MANAGED BY:
RABU
24 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 27 November 2018 09:28
Lifehack, NAFARIN Lakukan Ini Dengan Barang Bekas Dan Lihat Hasilnya
KREATIF: Ismail, seorang petani, mencoba alat semprot yang dibuat Nafarin.

PROKAL.CO, Barang bekas selalu ada dalam kehidupan kita sehari-hari. Jika barang bekas cenderung menjadi sampah, di tangan Nafarin (34) barang bekas bisa menjadi benda bermanfaat.

Salahudin, Kandangan

NAFARIN adalah seorang aparatur sipil negara yang sekarang bertugas sebagai Sekretaris Camat (Sekcam) Simpur, Kecamatan Simpur Hulu Sungai Selatan. Melakukan cara kreatif untuk menyelesaikan masalah sehari-hari (lifehack) menjadi hobinya.

Baru-baru ini, dia menggunakan obeng memasang mur pompa air 12 volt yang merupakan bagian alat penyemprot hama atau rumput solo otomatis dari barang bekas baru. Dia membuatnya di rumah orang tuanya di Desa Wasah Hilir.

Pompa air yang dibeli seharga Rp 98 ribu dengan cara online tersebut merupakan bagian paling penting dari alat penyemprot hama atau rumput otomatis yang dibuatnya dari barang bekas.

Pompa air dipasang di tempat yang sudah dimodifikasi dari kayu. Nafarin melanjutkan memasang pipa bekas untuk saluran penampungan tempat cairan hama atau rumput. Kali ini ia membuatnya dari jiregen bekas dengan kapasitas 10 liter.

Selesai itu, ia memasang pipa untuk saluran pengeluaran cairan yang tersambung dengan gagang semprotan hama. Semua sudah terhubung, baru dimasukkan ke dalam tas ransel bekas. Alat inovasi milik Nafarin pun siap dipakai. “Beberapa menit saja merakitnya,” ujarnya. Alat sudah bisa digunakan.

Nafarin mempelajari cara membuatnya setelah melihat alat penyemprot otomatis yang dijual pabrikan di pasaran dengan harga mulai dari sekitar Rp 600 ribu dengan kapasitas tampung cairan 15 liter.

“Modalnya sekitar Rp 150 ribu saja. Bisa menghemat sekitar Rp 450 ribu dari barang sama di pasaran,” bandingnya.

 Alat milik Nafarin tidak kalah jauh kualitasnya dari buatan pabrik. Sudah pernah di coba dan bisa digunakan sampai beberapa jam.

“Enam jam di pakai, mesin tidak panas,” ceritanya yang mengatakan alat milik mantan ajudan Sekda dan Wakil Bupati HSS bisa menyemprot lahan sekitar 250 meter persegi.

Misi utama ayah tiga orang anak ini membuat alat penyemprot hama dari barang bekas untuk menolong orang yang tidak mampu membeli barang dari pabrikan.

Jika menggunakan alat manual beberapa kali menyemprot bisa capek, karena harus menggunakan kedua tangan. Dengan alat otomatis ini mudahkan. Cukup satu tangan saja.

Meski sudah berhasil merakit, Nafarin belum puas. Ia berkeinginan alat miliknya bisa diperbaiki lagi menggunakan barang lebih berkualitas.

Alat milik Nafarin sudah dicoba Ismail (39) seorang petani setempat. Hasilnya? Ismail terkesan dengan alatnya. “Bagus dan praktis. Murah lagi,” ujarnya.

Ia pun berkeinginan mencoba merakit alat yang sama dengan bantuan Nafarin dalam waktu dekat nanti. (ay/ran)


BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*