MANAGED BY:
SENIN
17 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 03 Desember 2018 12:33
Dianggap Terlalu Cepat, DE Walhi Khawatirkan Muncul Masalah Baru
GUNUNG MEARTUS: Seorang warga melintas di jembatan gantung berlatarbelakang Pegunungan Meratus di Hulu Sungai Tengah.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Pegunungan Meratus sudah resmi menjadi Geopark Nasional. Pemerintah pusat melalui Menteri Pariwisata, Arif Yahya resmi menyerahkan sertifikat geopark nasional, Jumat lalu (30/11). 

Lalu, apa tahapan selanjutnya usai ditetapkannya Geopark Meratus ini?

Kepala Bidang Air Tanah Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) Kalsel, Ali Mustofa mengungkapkan Program pengembangan geopark Meratus sedang dibuat Pemprov Kalsel.

Sejauh ini, Pemprov memang cukup gesit. Geopark Pegunungan Meratus terbilang cepat menjadi geopark nasional. Pemprov hanya butuh waktu kurang lebih satu tahun mempersiapkan segala persyaratan.

Saat ini, Pemprov Kalsel menyiapkan dokumen geoheritage untuk penetapan kawasan cagar alam geologi (KCAG). Dokumen geoheritage ini salah satunya terkait geosite atau wisata yang terbentuk dari susunan geologi, biologi dan kebudaayan.

“Yang dapat dijadikan sebagai geopark internasional akan di lakukan pengembangan. Sehingga tak hanya menjual untuk wisatawan lokal. Namun, diminati pula oleh wisatawan mancanegara,” cetusnya.

Ali mengungkapkan, di Pegunungan Meratus sendiri ada penggalan kerak samudera tertua di Indonesia, atau ofiolit. Temuan ini nantinya dapat dijadikan sebagai penelitia juga sebagai tempat wisata masyarakat.

Pemprov juga dalam waktu dekat akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar,“Ini untuk ekonomi berkelanjutan masyarakat. Khususnya warga di sekitar geopark,” bebernya.

Berbicara perputaran uang yang nantinya di prediksi akan terjadi, Ali menerangkan, semua akan melibatkan masyarakat sekitar dengan melibatkan Dinas Pariwisata sebagai pengelola pariwisata daerah.

“Kelompak sadar wisata (Pokdarwis) di daerah masing-masing yang nantinya turut mendapatkan hasilnya,” kata Ali.

Geopark Pegunungan Meratus sendiri terdiri dari 36 geosite yang tersebar di 10 daerah. Beberapa geosite itu diatarnya ada di Tahura Sultan Adam, Goa Batu Hapu, Bukit Kayangan, dan Air Panas Batu Mandi.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono mengaku kaget ditetapkannya Pegunungan Meratus sebagai geopark nasional. Dia menilai, keputusan Pemprov Kalsel menjadikan kawasan Meratus sebagai geopark terlalu cepat.

Padahal, masih ada beberapa masalah yang belum terselesaikan di kawasan itu. "Seharusnya selesaikan dulu permasalahan yang ada di sana. Salah satunya, belum diakuinya wilayah adat Dayak Meratus," ucapnya.

Menurutnya, sebelum pemerintah membuat kawasan geopark di Pegunungan Meratus. Yang pertama dilakukan ialah berupaya agar wilayah adat Dayak Meratus diakui negara. Supaya, terbentuk lembaga adatnya.

"Kalau wilayah adat sudah diakui. Pemerintah tinggal mengajak berunding para lembaga adat dan masyarakat adat di sana dalam penetapan geopark. Jangan tiba-tiba sudah dapat sertifikatnya, tanpa berkoordinasi dengan pihak terkait," ucapnya.

Keputusan pemerintah menetapkan Pegunungan Meratus sebagai geopark nasional, tanpa berunding dengan masyarakat sekitar dan pihak terkait lainnya ditakutkan akan memunculkan masalah baru. Seperti, konflik teritorial atau perbatasan wilayah dan konflik agraria.

"Padahal masyarakat dayak Meratus sudah terbukti mampu menjaga dan mengelola kawasan Meratus dari sebelum merdeka sampai sekarang, dengan baik. Seharusnya, pengakuan wilayah adat dulu. Baru penetapan geopark," pungkasnya.

Seperti diketahui, selain Meratus,  sertifikat geopark nasional juga diberikan ke Silokek, Sianok Maninjau, Sawahlunto, Natuna, Pongkor, Karangsambun, Karangbolong, Banyuwangi.

