MANAGED BY:
KAMIS
21 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Senin, 03 Desember 2018 10:25
Tidak Ajukan Eksepsi, PJU Hadirkan Enam Saksi Sekaligus

Sidang Tindak Pidana Korupsi Dua Mantan Kadishub

Foto ilustrasi

PROKAL.CO, BANJARBARU - Sidang dugaan korupsi parkir Pasar Ulin Raya, Landasan Ulin, dengan terdakwa dua mantan Kadishub Banjarbaru, Ahmad Jayadi dan Antoni Arpan Senin (3/12) hari ini kembali digelar di PN Tipikor Banjarmasin.

Pada sidang kedua ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Banjarbaru akan menghadirkan sejumlah saksi. Lantaran, dalam sidang pembacaan dakwaan Kamis (29/11) tadi para terdakwa kompak tidak mengajukan eksepsi.

"Karena kedua terdakwa tidak mengajukan eksepsi, kita lanjut ke tahap keterangan saksi-saksi. Sudah ada saksi yang kita siapkan," kata Kasi Tindak Pidana Khusus (Tipidsus), Mahardika PW Rosady kepada Radar Banjarmasin.

Untuk jumlah saksi yang dihadirkan, dia mengungkapkan pihaknya berencana menghadirkan enam orang sekaligus. "Enam saksi ini ada tiga orang dari pemerintah dan sisanya dari sipil. Untuk identitasnya kami tidak bisa menyebutkannya," jawabnya.

Sebelumnya, Mahardika kala usai sidang Tipikor perdana mengatakan kemungkinan akan menghadirkan dua orang saksi. Lantas kenapa menjadi enam orang? Dirinya menyebut ini demi efisiensi proses persidangan.

"Agar lebih cepat. Total saksi kemungkinan bisa 20 orang lebih. Jadi saksi selanjutnya kita rencanakan enam orang lagi, sehingga minimal Januari sudah selesai sidangnya," terangnya.

Coba dikorek soal seberapa pamungkas saksi-saksi yang dihadirkan, terhadap penunjang dan pembuktian dakwaan pihak JPU. Mahardika enggan berkomentar lebih jauh. "Nanti kita lihat saja keterangan mereka di persidangan," singkatnya.

Saat ini kedua terdakwa berstatus tahanan pengadilan. Mereka dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Banjarbaru semenjak ditahan Jumat (19/11) lalu.

Mereka diduga terlibat dalam kasus korupsi retribusi parkir Pasar Ulin Raya, Landasan Ulin yang sebelumnya telah menyeret tersangka lainnya, Sofyan Arifin dan Rina Lestari Arimbi. Keduanya merupakan Direktur dan Manajer Operasional CV Nadya Parkatama, pihak ketiga yang mengelola parkir sejak tahun 2009.

Ahmad Jayadi dan Antoni Arpan sendiri disangkakan melanggar UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Kasus dugaan korupsi ini sendiri dikatakan merugikan negara sebesar 1,06 miliar. (rvn/al/ris)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*