MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 23 November 2018 09:44
CANGGIH!! Sekali Semprot Bisa Hancurkan Rumah

Berkunjung ke Markas BPK Bomba, Tim Pemadam Paling Elite di Amuntai

KOMPAK : Sertu Junianyah selaku Ketua BPK Bomba foto bersama dengan jajarannya di markas BPK Bomba. (MUHAMMAD AKBAR/RADAR BANJARMASIN)

PROKAL.CO, Di Hulu Sungai Utara (HSU), BPK Bomba (Bom Banyu) adalah pasukan pemadam paling elite. Mereka memiliki aset peralatan bernilai miliaran rupiah. Pimpinannya adalah seorang anggota TNI berpangkat Sersan satu.

Muhammad Akbar, Amuntai 

Barisan Pemadam Kebakaran Bom Banyu (BPK Bomba) saat ini menjadi BPK dengan pengelolaan dan struktur organisasi yang kuat.

Berdiri sejak tanggal 11 Juni 1980, keberhasilan BPK Bomba tak lepas dari tangan dingin Sertu Juniansyah yang memimpin organisasi itu hingga saat ini. Kala mendirikan BPK Bomba, Juniansyah masih berusia 13 tahun.

Setelah aktif di BPK, pria kelahiran Amuntai tanggal 15 Juni 1966 ini kemudian mendaftar menjadi seorang TNI melalui jalur Tamtama. Memiliki postur tubuh tinggi, dia berhasil menjadi bagian dari TNI sejak tahun 1985.

Tentara Jun begitu akrab sapaan namanya di mata masyarakat HSU, khususnya para relawan BPK sempat ditempatkan di Pusdik Arhanud di Jakarta. Kerinduan akan BPKnya dan kampung halaman saat itu begitu terasa.

"Sehari kaya satu tahun," kenangnya tertawa. Nah setelah setahun pahit manisnya pendidikan artileri udara ini, Jun akhirnya bernafas lega. Dia bisa bertugas di jajaran Kodam Tanjung Pura saat itu, kini Mulawarman.

"Sempat di Kodam, sebelum akhirnya ditempatkan di Kodim Amuntai. Senangnya bukan main. Sebab BPK yang dirintis masih berjalan," ucapnya yang ditemui di depan Markas BPK Bomba di Jalan Palampitan Kecamatan Amuntai Tengah, Selasa (20/11) tadi.

Dia mengaku, kecintaannya dengan dunia pemadam sangat besar. Karena itu, Jun mengaku total dalam memajukan BPK binaannya sampai bisa sebesar sekarang.

Dia mengatakan menjadi relawan pemadam itu adalah pengalaman luar biasa. Saat menjalankan tugas, ada yang terjatuh sampai dengan kesetrum, semua pernah dialami oleh anggota Bomba. Meski demikian, dia mengatakan relawan BPK Bomba tak pernah kapok. 

"Bayangkan saja tanpa BPK swadaya. Tentu kebakaran akan lebih besar dan membakar banyak rumah,” ucapnya yang mengatakan ada perasaan puas bisa membantu warga yang rumahnya belum termakan api.

Meski jauh bertugas di Paminggir, tapi anggota aktif yang tak lama lagi memasuki usia pensiun ini, juga melakukan monitor anggota dari jarak jauh dengan media radio HT dan fasilitas komunikasi lainnya.

"Sampai akhir hayat saja. Saya akan terus membina Bomba. Yang saat ini sudah berusia 38 tahun," kata Jun yang juga bertugas sebagai Bintara Pembina Desa di Kecamatan Paminggir. Dia sendiri telah membuat Bomba di Paminggir.

Hal itu karena di lahan rawa, rumah penduduk tetap rentan terbakar. “Maka itu BPK harus ada disana, meski sumber air langsung comot ke aliran rawa ataupun sungai, ungkapnya yang mengatakan tim BPK Bomba di Kota Amuntai dan BPK di Paminggir bertugas piket 24 jam sehari secara bergiliran.

Saat ini,ada 84 orang relawan di BPK Bomba. Mereka datang dari latar belakang berbeda-beda. Di Bomba, mereka bertugas menjadi rescue pemadam, mengurusi air, hingga menyiapkan logistik dan juga driver.

Mobil pemadam sendiri Bomba punya 4 unit. Terdiri armada BPK Impor Merek Mitsubhisi Canter. yang merupakan unit BPK termahal. DIbeli dengan nilai Rp 500 juta lebih di tahun 2006 lalu.

"Kami waktu itu, membuat proposal kepada perusahaan tambang melalui Bupati pada saat itu, Almarhum Bupati H Fachruddin. Lewat beliau akhirnya proposal kami diterima,” ucapnya.

Menariknya kata dia, dua hari begitu tiba, armada ini langsung bertugas perdana di Kandangan. Tak lama usai kejadian, armada ini juga meluncur ke Buntok Kabupaten Barito Selatan, Kalteng untuk membantu pemadaman kebakaran pasar.

