MANAGED BY:
RABU
27 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Selasa, 27 November 2018 11:26
Kisah Pilu dari Dandaman

Malam Puncak Sergap Bastra III

BERAKHIR PILU: Inilah teatrikal puisi yang berjudul Dendaman. Bercerita tentang kisah asmara yang berujung perpisahan. Pertunjukan ini adalah rangkaian malam puncak Sergap Bastra III, di Balairung Sari, Taman Budaya, Minggu (25/11) malam.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Keseruan datang dari Gedung Balairung Sari, Taman Budaya Kalsel, Senin (25/11) malam.

Himbisastra rayakan Malam Puncak Sergap Bastra III. Salah Satu event besar himpunan mahasiswa naungan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Lambung Mangkurat.

Sergap Bastra kependekan dari Semarak Gemerlap Bahasa dan Sastra. Sebuah program yang dibuat untuk mempopulerkan bahasa Indonesia dan daerah, serta karya-karya sastra.

Event ini digelar tiap tahun. Perdana pada 2016 lalu. Dalam gelaran ketiga ini, Himbisastra menyajikan beragam penampilan menarik. "Pastinya lebih seru," imbuh Jordi Nanda Heri Ady, ketua pelaksana acara.

Acara itu dikemas dalam pertunjukkan madihin, sebagai pembuka. Berdurasi 15 menit, penampilan itu sarat makna. Berisi kalimat nasehat, dirangkai dalam bahasa jenaka. Riuh tepuk tangan menyambut ketika lantunan cerita ditutup.

Tak berselang lama, teatrikal puisi berjudul Dandaman dimulai. Merupakan karya Jamal T Suryanata, sastrawan asal Kandangang, HSS.

Dandaman diperankan oleh belasan tokoh. Yang paling mencolok, sepasang kekasih berbaju putih. Menjalin asmara, saling merindu.

Konfliknya justru ada pada keluarga. Orang tua sang gadis tak merestui. Mereka justru menjodohkan dengan lelaki lain. Dalam pementasan, ia berpakaian hitam kelam.

Teatrikal bisu itu diselingi puisi. Menguraikan kesedihan. Tentang kasih yang tak sampai. Tergambar lewat cara buruk lelaki berbaju hitam. Ia mengirimkan guna-guna.

Singkat cerita, sang gadis justru berpaling. Ia pergi. Meninggalkan kekasih dan kenangannya. Cerita ditutup dengan aksi memilukan. Tak sedikit penonton yang baper. "Saya harap yang hadir merasa terhibur dan teredukasi tentang puisi yang kami kenalkan," ujar Jordi.

Selain dua penampilan andalan, mereka juga menyajikan teatrikal berjudul Keranda Sepi. Merupakan karya sastrawan asal Kota Baru, Eko Suryadi WS.

Keseruan ditutup dengan drama berjudul Lentera. Pentas kolaborasi mahasiswa Prodi PBSI angkatan 2016-2018. Mengisahkan tentang seorang putri yang berimajinasi di kekelaman. Ia mencari-cari secercah cahaya.

Selain pertunjukkan, momen itu juga dimanfaatkan untuk mengumumkan pemenang lomba. Sebab, Sergap Bastra punya beberapa agenda sebelumnya.

Sebut saja seperti turnamen futsal, donor darah, bazaar, lomba seni sastra, diskusi, debat, penggalangan dana dan ditutup dengan acara kemarin.

Jordi berharap kegiatan itu menginspirasi. Lebih-lebih untuk mencintai bahasa dan sastra. "Kita juga punya banyak pemuda bertalenta, lewat pementasan ini kita wadahi mereka," pungkasnya.

Salah seorang penonton, Hafi (18) mengaku terkesan. Terutama pada teatrikal puisi Dandaman. "Aksi mereka menarik, penampilannya juga rapi. Sad ending Dandaman mengaduk-aduk perasaan," tuntasnya. (mr-150/at/nur)


BACA JUGA

Kamis, 24 September 2015 23:03

Ada Presiden, Pengamanan Ketat, Antre Panjang, Ratusan Jemaah Tak Bisa Salat

<p><strong>LANTARAN</strong> dihadiri oleh orang nomor satu di Indonesia pengamanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*