MANAGED BY:
MINGGU
26 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Minggu, 25 November 2018 10:16
Lulu Ratna Ajak Pegiat Film Pendek Mengintip Dapur Distributor Film Hollywood
Lulu Ratna

PROKAL.CO, TAK berlebihan untuk menyebutnya sebagai masterclass. Lulu Ratna mengajak pegiat film pendek Banua untuk menengok isi dapur produsen film sekelas DC dan Marvel. Terutama pada racikan promosi dan distribusi film.

Kelas itu dibuka di Gedung Balairungsari Taman Budaya Kalsel, kemarin (24/11) siang. Program masterclass ini merupakan bagian dari Aruh Film Kalimantan 2018 yang digelar Forum Sineas Banua.

Lulu adalah sarjana antropologi dari FISIP Universitas Indonesia, Jakarta. Aktif di organisasi Boemboe, dia telah terlibat dalam banyak festival film level nasional dan bahkan internasional.

Film pendek dengan mutu paling wahid sekalipun, takkan menemui penonton jika tak dibarengi dengan strategi promosi dan distribusi yang jempolan.

"Distribusi bukan sekadar mencari ruang dan memasang proyektor. Sia-sia menggarap film bagus jika penontonnya cuma pacar dan beberapa teman Anda sendiri," cecarnya.

Mengenakan celana panjang ketat berwarna merah, Lulu dengan lincah memaparkan materinya. Kepada pegiat dan peminat film pendek dari kalangan pelajar dan mahasiswa.

Tips pertama dari Lulu begitu sederhana. Hargailah karya Anda dengan serius. Tanpa itu, jangan berharap penonton akan memberi tanggapan balik yang tulus.

"Jika Anda tak sabar dan langsung mengunggahnya ke YouTube, ya sudah, panitia festival takkan mau memutar karya Anda," tegasnya.

Promosi memang harus jor-joran, tapi distribusi justru harus ketat. Semakin terbatas distribusi sebuah film pendek, semakin besar pula peluangnya untuk diputar dalam sebuah festival.

Ketiga, menetapkan sasaran. Ada beberapa pertanyaan kunci. Apakah Anda ingin meraup penonton sebanyak-banyaknya? Atau penonton yang lebih sedikit dan apresiatif? Apakah Anda mengincar gelar nominator festival? Atau mengincar produsen film besar?

Keempat, rajin-rajinlah mendatangi event film pendek. Jangan lupa membawa preview copy karya untuk ditunjukkan kepada sineas-sineas lainnya. Bersikap pendiam dan pemalu amat dilarang.

"Generasi milineal sering lupa. Bahwa tak ada komunikasi yang sebagus interaksi nyata. Akun Instagram film Anda mungkin punya ribuan pengikut, tapi tak ada yang bisa mengalahkan tatap muka," pesannya.

Terakhir, jangan malas meriset. Lulu mengingatkan, ada ratusan film pendek di dunia. Googling saja. Cari festival yang misinya cocok dengan karya kita dan kirimkan.

Jika ditanya ganjalan, maka Lulu memastikan ada banyak. Di Indonesia, celakanya belum ada survei untuk pangsa pasar film pendek. Semua masih meraba-raba.

Produsen juga masih merangkap distributor. Belum dipisahkan secara profesional. Maklum, pegiatnya kebanyakan pelajar dan mahasiswa.

"Pendanaan juga lemah. Bikin film pendek dengan dana patungan kawan-kawan. Atau dibantu donatur yang ternyata orang tua kita sendiri," ujarnya tergelak.

Oh ya, satu lagi. Lulu menekankan tentang pentingnya sebuah poster film. "Film-film yang bagus punya poster-poster yang selalu dikenang oleh penontonnya," pungkasnya. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Kamis, 23 Mei 2019 15:01
Mengikuti Peringatan Nuzulul Quran di Masjid Lapas Banjarbaru

Berderai Air Mata, Ratusan Napi Teringat Keluarga

Ratusan napi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Banjarbaru berkumpul.…

Kamis, 23 Mei 2019 09:48

Kisah Kerusuhan 23 Mei: Telepon Guru Sekumpul Bikin Karno Tenang

Peristiwa itu masih melekat kuat di ingatan H Karno. Pria…

Rabu, 22 Mei 2019 12:54
Berkunjung ke Eks Bangunan Rumah Sakit Paru dr H Andi Abdurrahman Noor di Batulicin

Tak Terawat, Mulai Jadi Sumber Cerita Angker

Eks bangunan rumah sakit Andi Abdurrahman Noor ini sudah tidak…

Senin, 20 Mei 2019 11:38
Tradisi Bapapai, Mandi di Malam Pertama bagi Trah Ulu Benteng

Yang Menghindari Tradisi ini Bisa Gila

Mau jadi penganten di Ulu Benteng, Batola harus siap mental.…

Minggu, 19 Mei 2019 10:22

Berbincang dengan Guru Haji Abul Hasan Desa Gadung Keramat Bakarangan

Desa Gadung Keramat Kecamatan Bakarangan dari dulu terkenal akan banyaknya…

Sabtu, 18 Mei 2019 10:54
Melihat Tradisi “Tempur Meriam” di Hulu Sungai Tengah

Rayakan dengan Dentuman untuk Pupuk Kebersamaan

Setiap Ramadan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah selalu menjadi ajang pertempuran…

Jumat, 17 Mei 2019 11:38
Berbincang dengan Nelayan Tanjung Selayar di Musim Tenggara

Jangankan Baju Baru, Buat Makan Saja Susah

Angin tenggara berembus kencang. Pondok Ahmad di tepi pantai bergetar…

Kamis, 16 Mei 2019 12:21
Ustaz Muhammad Kasim, Pengajar Alquran di Pegunungan Meratus HST

Ajarkan Alquran Sambil Memasak, Jadikan Santri Sebagai Keluarga

Tak rela menyaksikan sebuah surau di atas pegunungan terbengkalai, Muhammad…

Rabu, 15 Mei 2019 15:41
Pengasuh Ponpes Tarbiyatul Furqan, Cetak Para Pendakwah Tangguh

Ratusan Ustaz Dikirim ke Desa Terpencil sampai Perkotaan

Tinggal sedikit pesantren yang memiliki misi untuk mencetak para dai…

Selasa, 14 Mei 2019 12:31
Ustaz Muhammad Fahrianor Syahdan, Salah Satu Pendakwah Muda di Kabupaten HSS

Selipkan Humor Saat Bertausiah

CERAMAH atau tausiah tak melulu dibawakan dengan serius, adakalanya penceramah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*