MANAGED BY:
RABU
24 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Sabtu, 01 Desember 2018 13:26
Polisi Reka Ulang Pembunuhan Rahmadi, Begitu Sadis Perlakuan Amat

Korban Sempat Ucapkan "Beingat" / "Nyebut" ke Pelaku

REKONSTRUKSI: Muhammad Safrudin alias Amat menjalani reka ulang, Jumat (30/11) kemarin.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Benar-benar sadis bagaimana Muhammad Safrudin alias Amat pelaku pembunuhan pemenggal kepala Rahmadi alias Madi yang merupakan temanya sendiri.

Jumat (30/11) siang penyidik Polres Banjar, melakukan proses penyidikan lanjutan dengan menggelar reka ulang adegan.

Lokasi tiga tempat, di Halaman Polsek Sungai Tabuk dan Lokasi Kejadian Perkara (TKP) dan Jembatan Sungai Pinang, menggambarkan tentang bagaimana pelaku membuang kepala korban di Jembatan Barito.

Proses rekontruksi berjalan cukup lama. Tiga lokasi tempat rekon, menjadi tontonan warga, terutama di di Desa Lok Baintan Dalam R2 Tatah Bujur, Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar.

Pengamanan dan pengawalan sangat ketat untuk melancarkan proses reka ulang. Ada 78 adegan diperagakan pelaku, semula dari mereka janjian hingga bagaimana dia memenggal kepala korban.

Peran korban diperagakan anggota Reskrim Polres Banjar, dan dipantau Kasat Reskrim Polres Banjar AKP Sofyan dan Kapolsek Sungai Tabuk AKP Idit Aditya.

Selain itu Kasi Pidum Kejari Martapura Apriadi dan dua orang jaksa turut memantau proses reka ulang yang berlangsung selama tiga jam.

Pelaku dengan santai dan detil memberikan contoh awal dia hendak menebas leher korban, seperti sebelum mengambil parang dia lepas jaket.

Pelaku menggunakan baju tahanan berwarna biru tua bernomor 067 dan memakai penutup wajah. Terlihat bola mata sebelah kanan pelaku merah dan dia hanya mengenakan sendal jepit.

Tergambar, berangkat dari indekosnya di Bati-bati, dia sudah meniatkan akan menghabisi korban Madi. Parang dan baju ganti sudah disiapkan dalam tasnya.

Dari Bati-Bati, pelaku diantar oleh rekannya Hajrin, sedangkan korban sudah menunggu di bundaran Liang Anggang, dengan maksud sama-sama menuju Kalimantan Tengah, untuk melamar pekerjaan, Senin (19/11) malam sekira pukul 21.00 Wita.

Keduanya lalu berboncengan menuju Kalteng. Setelah perjalanan cukup jauh, pelaku berpura-pura ingin kencing dan meminta korban menghentikan laju motornya untuk menepi.

Sesampai di lokasi, korban juga ikut buang air kecil. Seusai menunaikan hajat, korban menunduk dan handphone-nya jatuh. Saat itulah Amat mengambil parang di dalam tas dan mengayunkan parang yang mengenai leher belakang korban. Itu tergambar di adegan 25.

Penganiayaan menggunakan senjata tajam itu terus berlangsung hingga adegan 47. Korban sempat menyuarakan perkataan “Beingat” ke pelaku setelah terluka, juga sempat mencekik pelaku.

Korban yang ternyata juga membawa pisau cutter di pinggang, berusaha melawan, tetapi berhasil direbut pelaku.

Pelaku yang sudah kalap mata terus mengayunkan parang sembari menindih korban hingga gagangnya terlepas. Sebagai gantinya, pelaku melepas baju dan melilitkan ke parang. Ia meneruskan aksi sadisnya, tiga tebasan membuat leher korban terlepas.

Kepala korban dimasukkan dalam kantong plastik dan dimasukkan ke dalam tas korban. Isinya, lembaran berkas lamaran dipindah ke tas pelaku, beserta dompet.

Penghujung reka ulang, usai membunuh pelaku bercebur ke anak sungai, sekitar 10 meter dari lokasi dia menghabisi nyawa Rahmadi alias Madi. Dia mandi untuk membersihkan badannya dari bercak darah, selesai itu dia lalu berganti pakaian.

