MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Rabu, 21 November 2018 10:27
Azka Ikuti Baayun Maulid Neneknya Juga Gak Mau Kalah

Serba-Serbi dari Baayun Maulid di Masjid Jami Sungai Jingah

PROKAL.CO, Hasmianto mendaftarkan putrinya Azka menjadi peserta Baayun Maulid. Ternyata, sang ibu yang sudah berusia 62 tahun juga tertarik ikut. Nenek dan cucu itu kemudian berayun berdampingan.

SYARAFUDDIN, Banjarmasin

EMPAT bulan yang lewat, pasangan Hasmianto dan Norjennah dianugerahi anak pertama. Putri itu kemudian diberi nama Azka Dina Samarra. Azka adalah bayi yang manis dan montok.

Sudah sejak lama, suami-istri ini ingin mengikuti Baayun Maulid. Tradisi tahunan yang dihelat pada hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awwal, yang tepat jatuh kemarin (20/11).

Tahun ini, Baayun Maulid tampak berbeda. Biasanya digelar di Masjid Sultan Suriansyah di Kampung Kuin, kali ini menempati Masjid Jami di Sungai Jingah. Bagi masyarakat Banjarmasin, kedua masjid ini sama-sama tua dan bersejarah.

Hasmianto beruntung kebagian ayunan. Lantaran panitia hanya menyediakan 492 ayunan. Angka yang sama dengan usia kota ini. Sementara, peminat yang mendaftar sudah mencapai 800.

Ternyata, sang ibu juga ngebet mau ikut. Dalam beberapa tahun terakhir, Baayun Maulid memang bukan hanya diperuntukkan bagi bayi atau balita. Bukan hal aneh jika yang lanjut usia juga ikut.

Dengan hajat yang bermacam-macam. Misal, mencari kesembuhan atas penyakit yang diderita. Tapi, Ariyanti masih sehat dan bugar. Meski umurnya sudah menginjak 62 tahun. Dia merupakan ibu dari empat anak dan nenek dari delapan cucu.

"Ini pengalaman pertama mengikuti baayun. Mudah-mudahan badan disehatkan. Dipanjangkan umur agar bisa ikut lagi tahun depan," kata Ariyanti.

Sang cucu diayun disampingnya. Dibalut pakaian serba pink, Azka tertidur pulas dalam ayunan. "Tiga cucu saya yang lain sebenarnya juga ikutan baayun. Tapi mereka terpisah-pisah di belakang," imbuhnya.

Keluarga besar ini kini tinggal di Jalan Jahri Saleh, Banjarmasin Utara. Meski tinggal di Banjarmasin, mereka sebenarnya asli Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Selama prosesi baayun, salawat dan syair pujian kepada nabi dilantunkan. Diharapkan, rasa cinta kepada nabi tertanam dalam benak mereka sedari kecil.

"Doa saya tidak macam-macam. Lewat baayun ini, Azka diberkahi. Kalau sudah besar menjadi anak yang salehah. Menjadi anak yang berbakti kepada orang tua," pungkas Hasmianto. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Kamis, 24 September 2015 23:03

Ada Presiden, Pengamanan Ketat, Antre Panjang, Ratusan Jemaah Tak Bisa Salat

<p><strong>LANTARAN</strong> dihadiri oleh orang nomor satu di Indonesia pengamanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .