MANAGED BY:
RABU
19 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 03 Desember 2018 12:33
Dianggap Terlalu Cepat, DE Walhi Khawatirkan Muncul Masalah Baru
GUNUNG MEARTUS: Seorang warga melintas di jembatan gantung berlatarbelakang Pegunungan Meratus di Hulu Sungai Tengah.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Pegunungan Meratus sudah resmi menjadi Geopark Nasional. Pemerintah pusat melalui Menteri Pariwisata, Arif Yahya resmi menyerahkan sertifikat geopark nasional, Jumat lalu (30/11). 

Lalu, apa tahapan selanjutnya usai ditetapkannya Geopark Meratus ini?

Kepala Bidang Air Tanah Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) Kalsel, Ali Mustofa mengungkapkan Program pengembangan geopark Meratus sedang dibuat Pemprov Kalsel.

Sejauh ini, Pemprov memang cukup gesit. Geopark Pegunungan Meratus terbilang cepat menjadi geopark nasional. Pemprov hanya butuh waktu kurang lebih satu tahun mempersiapkan segala persyaratan.

Saat ini, Pemprov Kalsel menyiapkan dokumen geoheritage untuk penetapan kawasan cagar alam geologi (KCAG). Dokumen geoheritage ini salah satunya terkait geosite atau wisata yang terbentuk dari susunan geologi, biologi dan kebudaayan.

“Yang dapat dijadikan sebagai geopark internasional akan di lakukan pengembangan. Sehingga tak hanya menjual untuk wisatawan lokal. Namun, diminati pula oleh wisatawan mancanegara,” cetusnya.

Ali mengungkapkan, di Pegunungan Meratus sendiri ada penggalan kerak samudera tertua di Indonesia, atau ofiolit. Temuan ini nantinya dapat dijadikan sebagai penelitia juga sebagai tempat wisata masyarakat.

Pemprov juga dalam waktu dekat akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar,“Ini untuk ekonomi berkelanjutan masyarakat. Khususnya warga di sekitar geopark,” bebernya.

Berbicara perputaran uang yang nantinya di prediksi akan terjadi, Ali menerangkan, semua akan melibatkan masyarakat sekitar dengan melibatkan Dinas Pariwisata sebagai pengelola pariwisata daerah.

“Kelompak sadar wisata (Pokdarwis) di daerah masing-masing yang nantinya turut mendapatkan hasilnya,” kata Ali.

Geopark Pegunungan Meratus sendiri terdiri dari 36 geosite yang tersebar di 10 daerah. Beberapa geosite itu diatarnya ada di Tahura Sultan Adam, Goa Batu Hapu, Bukit Kayangan, dan Air Panas Batu Mandi.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono mengaku kaget ditetapkannya Pegunungan Meratus sebagai geopark nasional. Dia menilai, keputusan Pemprov Kalsel menjadikan kawasan Meratus sebagai geopark terlalu cepat.

Padahal, masih ada beberapa masalah yang belum terselesaikan di kawasan itu. "Seharusnya selesaikan dulu permasalahan yang ada di sana. Salah satunya, belum diakuinya wilayah adat Dayak Meratus," ucapnya.

Menurutnya, sebelum pemerintah membuat kawasan geopark di Pegunungan Meratus. Yang pertama dilakukan ialah berupaya agar wilayah adat Dayak Meratus diakui negara. Supaya, terbentuk lembaga adatnya.

"Kalau wilayah adat sudah diakui. Pemerintah tinggal mengajak berunding para lembaga adat dan masyarakat adat di sana dalam penetapan geopark. Jangan tiba-tiba sudah dapat sertifikatnya, tanpa berkoordinasi dengan pihak terkait," ucapnya.

Keputusan pemerintah menetapkan Pegunungan Meratus sebagai geopark nasional, tanpa berunding dengan masyarakat sekitar dan pihak terkait lainnya ditakutkan akan memunculkan masalah baru. Seperti, konflik teritorial atau perbatasan wilayah dan konflik agraria.

