MANAGED BY:
SABTU
16 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 21 November 2018 10:20
Baayun Maulid di Ikuti Nenek Usia 100 Tahun
Nastrusnicu Roxana Andrea mengikutsertakan anaknya dalam tradisi baayun maulud.

PROKAL.CO, RANTAU - Ribuan orang meramaikan Desa Banua Halat Kiri, Kabupaten Tapin, pagi kemarin (20/11). Mereka ikut ambil bagian dalam ritual adat Baayun Maulid yang selalu digelar setiap memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW itu.

Salah satu ditemui Radar Banjarmasin sedang mengayun anak di acara itu adalah Nastrusnicu Roxana Andrea. Wanita asal Rumania yang telah dinaturalisasi Indonesia membawa anaknya Al Yazdani Pratama, balita yang baru berusia satu tahun.

Roxana mengaku terkesan dengan acarai baayun maulid. "Sangat ramai pengunjungnya," ucapnya yang baru pertama kali mengikuti baayun maulid di Kabupaten Tapin.

"Kebetulan saya ingin merasakan hal berbeda dalam peringatan maulid nabi Muhammad SAW," tambahnya yang sudah menjadi mualaf semenjak menikah dengan pegulat Banjarmasin, Indra Satria Prakarsa tepatnya 14 April 2013 lalu.

Acara sendiri dimulai pukul 07.30 pagi, saat peserta mulai berdatangan untuk mengikuti baayun maulid. Namun sebelum sampai ke lokasi acara di Masjid Al-Mukarromah mereka terlebih dahulu disambut alat musik tarbang yang menggema di rumah-rumah warga yang dekat dengan masjid.

Peserta juga disambut warung-warung yang dibangun masyarakat dan ratusan pedagang kaki lima dadakan yang berjejer di sekitar lokasi untuk berjualan.

"Setelah selesai melantunkan syair nabi di rumah, lalu mereka secara bersama-sama ke masjid untuk mengikuti prosesi baayun maulid," ucap Ketua Panitia Abdul Halim.

Meski ini adalah tradisi turun-temurun, namun ada satu tradisi yang sekarang tidak dilakukan lagi. Yaitu kebiasaan masyarakat membawa nasi ke masjid untuk dibagikan.

"Ini sudah tidak dilakukan lagi, karena akses ke masjid lumayan sulit untuk membawa nasi, akibat banyaknya peserta," jelasnya. Namun walaupun masyarakat tidak bisa membawa nasi lagi ke Masjid, mereka tetap mempersilahkan tamu yang mengikuti baayun maulid untuk dijamu di rumah.

Adapun peserta yang datang baik yang mengikuti baayun maulid ataupun sekadar untuk melihat, diperkirakan mencapai 15.000 sampai 20.000 orang.

"Bisa dibayangkan yang mengikuti baayun saja 4.991 orang, kalau masing-masing orang membawa tiga sampai lima orang, mustahil angka segitu tidak tercapai," jelasnya yang mengatakan ramainya pendatang membuat perekonomian masyarakat meningkat.

Baayun maulid sendiri diikut berbagai peserta lintas geografi, gender dan usia. Peserta yang paling tua berumur 100 tahun atas nama Maslita warga Desa Balimau Kabupaten HSS dan termuda berumur 11 hari atas nama Raisa Nur warga Desa Periok Kecamatan Candi Laras Utara.

"Ada 4.991 peserta baayun maulid, untuk dewasa sebanyak 3.357 orang, anak-anak 1.577 orang, online 33 orang dan VIP sebanyak 24 orang," ucapnya.

Rusmini, warga Desa Kepayang Kecamatan Tapin Tengah yang datang dengan kursi roda mengatakan dia tetap memaksakan datang mengikuti baayun maulid karena sudah nazar.

"Sekitar satu tahun lalu saya bernazar, apabila bisa berjalan ingin ikut baayun maulid, Alhamdulillah sekarang sedikit demi sedikit kaki saya bisa berjalan," ucap wanita berusia 60 tahun itu. (dly/ay/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Februari 2019 15:41

Imbau Parkir di Murjani, Dishub Siagakan Lima Bus untuk Antar-Jemput Jamaah Haul ke Martapura 

BANJARBARU --  Lapangan Murjani Banjarbaru akan jadi alternatif pilihan lahan…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:36

Kebocoran Pipa PDAM Bandarmasih Berdampak ke 100 Ribu Pelanggan

BANJARMASIN - Warga Jalan Gubernur Syarkawi disuguhi tontonan luar biasa,…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:32

Paman Birin Berbagi Ilmu Baris-berbaris

BANJARBARU - Ada suasana berbeda usai senam bersama Aparatur Sipil…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:27

Darurat DBD, RS Sampai Kehabisan Kamar dan Stok Darah

BANJARBARU - Melonjaknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Banjarbaru,…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:19

BPJS: Kami Sudah Habis Digoreng

BANJARMASIN - Tunggakan BPJS Kesehatan di rumah sakit terus bermunculan…

Sabtu, 16 Februari 2019 09:52

Orang Tua Murid Tidak Terima Anaknya Dijambak Oknum Guru Olahraga

BANJARBARU - Dugaan sikap kasar seorang oknum guru kepada muridnya…

Sabtu, 16 Februari 2019 09:27

Kesal Jalan Belum Diperbaiki, Warga Tanam Pohon Pisang

MARTAPURA – Mungkin karena kecewa dan keburu kesal, warga Jalan…

Sabtu, 16 Februari 2019 09:18

Menurut Bambang Durasi Uji Petik Seharusnya Lebih Lama

BANJARMASIN – Uji petik pungutan pajak tempat hiburan (THM) sudah…

Sabtu, 16 Februari 2019 09:03

Staf Serta Personel Polda Kalsel Diberi Penyuluhan

BANJARMASIN - Demi mengantisipasi terjadinya penyakit jantung, staf dan personel…

Sabtu, 16 Februari 2019 08:57

Pengadaan Alkes Jadii Proyek Prioritas RS Sultan Suriansyah Tahun Ini

BANJARMASIN – Perampungan Rumah Sakit Sultan Suriansyah Banjarmasin terus dikebut.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*