Dengan pengakuan delapan lokasi tersebut, hingga kini Indonesia tercatat memiliki total 15 Geopark Nasional.

Sebelumnya, sudah ada Gunung Kaldera Toba di Sumatera Utara, Gunung Merangin di Jambi, dan Gunung Belitong di Bangka Belitung. Kemudian Gunung Bojonegoro di Jawa Timur, Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat, Gunung Maros di Sulawesi Selatan, dan Gunung Raja Ampat di Papua Barat.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan ada lima kategori penilaian Geopark Nasional. Pertama geologi dan bentang alam yang meliputi kawasan, geokonservasi, serta warisan geologi dan budaya.

”Kemudian struktur kepengurusan (25%), penafsiran dan pendidikan lingkungan, geowisata, serta pembangunan ekonomi regional yang berkelanjutan,” ucapnya. 

“Geopark juga menjadi daya tarik pariwisata unggulan Indonesia yang bisa memberikan kontribusi signifikan bagi kunjungan wisman,” ungkap Arief.

Dia menilai potensi geopark bisa dikombinasikan dengan daya tarik ekowisata. Untuk itu, Kemenpar gencar melakukan kerjasama dengan negara-negara UNESCO Global Geopark, seperti China dan Malaysia.


BACA JUGA

Rabu, 12 Juni 2019 12:00
Suka-Duka Sipir Muda Wanita di Dalam Lembaga Pemasyarakatan

Para Perempuan Ini Kerap jadi Tempat Napi Curhat

Tak mudah kerja di penjara. Apalagi bagi kaum hawa. Banyak…

Selasa, 11 Juni 2019 17:00
Inilah Panta, Minuman Kebanggaan Generasi 80-an

Panta 'Legend' Kini Cuma Diolah Berdasarkan Pesanan

Panta sebenarnya minuman tradisional. Pada masanya, usaha rumahan pembuatan Panta…

Selasa, 11 Juni 2019 10:27
Melihat Dari Dekat Sisa Banjir Bandang Pulau Laut

Nyawa Hampir Melayang, Embung Kering Mendadak

Sabtu pagi itu Fatimah baru saja usai selamatan. Barang-barang berserakan.…

Senin, 10 Juni 2019 17:45
Sarjana Pendamping Desa Sulap Rumah Pribadi untuk Objek Foto Selfie

Buka Setiap Hari, Mau Foto Harus Janjian Dulu

Ide sarjana pendamping desa (Samping Desa) di Kabupaten Hulu Sungai…

Senin, 03 Juni 2019 11:25
Ketua MUI Banjar KH Fadlan Asyari Bercerita Momen-Momen Istimewa Sewaktu Merawat Guru Sekumpul di Surabaya

Terharu Saksikan Kesabaran Guru Hadapi Penyakit

Ketua MUI Banjar KH Fadlan Asy’ari masih bersepupu dengan KH…

Senin, 03 Juni 2019 09:26
Jadi Orang Tua Asuh Sehari ala IBC

Belikan Baju Lebaran

Pernah kah terbayangkan menjadi orang tua asuh dalam sehari saja?…

Sabtu, 01 Juni 2019 12:25
Perjalanan Dakwah Ketua MUI Tanbu KH Muhammad Fadli Muis

Sempat Jualan Minyak Harum Supaya Bisa Beli Kitab

Lahir dari keluarga sederhana, KH M Fadli Muis harus berjuang…

Kamis, 30 Mei 2019 12:08
MELIHAT FENOMENA PESAN MAKANAN ONLINE DI SIANG BULAN PUASA

SAKADUP? SUDAH KUNO!

Tak semua orang tahu lokasi Warung Sakadup. Sudah tahu pun,…

Selasa, 28 Mei 2019 10:41
Ustaz Pitmanuddin, Pembaca Manakib yang Terkenal di Marabahan

Hapal Banyak Cerita Hidup Wali Allah

Sesuai jabatannya sebagai penyuluh agama Islam fungsional KUA Kecamatan Bakumpai,…

Senin, 27 Mei 2019 11:11
Kala Karantina Tahfiz Alquran Mewisuda Ratusan Penghafal Alquran

Hafal 30 Juz Hanya Dalam Satu Bulan

Karantina Tahfiz Al Quran An Nur, Minggu (26/5) kemarin mewisuda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*