"Padahal masyarakat dayak Meratus sudah terbukti mampu menjaga dan mengelola kawasan Meratus dari sebelum merdeka sampai sekarang, dengan baik. Seharusnya, pengakuan wilayah adat dulu. Baru penetapan geopark," pungkasnya.

Seperti diketahui, selain Meratus,  sertifikat geopark nasional juga diberikan ke Silokek, Sianok Maninjau, Sawahlunto, Natuna, Pongkor, Karangsambun, Karangbolong, Banyuwangi.

Dengan pengakuan delapan lokasi tersebut, hingga kini Indonesia tercatat memiliki total 15 Geopark Nasional.

Sebelumnya, sudah ada Gunung Kaldera Toba di Sumatera Utara, Gunung Merangin di Jambi, dan Gunung Belitong di Bangka Belitung. Kemudian Gunung Bojonegoro di Jawa Timur, Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat, Gunung Maros di Sulawesi Selatan, dan Gunung Raja Ampat di Papua Barat.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan ada lima kategori penilaian Geopark Nasional. Pertama geologi dan bentang alam yang meliputi kawasan, geokonservasi, serta warisan geologi dan budaya.

”Kemudian struktur kepengurusan (25%), penafsiran dan pendidikan lingkungan, geowisata, serta pembangunan ekonomi regional yang berkelanjutan,” ucapnya. 

“Geopark juga menjadi daya tarik pariwisata unggulan Indonesia yang bisa memberikan kontribusi signifikan bagi kunjungan wisman,” ungkap Arief.

Dia menilai potensi geopark bisa dikombinasikan dengan daya tarik ekowisata. Untuk itu, Kemenpar gencar melakukan kerjasama dengan negara-negara UNESCO Global Geopark, seperti China dan Malaysia.


BACA JUGA

Selasa, 18 Desember 2018 12:40

Perjuangan Rosyadi Mengenalkan Gua Limbuhang Haliau ke Publik Wisata

Sepekan usai Muhammad Rosyadi beserta sejumlah pemuda desa meresmikan objek…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:50

Sisi Lain Pelatih Tinju kalsel, Arbain

Menjadi pelatih tinju rupanya bukan satu-satunya pekerjaan yang digeluti oleh…

Sabtu, 15 Desember 2018 09:55

Berawal Ketiadaan Toilet Buat Kencing, Berdirilah Galeri Unik Ini

Apa yang dilakukan oleh warga RT 05 RW 02 Kelurahan…

Jumat, 14 Desember 2018 14:46

Moses Sulap Puing Kayu Menjadi Seni Bernilai Tinggi

Beri Moses Foresto puing-puing kayu, dia bisa menjadikannya apa saja.…

Kamis, 13 Desember 2018 13:20

Bekali Santri Keterampilan Untuk Hadapi Tantangan Zaman

Nyantri bukan melulu tentang ngaji. Di Pondok Pesantren Nurul Muhibbin,…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:45

Tidak Mudah, Honorer Ini Pantau CCTV di Menara Pandang Hingga Larut Malam

Di depan layar monitor yang lebarnya tak lebih lebar dari…

Sabtu, 08 Desember 2018 09:03
Kisah Bocah-bocah Penjual Buku Mewarnai di Banjarmasin

Demi Sesuap Nasi Mereka Sampai Dikejar-Kejar Satpol PP

Mobil partoli Satpol PP Kota Banjarmasin melintas di perempatan Jalan…

Jumat, 07 Desember 2018 11:31

Jejak Laskar Pelangi di Banua (2)

Belajar di gudang kecil kadang membuat siswa SD Dusun Munggu…

Kamis, 06 Desember 2018 13:02

Jejak Laskar Pelangi di Banua

Hanya 12 siswa dan satu gedung kecil. Tapi mereka semangat…

Rabu, 05 Desember 2018 12:25

Gol A Gong Berbagi Motivasi ke Penulis Muda Balangan

Yang mengalami masa remaja di era 80’ dan 90’ an,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .