MANAGED BY:
MINGGU
26 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 28 November 2018 10:15
Haekal, Mahasiswa Penjual Es Mambo di UIN Antasari
LAYANI PEMBELI: Es mambo yang dijajakan Muhammad Fiqri Haekal tergolong laku. Yang menjadi pelanggannya didominasi oleh mahasiswi.

PROKAL.CO, Jika kebanyakan mahasiswa cuma menunggu kiriman uang dari keluarga di kampung halaman, lain halnya dengan Muhammad Fiqri Haekal. Dia justru berani berjuang menafkahi hidupnya sendiri. Inilah kisahnya.

WAHYU RAMADHAN, Banjarmasin

Memakai kemeja motif kotak-kotak berlengan panjang dan celana kain berwarna hitam. Haekal berjalan di lorong-lorong Fakultas Pendidikan dan Guru, Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin. Dia menyinggahi tiap ruangan untuk menjajakan es mambo dagangannya.

Pundak sebelah kirinya tampak miring lebih rendah. Pundak kanannya mencoba menahan berat termos nasi yang diisi penuh es mambo. Besarnya hampir sama seperti galon yang berisi 19 liter.

Sesekali, Haekal tampak berhenti berjalan. Sekadar meregangkan bagian tubuhnya agar tak terasa penat.

Tak ada rasa genggsi yang tersirat di wajah Haekal. Sebaliknya, ia tampak bersemangat. Terlihat dari senyumnya yang mengembang ketika satu persatu mahasiswi mengerumuninya untuk membeli es mambo.

Seperti itulah keseharian pemuda kelahiran 9 Oktober 1999 itu. Senin hingga Jumat, waktu istirahat kuliah, ia gunakan untuk berjualan es mambo. Bisnis kecil ini baru saja ia jalankan.

Ia mengaku tak peduli terhadap penialaian orang lain. Yang ia lakukan, hanya sebatas berusaha dan berjuang, agar bisa menghidupi kebutuhan dia dan keluarganya di rumah. “Jualan es mambo, baru jalan tiga pekan ini. Awalnya sih minder. Tapi sudah jadi biasa saja,” tuturnya.

Berjualan bukan menjadi hal baru bagi anak kedua dari tiga bersaudara ini. Sebelum berstatus sebagai mahasiswa semester pertama jurusan Pendidikan Matematika, ia juga menjajakan es mambo dan berjualan pulsa saat SMA.

“Yang menyarankan ibu guru di sekolah. Saya mendapatkan dukungan dari beliau dan mendapatkan modal awal. Karena saat itu, saya baru ditinggal ayah saya yang wafat,” ujarnya.

Haekal tinggal di Jalan Kelayan B, Gang Kurnia, Nomor 5, Rt 2 Rw 1, Kelurahan Kelayan Timur, Banjarmasin Selatan. Bersama ibu dan seorang adik perempuan yang kini duduk di bangku kelas III SMA.

Ibunya bernama Raisyah. Seorang ibu rumah tangga yang kini cuma mengandalkan uang pensiun almarhum suaminya untuk menafkahi ketiga anaknya. “Kakak saya laki-laki. Sekarang sedang menempuh pendidikan S2 di Universitas Negeri Yogyakarta,” ucapnya.

Terenyuh ingin meringankan beban orang tua, Haekal pun memutuskan untuk mencoba peruntungan dengan berdagang. Pilihan untuk menjual es mambo, karena menurutnya cepat laku.

Selain itu, modalnya juga tergolong cukup ringan. Selama berjualan, dalam sehari, Haekal mampu menjual lebih dari 50 es mambo. Harganya Rp2.000 per potong.

“Jualan pas istirahat saja. Bila waktu belajar, termos nasi berisikan es mambo ini juga saya masukkan ke kelas. Selesai mata kuliah, saya tawarkan. Alhamdulillah, yang beli enggak hanya mahasiswa, tapi juga ada dosen,” ucapnya seraya tersenyum.

Es mambo yang dijual Haekal punya berbagai varian warna dan rasa. Ada yang rasa biskuit oreo, susu, bubur kacang, hingga rasa buah. Semuanya ia olah sendiri di rumahnya.

Wajahnya yang rupawan dan murah senyum, makin menambah nilai tersendiri. Tak heran jika pembeli didominasi kalangan mahasiwi.

Tak cukup membeli satu es mambo, bahkan ada pula yang membeli beberapa. “Mungkin karena rasa es yang manis. Makanya banyak mahasiswi yang suka,” ujarnya, terkekeh.

