:18
Gara-Gara Salah Ketik Malah ini Yang Terjadi

Honorer Tak Henti Dilanda Cobaan

Foto : Ilustrasi

PROKAL.CO, Puluhan guru honorer gugur pada tahap administrasi PPG (Pendidikan Profesi Guru).

Mereka terancam gagal meraih sertifikasi. Penyebabnya sepele. SK (Surat Keputusan) Wali Kota Banjarmasin yang mereka kantongi “salah ketik” tahun penerbitan.

ADA sekitar 30 guru honorer dari SD dan SMP negeri di Banjarmasin yang sedang bersiap mengikuti PPG 2019.

Sebagai syarat untuk meraih sertifikasi. Tunjangan yang diidam-idamkan oleh semua guru untuk meningkatkan taraf penghasilan.

Namun, belum apa-apa, semangat mereka sudah patah. LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan) menyatakan mereka gugur pada tahap seleksi administrasi.

“Salah satu syaratnya adalah SK mengajar dari kepala daerahnya masing-masing. Berkas SK mereka ada.

Masalahnya, diterbitkan tahun 2017, tapi tertulis tahun 2018. Lantaran itulah mereka dinyatakan gugur,” kata Wakil Sekretaris IGI (Ikatan Guru Indonesia) Kalsel, Ahmad Kamaluddin.

Setahunya, SK itu diserahkan secara simbolis oleh wali kota pada tahun 2017. Tapi baru dicetak dan dibagikan belakangan pada tahun ini.

Penanggalan itu penting untuk membuktikan bahwa peserta PPG telah aktif mengajar selama dua tahun terakhir.

Kemarin (19/11) siang, Kamaluddin dan teman-temannya mendatangi Balai Kota untuk mengadu. Berharap untuk bisa bertemu wali kota. Rombongan kecil ini kemudian dialihkan lagi untuk menghadap sekretaris daerah.

“Kami sebenarnya ingin menyelesaikan masalah ini di level Dinas Pendidikan saja. Tapi kami malah disuruh mendatangi BKD (Badan Kepegawaian Daerah) dan Inspektorat,” imbuhnya.

Untuk melengkapi persyaratan mengikuti PPG, jangan dikira gampang. Seorang guru bisa menghabiskan ongkos sampai Rp500 ribu.

“Biayanya macam-macam. Untuk tes kejiwaan, tes bebas narkotika, pembuatan surat berkelakuan baik dari kepolisian, dan lain-lain,” bebernya.

Kamaluddin berharap, ada kebijakan darurat yang dikeluarkan pemko. Untuk menyelamatkan teman-teman mereka tersebut. “Kami butuh solusi yang cepat. Jadi usaha dan biaya yang telah mereka keluarkan tidak terbuang sia-sia,” tukasnya.

Namun, jika mengecek pengumuman dari LPMP tersebut, ada keterangan tambahan. Yang dicari panitia sebenarnya SK pengangkatan guru honorer daerah.

Sementara SK yang diberikan pemko untuk pembuatan NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan).

Kamaluddin kemudian membandingkan dengan nasib guru-guru honorer yang mengajar di SMA negeri.

Mereka lulus tahapan administrasi PPG karena sertifikatnya memang betul tertulis tahun 2017. "SK mereka berbeda karena diterbitkan oleh pemprov,” tutupnya.

Jika pemprov aman-aman saja, lantas mengapa pemko bisa membuat kesalahan sesepele itu? Sekdako Banjarmasin, Hamli Kursani enggan menjawab pertanyaan tersebut.

“Bagaimana saya bisa berkomentar? Melihat SK-nya saja belum. Saya akan konfirmasi dulu ke dinas terkait, masalahnya ini seperti apa,” ujarnya.

Setidaknya, Hamli memberikan jaminan yang membuat IGI agak tenang. Bahwa pemko akan mencarikan solusi atas masalah tersebut.

“Prinsipnya, pemko akan mencarikan jalan keluar. Mencari solusi yang tidak menyalahi aturan,” terangnya.

Hamli menjanjikan, dalam waktu dekat akan menggelar rapat terbatas bersama Disdik dan BKD. “Saya kasihan juga mendengar mereka dari instansi A dialihkan ke B.

Setelah mendatangi instansi B malah disuruh lagi ke C. Kesannya seperti diping-pong. Jadi biarlah saya tangani langsung,” pungkasnya. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Selasa, 18 Desember 2018 13:30

Angkat Bicara, BPJS : Penyataan suciati berlebihan (2)

Kepala BPJS Kesehatan Banjarmasin Fakhriza menganggap pernyataan Direktur RSUD Ulin…

Selasa, 18 Desember 2018 13:25

Bisa Berdampak ke Pelayanan, Suciati Sebut Akumulasi Piutang BPJS Mencapai Rp72 Miliar (1)

BANJARMASIN – Angka-angka klaim kesehatan Badan Penyelengara Jaminan Sosial Kesehatan…

Selasa, 18 Desember 2018 13:16

Pemkab Tala Melunak, Pemkab Akan Lebih Bersinergi Dengan PT Perembee

PELAIHARI- Perselisihan antara PT Perintis Embee (Perembee) dan Pemkab Tanah…

Selasa, 18 Desember 2018 13:04

Menolak Direlokasi, Pedagang Pasar Bauntung Mengadu ke Ombudsman

BANJARMASIN – Persoalan relokasi pedagang Pasar Bauntung Banjarbaru tak kunjung…

Selasa, 18 Desember 2018 12:59

Hasil Panitia Angket Akhirnya Ditolak

MARTAPURA – Hak angket DPRD Banjar mencapai titik akhir. Setelah…

Selasa, 18 Desember 2018 10:40

Antisipasi Tuduhan, Pemko Banjarmasin Musnahkan 22 Ribu e-KTP

BANJARMASIN – Pemusnahan 22.807 keping e-KTP (Kartu Tanda Penduduk Elektronik)…

Selasa, 18 Desember 2018 10:23

Pembebasan Tuntas, Pemko Belum Bisa Pastikan Kapan Pembangunan Dilakukan

BANJARMASIN - Pemko telah merampungkan pembayaran ganti rugi untuk pembebasan…

Selasa, 18 Desember 2018 10:02

Untuk Pertama Kalinya, FISIP ULM Gelar Sociologi Literacy Day

Untuk pertama kalinya Sociology Literacy Day digelar di Universitas Lambung…

Selasa, 18 Desember 2018 09:51

Rawan Disalahgunakan, Disdukcapil Musnahkan Ribuan KTP

BANJARBARU - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Banjarbaru, Senin…

Selasa, 18 Desember 2018 09:47

Sambut Peluang Bisnis di Terminal Baru Bandara Syamsudin Noor

BANJARBARU - Menyambut beroperasinya Bandara Syamsudin Noor yang baru, PT…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .