MANAGED BY:
MINGGU
17 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 01 Desember 2018 09:13
Alasan Tak Cukup Miskin, Ribuan Pelajar di Banjarmasin Gagal Peroleh KIP
KAYUH JUKUNG: Pelajar SDN Basirih 10 melawan arus Sungai Jelai untuk pergi ke sekolah. Ribuan pelajar di Banjarmasin gagal memperoleh bantuan KIP karena masalah akurasi data.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Selama tahun 2018 ada 4.686 siswa SD dan SMP di Banjarmasin yang telah dicoret dari usulan penerima KIP (Kartu Indonesia Pintar). Pusat menolaknya karena alasan mereka tak cukup miskin untuk dibantu.

Dinas Pendidikan Banjarmasin sempat menyatakan tak ada koordinasi dengan Dinas Sosial Banjarmasin. Padahal, basis data terpadu untuk masyarakat miskin kota ada di sana.

Data inilah yang selama ini dipakai untuk pengucuran bantuan pengaman sosial. Sebut saja PKH (Program Keluarga Harapan).

Kepala Dinsos Banjarmasin, Esya Zain menolak untuk disalahkan. Dia menyebut masalah ini berada di hulu, bukan di hilir.

"Pangkal masalahnya adalah perbedaan kebijakan di level pusat. Masalah kemiskinan ditangani Kementerian Sosial. Sementara KIP ini urusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," ujarnya.

Sebagai contoh, usulan penerima KIP disusun oleh setiap sekolah. Bukan berdasarkan data kemiskinan terbaru. Padahal data ini berubah dengan sangat cepat.

Mengingat ada saja warga miskin yang telah meninggal dunia, pindah alamat, atau kesejahteraannya membaik dan berhasil keluar dari jerat kemiskinan.

"Misalkan saja SMAN 1 dan SMAN 2 dari Mulawarman mengajukan usulan penerima KIP. Keduanya adalah sekolah favorit dan ternama di Banjarmasin. Secara logika, enggak ada siswa mereka yang benar-benar miskin," imbuhnya.

Untuk menyatakan seseorang miskin, Kemensos telah menyusun belasan indikator. Dulu ada sebanyak 14 indikator. Belakangan ditambah menjadi 20 indikator. Semakin banyak dan semakin rumit.

Yang diukur bukan cuma penghasilan bulanan. Tapi juga menilai kelayakan tempat tinggal, akses sanitasi (toilet), pemenuhan asupan gizi keluarga, hingga ada atau tidaknya lansia non produktif di rumah tersebut.

"Nah, sekarang Disdik menyusun datanya berdasarkan usulan kepala sekolah. Mereka bilang itu miskin, sementara dalam standar kami tidak. Akhirnya distribusi KIP menjadi bermasalah," tukas Esya.

Dia berharap, antar kementerian mau duduk bersama. Karena jika terus begini, masalah serupa akan terus berulang dari tahun ke tahun. Bukan hanya terjadi di Banjarmasin, tapi juga di Indonesia. Harus ada solusi bernas pada tahun depan.

Perlu diketahui, dari peta kemiskinan yang dirilis Dinsos pada pertengahan Oktober tadi, ada 39.536 keluarga miskin di Banjarmasin. Terbanyak berada di Banjarmasin Selatan dengan 11.417 keluarga miskin. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Minggu, 17 Februari 2019 14:38

Mohon Bersabar, Perbaikan Pipa PDAM Bandarmasih Terhambat

BANJARMASIN -- - Perbaikan pipa milik PDAM Bandarmasih di Jalan…

Sabtu, 16 Februari 2019 20:51

Dishub Bakal Sulap Murjani Menjadi Lahan Parkir Haul Sekumpul

BANJARBARU - Pelaksanaan Haul Guru Sekumpul ke-14 paa 10 Maret…

Sabtu, 16 Februari 2019 15:41

Imbau Parkir di Murjani, Dishub Siagakan Lima Bus untuk Antar-Jemput Jamaah Haul ke Martapura 

BANJARBARU --  Lapangan Murjani Banjarbaru akan jadi alternatif pilihan lahan…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:36

Kebocoran Pipa PDAM Bandarmasih Berdampak ke 100 Ribu Pelanggan

BANJARMASIN - Warga Jalan Gubernur Syarkawi disuguhi tontonan luar biasa,…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:32

Paman Birin Berbagi Ilmu Baris-berbaris

BANJARBARU - Ada suasana berbeda usai senam bersama Aparatur Sipil…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:27

Darurat DBD, RS Sampai Kehabisan Kamar dan Stok Darah

BANJARBARU - Melonjaknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Banjarbaru,…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:19

BPJS: Kami Sudah Habis Digoreng

BANJARMASIN - Tunggakan BPJS Kesehatan di rumah sakit terus bermunculan…

Sabtu, 16 Februari 2019 09:52

Orang Tua Murid Tidak Terima Anaknya Dijambak Oknum Guru Olahraga

BANJARBARU - Dugaan sikap kasar seorang oknum guru kepada muridnya…

Sabtu, 16 Februari 2019 09:27

Kesal Jalan Belum Diperbaiki, Warga Tanam Pohon Pisang

MARTAPURA – Mungkin karena kecewa dan keburu kesal, warga Jalan…

Sabtu, 16 Februari 2019 09:18

Menurut Bambang Durasi Uji Petik Seharusnya Lebih Lama

BANJARMASIN – Uji petik pungutan pajak tempat hiburan (THM) sudah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*