Jika Senin hingga Jumat ia manfaatkan untuk berjualan, waktu luang Sabtu dan Minggu ia gunakan untuk membuat es mambo. “Sabtu dan Minggu kebetulan enggak ada jadwal kuliah," katanya.

Haekal membuat semuanya sendiri. Mulai dari mencari bahan ke pasar hingga mengolahnya menjadi es. Kecuali untuk rasa bubur kacang.

Seperti halnya pedagang lain, Haekal tentu juga ingin menuai sukses. Jika lancar, ia berniat memperluas area jualannya ke fakultas lain.

Hasilnya, selain untuk membantu biaya hidup di rumah dan biaya kuliah, dia juga pengin menabung untuk membeli lemari es yang baru serta sepetak tanah sebagai aset. “Doakan saja semoga lancar,” harapnya.

Begitulah cerita singkat Haekal. Penjual es mambo di UIN Antasari ini menjadi perbincangan mahasiswa di kampus. Banyak yang memujinya. Salah satunya Dessy Jayanti.

“Di tengah paradigma mahasiwa yang suka berbangga diri dengan jerih payah orang tua, saya dibuat kagum dengan sosok Haekal. Ia menjadi inspirasi serta motivasi agar para mahasiswa tak mudah patah semangat. Apalagi berkecil hati untuk bisa menghasilkan sesuatu yang lebih baik,” tutur mahasiswi semester lima, jurusan Bahasa Inggris itu. (war/at/nur)


BACA JUGA

Kamis, 23 Mei 2019 15:01
Mengikuti Peringatan Nuzulul Quran di Masjid Lapas Banjarbaru

Berderai Air Mata, Ratusan Napi Teringat Keluarga

Ratusan napi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Banjarbaru berkumpul.…

Kamis, 23 Mei 2019 09:48

Kisah Kerusuhan 23 Mei: Telepon Guru Sekumpul Bikin Karno Tenang

Peristiwa itu masih melekat kuat di ingatan H Karno. Pria…

Rabu, 22 Mei 2019 12:54
Berkunjung ke Eks Bangunan Rumah Sakit Paru dr H Andi Abdurrahman Noor di Batulicin

Tak Terawat, Mulai Jadi Sumber Cerita Angker

Eks bangunan rumah sakit Andi Abdurrahman Noor ini sudah tidak…

Senin, 20 Mei 2019 11:38
Tradisi Bapapai, Mandi di Malam Pertama bagi Trah Ulu Benteng

Yang Menghindari Tradisi ini Bisa Gila

Mau jadi penganten di Ulu Benteng, Batola harus siap mental.…

Minggu, 19 Mei 2019 10:22

Berbincang dengan Guru Haji Abul Hasan Desa Gadung Keramat Bakarangan

Desa Gadung Keramat Kecamatan Bakarangan dari dulu terkenal akan banyaknya…

Sabtu, 18 Mei 2019 10:54
Melihat Tradisi “Tempur Meriam” di Hulu Sungai Tengah

Rayakan dengan Dentuman untuk Pupuk Kebersamaan

Setiap Ramadan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah selalu menjadi ajang pertempuran…

Jumat, 17 Mei 2019 11:38
Berbincang dengan Nelayan Tanjung Selayar di Musim Tenggara

Jangankan Baju Baru, Buat Makan Saja Susah

Angin tenggara berembus kencang. Pondok Ahmad di tepi pantai bergetar…

Kamis, 16 Mei 2019 12:21
Ustaz Muhammad Kasim, Pengajar Alquran di Pegunungan Meratus HST

Ajarkan Alquran Sambil Memasak, Jadikan Santri Sebagai Keluarga

Tak rela menyaksikan sebuah surau di atas pegunungan terbengkalai, Muhammad…

Rabu, 15 Mei 2019 15:41
Pengasuh Ponpes Tarbiyatul Furqan, Cetak Para Pendakwah Tangguh

Ratusan Ustaz Dikirim ke Desa Terpencil sampai Perkotaan

Tinggal sedikit pesantren yang memiliki misi untuk mencetak para dai…

Selasa, 14 Mei 2019 12:31
Ustaz Muhammad Fahrianor Syahdan, Salah Satu Pendakwah Muda di Kabupaten HSS

Selipkan Humor Saat Bertausiah

CERAMAH atau tausiah tak melulu dibawakan dengan serius, adakalanya penceramah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*