MANAGED BY:
SABTU
16 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 30 November 2018 14:46
Balangan Terima Penghargaan Indeks Kelola 2018
PENGHARGAAN : Bupati Balangan H Ansharuddin (kanan) bersama kepala daerah lainnya usai menerima penghargaan. | Foto: humas for Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, PARINGIN – Pemkab Balangan menerima Penghargaan Indeks Kelola 2018 bidang pendidikan. Penghargaan sendiri diberikan kepada daerah yang dinilai berprestasi dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Penyerahan penghargaan berlangsung di Ballroom Djakarta Theater XXI, Jl MH Thamrin Nomor 9, Jakarta Pusat, Rabu (28/11) kemarin.

Penghargaan tersebut, diterima langsung oleh Bupati Balangan, H Ansharuddin saat malam pemberian penghargaan tersebut dihadiri oleh para undangan, yakni 66 kepala daerah yang terpilih sebagai pemenang Indeks Kelola, meliputi kategori pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, dan pembangunan ekonomi.

“Alhamdulillah. Penghargaan ini akan kita jadikan sebagai motivasi ke depannya untuk lebih berupaya lagi dalam meningkatkan kinerja, dan membangun sektor pendidikan ke arah yang lebih baik lagi, sesuai visi misi kami mewujudkan SDMN yang berkualitas,” ungkap Bupati.

Sekedar diketahui, pelaksanaan Penghargaan Indeks Kelola ini bertujuan antara lain untuk mendorong penggunaan APBD yang sejalan dengan agenda bangsa dan negara, seperti di bidang pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, dan pertumbuhan ekonomi.

Indeks Kelola juga untuk mendorong kompetisi para pemimpin daerah dalam mewujudkan pengelolaan APBD yang efektif, sekaligus untuk memberi apresiasi pemimpin daerah yang sukses mengelola APBD-nya. Diharapkan kegiatan ini akan memacu pemerintah daerah untuk meningkatkan efektivitas dan optimalisasi dalam penggunaan APBD.

Penyelenggara penghargaan ini sendiri ialah Katadata, yang didukung oleh lembaga Jari Ungu dan sejumlah ahli ekonomi independen, yang sebelumnya telah menyusun beberapa kategori Indeks Kelola yang merupakan Kinerja dan Efektivitas Pengelolaan APBD. Pelibatan tim ahli independen untuk memastikan bahwa desain kegiatan dan metodologi dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan operasional.

Tim ahli adalah individu dengan keahlian tertentu yang relevan dengan penyusunan metodologi dan indeks/indikator pembangunan daerah, terdiri dari Dr Elan Satriawan, M.Ec, Doktor jebolan Michigan State University. Ini merupakan pengajar pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada. Sekaligus sebagai Kepala Pokja Pemantauan dan Evaluasi Tim Nasional Percepatan Pemberantasan Kemiskinan (TNP2K).

Berikutnya ada Dr Rimawan Pradiptyo, M. Sc, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada lulusan Universitas of York, Inggris. Tercatat memiliki sederet pengalaman mengelola data, antara lain sebagai Deputi Bidang Database dan Publikasi, Pelatihan dan Penelitian di bidang Ekonomi dan Bisnis (P2EB) UGM.

Selanjutnya ada Dr Gumilang Aryo Sahadewo, M.A yang mengecap pendidikan di Boston University, serta University of Pittsburgh, Pennsylvania, sekaligus salah satu Staf pengajar di Universitas Gadjah Mada.

Penghargaan Indeks Kelola sendiri didasari fakta banyaknya daerah yang dianggap masih kurang efektif dalam mengelola APBD. Misalnya dominasi APBD untuk belanja pegawai 37 persen, sedangkan untuk belanja modal hanya 20 persen. Selain itu, masih banyak daerah yang belum melaksanakan anggaran mandatory atau wajib sesuai dengan Undang-Undang, seperti 20 persen untuk anggaran pendidikan atau 10 persen untuk anggaran kesehatan.

Hal ini menjadi dasar Penghargaan Indeks Kelola, dimana daerah yang berhasil mengelola APBD secara efektif dan mampu menjalankan mandatory sesuai undang-undang patut mendapatkan apresiasi, sekaligus didorong untuk berbagi strategi bagaimana membangun daerah akan memberikan berbagai implikasi positif.

Malam penghargaan menghadirkan para pembicara, yakni Kepala Staff Kepresidenan Republik Indonesia, Jenderal (Purn) Moeldoko, Menteri Dalam Negeri RI Tjahyo Kumolo beserta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Bappenas Prof Dr Bambang P.S. Brodjonegoro. (why)


BACA JUGA

Jumat, 15 Februari 2019 15:17

Sudah 29 Kotak Suara Ditemukan Rusak Dalam Proses Perakitan

MARABAHAN - Dijaga pihak kepolisian, Proses perakitan kotak suara terus…

Jumat, 15 Februari 2019 15:13

Salut!! Tradisi Bahalarat Masih Eksis di Ulu Benteng

MARABAHAN - Memasuki musim tanam, Warga Ulu Benteng, Kecamatan Marabahan…

Jumat, 15 Februari 2019 14:32

Tak Main-main, Pengkot PTMSI Tunjuk Pelatih dari Binpres

BANJARMASIN – Pengurus Kota Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (Pengkot…

Jumat, 15 Februari 2019 11:48

TAK DIBAYAR..! Ini Ternyata Motivasi Petugas Haul Abah Guru Sekumpul

MARTAPURA – Haul Ke-14 Abah Guru Sekumpul digelar 9-10 Maret…

Jumat, 15 Februari 2019 11:46

BANUA PEDIA: Kambang Sarai, Kerajinan Spesialis Acil Kampung Kembang

MARTAPURA – Ada istilah kambang barenteng dan kambang sarai. Keduanya…

Jumat, 15 Februari 2019 11:44

BANUA PEDIA: Legenda Nini Randa, Nenek Moyang Parentengan Kampung Bunga Bincau

MARTAPURA – Sebagian besar bunga yang dijajakan di pasar, sekitar…

Jumat, 15 Februari 2019 11:41

Kapolda Kalsel Terjun ke Lapangan Pantau Logistk Pemilu 2019

BANJARMASIN - Kiriman surat suara pertama tiba di Pelabuhan Trisakti,…

Jumat, 15 Februari 2019 11:39

Berikut Desa Pengasil Kembang di Kabupaten Banjar

MARTAPURA – Sentra kembang Kabupaten Banjar sering disebut kampung kembang.…

Jumat, 15 Februari 2019 11:33

Kecewa Berat, Caleg Sebut Bawaslu Tebang Pilih Dalam Menindak

Baliho milik Partai Nasdem diturunkan di Amuntai. Semua pihak bersuara,…

Jumat, 15 Februari 2019 11:12

BANUA PEDIA: Mengenal Istilah Kambang Barenteng Khas Martapura

MARTAPURA – Kabupaten Banjar punya Kampung Kembang. Dari situ mengemuka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*