Ia meneruskan perjalanan ke arah Kalteng dan melemparkan tas berisi kepala korban ke Pulau Bakut, kawasan Jembatan Barito, juga parangnya.

Kasat Reskrim AKP Sofyan, mewakili Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete menjelaskan dalam reka ulang kasus memang ada beberapa perbedaan dalam keterangan yang sebelumnya 30 pertanyaan dicecarkan ke pelaku, namun itu tidak terlalu banyak dan berpengaruh.

“Ada banyak penambahan adegan dan itu sesuai alur untuk mendetilkan kejadian sebenarnya seperti apa dan bagaimana.  Dari 78 adegan, diperagakan mulai dari timbulnya niat, keluar rumah, pembunuhan dan pembuangan kepala,” terang Sofyan.

Dijelaskan Sofyan, untuk motifnya pelaku sakit hati, dikarenakan setiap hari jika bertemu sering di-bully, diejek dan dihina dengan perkataan kasar.

“Pelaku kita sangkakan dengan jeratan pasal 340 KUHP dengan pembunuhan berencana, ancaman hukuman seumur hidup. Karena kami lihat unsur berencana itu dari awal,” tegasnya.

Terpisah Kasi Pidum Banjar Apriadi, menjelaskan pihaknya akan mempelajari dan memperdalam kasus menonjol seperti ini.

Dengan reka ulang ini salah satu fungsi memperjelas posisi kasus, yang diambil dari keterangan saksi dan tersangka yang akan dituangkan ke dalam berkas perkara.

“Nanti kita lihat apakah nanti berkas apakah perlu ditambahkan atau dinyatakan lengkap. Dan pihaknya kami akan mendalam lagi menentukan pasal ini, apa cukup pasal 340 atau pasal lain yang terkait,” tutupnya. (lan/by/bin)


BACA JUGA

Selasa, 23 Juli 2019 16:26

Sopir Tronton yang Langgar U Turn di Pal 29 jadi Tersangka, Ternyata Dia Warga Bekasi

BANJARBARU - Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Banjarbaru pada…

Selasa, 23 Juli 2019 08:54

Sepuluh Rumah dan Kubah Dingin Hangus di Daha Selatan HSS

KANDANGAN – Warga Desa Pasungkan, Kecamatan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai…

Selasa, 23 Juli 2019 08:37

Pelajar Kelas 5 SD Ditemukan Mengapung di Bawah Jembatan Besi Sungai Kuin

BANJARMASIN - Menghilangnya Muammar Khadafi terjawab sudah. Pelajar kelas V…

Selasa, 23 Juli 2019 08:26

KONI Banjarbaru Tersandung Dana Hibah, Nilainya Capai 6,7 Miliar Rupiah, Begini Penjelasan Pihak Terkait

BANJARBARU - Kejaksaan Negeri Banjarbaru memilih waktu yang spesial untuk…

Senin, 22 Juli 2019 12:36

Anak SD Berlarian, Gudang Penyimpanan Galam Terbakar

RANTAU - Begitu ada asap membubuk anak-anak sekolah dasar (SD)…

Senin, 22 Juli 2019 12:08

Diduga Balapan Liar di Pal 4, Enam Motor Diamankan

BANJARMASIN - Enam buah motor berbagai jenis milik diduga pembalap…

Senin, 22 Juli 2019 11:52

Jual Gas Melon Kemahalan, Marjuni Diamankan Aparat

AMUNTAI – Gara-gara menjual harga gas LPG 3 Kg melebihi…

Senin, 22 Juli 2019 11:12

Ngeri, Pelajar Pria Diduga Cabuli Bocah di Kotabaru

KOTABARU - Sabtu (20/7) tadi, dua sekawan bocah berusia lima…

Senin, 22 Juli 2019 10:10

Mengaku Polisi dengan Pistol Mainan, Begal ini Ditangkap

BANJARMASIN - Muhammad Rizki Ramadani alias Dani akhirnya diringkus. Selama…

Senin, 22 Juli 2019 06:52

Minibus Seruduk Truk Kontainer di Pal 29

BANJARBARU - Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan A Yani…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*