"Normalnya jarak tempuh Amuntai-Buntok hampir empat jam. Kami tempuh 2 jam,” ucapnya yang mengatakan daya semprot mobil pemadam itu mencapai 90 meter dalam horisontal dan secara vertikal. “Dengan kekuatan semprot seperti itu, rumah kayu pun bisa hancur,” ucapnya.

Selain itu, BPK Bomba juga memiliki unit pompa portabel terbaik se HSU. Harga pompa ini dipasaran menembus harga Rp 160 juta. “Waktu itu kami beli Rp 140 juta di tahun 2004,” ucap Jun.

Selang semprot milik Bomba adalah produk Jerman. Satu selang dihargai Rp 9 juta di pasaran. “Saat ini kami masih kekurangan selang pemadam yang paten. Sebab jika selang murah dipastikan kuatnya tekanan air, membuat selang dua jutaan bisa pecah,” kekeh Jun.

Selain itu, BPK Bomba juga memiliki dua mesin speed boot merek Yamaha dengan 25 HP (Horse Power) dan Marine 8 Hp, plus perahu karet dan life jacket (pelampung, red).

Tak hanya itu mereka juga memiliki tabung oksigen untuk pertolongan korban kebakaran yang terkepung asap. Semua peralatan pemadaman kelas 1 harus dioperasikan oleh orang yang kompeten dan tahan. 

"Makanya kami dalam melakukan rekrutmen, tidak menerima penderita asma. Sebab membahayakan diri mereka. Meski niatnya menolong. Jangan sampai niat menolong jadi ditolong," sebutnya.

Lalu bagaimana dengan perawatan rutin? Dia mengatakan memag ada biaya ganti oli mesin, servis rutin sampai biaya pergantian ban mobil yang tentu memakan uang operasional yang cukup besar. Mereka sendiri mendapatkan uang bulanan operasional sebagai BPK resmi dari Dinas Pol PP dan Damkar sebesar Rp 350 ribu.

Uang ini dipakai untuk membeli minyak BBM, tentu tak cukup. Sehingga donatur tetaplah yang menghidupkan BPK ini, bisa dari masyarakat, pengusaha sampai perusahaan.

"Harapan ke pemerintah daerah hendaknya BPK dibekali dengan BPJS. Kalau tidak minimal Kartu Sehat Amuntai. Sebab mereka berjuang keselamatan jiwa taruhan mereka," ungkap Jun.

Sementara itu, Muhammad Abdillah (16) salah satu relawan BPK Bomba menyampaikan ikut bergabung di BPK Bomba karena belajar mengutamakan kepentingan umum d iatas urusan pribadi.

"Capek, suka dan duka tentu semua ada. Tapi kebersamaan disini yang membuat saya tertarik bergabung," kata Abdillah. (by/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 12:50

Sisi Lain Pelatih Tinju kalsel, Arbain

Menjadi pelatih tinju rupanya bukan satu-satunya pekerjaan yang digeluti oleh…

Sabtu, 15 Desember 2018 09:55

Berawal Ketiadaan Toilet Buat Kencing, Berdirilah Galeri Unik Ini

Apa yang dilakukan oleh warga RT 05 RW 02 Kelurahan…

Jumat, 14 Desember 2018 14:46

Moses Sulap Puing Kayu Menjadi Seni Bernilai Tinggi

Beri Moses Foresto puing-puing kayu, dia bisa menjadikannya apa saja.…

Kamis, 13 Desember 2018 13:20

Bekali Santri Keterampilan Untuk Hadapi Tantangan Zaman

Nyantri bukan melulu tentang ngaji. Di Pondok Pesantren Nurul Muhibbin,…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:45

Tidak Mudah, Honorer Ini Pantau CCTV di Menara Pandang Hingga Larut Malam

Di depan layar monitor yang lebarnya tak lebih lebar dari…

Sabtu, 08 Desember 2018 09:03
Kisah Bocah-bocah Penjual Buku Mewarnai di Banjarmasin

Demi Sesuap Nasi Mereka Sampai Dikejar-Kejar Satpol PP

Mobil partoli Satpol PP Kota Banjarmasin melintas di perempatan Jalan…

Jumat, 07 Desember 2018 11:31

Jejak Laskar Pelangi di Banua (2)

Belajar di gudang kecil kadang membuat siswa SD Dusun Munggu…

Kamis, 06 Desember 2018 13:02

Jejak Laskar Pelangi di Banua

Hanya 12 siswa dan satu gedung kecil. Tapi mereka semangat…

Rabu, 05 Desember 2018 12:25

Gol A Gong Berbagi Motivasi ke Penulis Muda Balangan

Yang mengalami masa remaja di era 80’ dan 90’ an,…

Rabu, 05 Desember 2018 10:10

Wahh!! Rabiul Awal Jadi Bulan Rezeki Pengrajin Mahar Pernikahan

Rabiul Awal atau bulannya Maulid Nabi pada penanggalan Hijriah, menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .