MANAGED BY:
RABU
19 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 05 Desember 2018 10:10
Wahh!! Rabiul Awal Jadi Bulan Rezeki Pengrajin Mahar Pernikahan

Menengok Bisnis Mahar Pernikahan di Banjarmasin

PERAJIN MAHAR: Zariah adalah salah satu perajin mahar di kawasan hasanudin HM, Banjarmasin. Belakangan pesanannya meningkat karena bertepatan dengan momentum Maulid Nabi.

PROKAL.CO, Rabiul Awal atau bulannya Maulid Nabi pada penanggalan Hijriah, menjadi bulan rezeki bagi perajin mahar pernikahan. Mereka kebanjiran order. Seperti halnya yang dialami Zariah.

WAHYU RAMADHAN, Banjarmasin

Kerajinan mahar bukanlah hal baru. Seiring berjalannya waktu, ini menjadi bisnis menjanjikan. Karena diburu bagi mereka yang pengin menikah.

Pemesan yang datang bukan cuma dari Kota Banjarmasin. Tapi juga dari luar daerah hingga ke Pulau Jawa.

Jalan Hasanudin HM, Kota Banjarmasin, menjadi salah satu tempat berkumpulnya para perajin mahar untuk pernikahan tersebut.

Nah, salah satu perajin di kawasan tersebut bernama Zariah. Ibu tiga anak itu sudah lama membuka kios di sana.

Kiosnya berukuran sekitar 8 meter persegi. Di dalamnya puluhan kreasi uang mahar dipajang. Mulai dari berbentuk masjid, wajah, wayang, hingga bunga.

Ukurannya pun variatif, mulai dari seukuran kotak kardus mi, hingga sebesar televisi layar datar. Di samping deretan souvenir, tepat di dinding belakang, Zariah tampak sibuk melipat uang kertas dua ribuan.

Menurut Zariah, kerajinan mahar begitu diminati. Sebab, bisa dibuat dengan berbagai bentuk yang unik. Selain itu, pemesan juga bisa memesan sesuai dengan keinginan sendiri. “Tinggal bilang saja, mau dibuat seperti apa," ucapnya.

Belakangan, kiosnya lagi kembajiran orderan. Sebab, momentum bulan Maulid ini kerap dimanfaatkan pasangan untuk melangsungkan pernikahan.

"Ada yang memesan atau membeli langsung. Saya pribadi, bahkan sempat kehabisan stok suvenir yang saya buat beberapa minggu lalu,” akunya. Ia mengaku orderan meningkat dua kali lipat.

Untuk satu mahar jadi, Zariah mematok harga paling murah Rp250 ribu. Yang paling mahal, bisa jutaan rupiah. Tergantung ukuran dan tingkat kerumitan. Bahan dasarnya uang kertas asli dan koin.

Kerajinan melipat uang kertas serta mengkreasikan koin sebagai souvenir pengantin sudah dilakoni Zariah sejak 10 tahun silam. Dipelajarinya secara otodidak, tanpa berguru dengan siapapun.

“Mungkin karena ada darah seni dari ibu yang dahulu bekerja sebagai perajin kain Sasirangan. Dan ayah yang merupakan perajin emas,” ujarnya, seraya tersenyum. Sementara kedua jemarinya terus sibuk melipat-lipat uang dua ribuan menjadi bentuk bunga kecil.

Apa yang dikerjakan Zariah saat ini, memang itulah hobinya. Sebelumnya merangkai mahar, awalnya ia cuma membuat kerajinan tangan berupa kotak untuk diisi suvenir. Kotak yang dibuatnya, dilapisi dengan kain Sasirangan.

Suatu ketika, dia menerima order membuat kotak suvenir. Yang kemudian berlanjut pesanan merangkai mahar.

“Ketika kotak pesanan selesai, ternyata si pemesan menyuruh saya untuk membuat kerajinan uang mahar. Waktu itu, si pemesan berasal dari Jakarta. Saya coba, ternyata si pemesan bilang hasilnya sangat memuaskan. Dari situ kemudian saya tertarik untuk serius di bidang ini,” ceritanya.

Berapa waktu yang dibutuhkan Zariah merangkai mahar? Ternyata tak lama. Bahkan bisa selesai dalam dua jam untuk ukuran standar, sebesar kertas A4.

“Cepat atau tidaknya, tergantung pesanan. Kemudian berdasarkan besar dan kecilnya bentuk benda atau miniatur yang dikerjakan. Kemudian, tingkat kerumitannya,” jelasnya.

Lantas, berapa banyak uang kertas dan koin yang dia perlukan? Zariah menjawab: tergantung pemesan. Artinya, berapapun jumlahnya, bisa dibuat.

Namun, Zariah mengaku kerap menasihati pemesannya. Agar sebaiknya menghemat uang yang dijadikan souvenir. “Kan sayang, kalau uang jumlahnya besar dijadikan souvenir alias hanya dijadikan pajangan,” ucapnya.

Meski begitu, ia mengaku pernah mengerjakan mahar pernikahan yang jumlah uangnya besar. Yakni Rp15 juta. Belakangan dirinya baru sadar umumnya para pemesan berasal dari kalangan pengusaha atau pejabat.

“Yang lucunya, saya pernah diceritakan ketika si pemesan datang lagi ke toko ini. Si pemesan bilang kalau rumahnya sempat dimasuki oleh maling. Dan yang hilang ternyata justru suvenir uang mahar yang belasan juta tadi,” ungkapnya.

Dalam proses pembuatan mahar, bahan utama yakni uang, disediakan oleh Zariah. Kecuali, mata uang yang digunakan adalah mata uang asing. Sementara untuk mempercantik suvenir, biasanya ia menambahkan aksesori yang ia beli dari luar daerah.

“Agar terus berkembang dan tak membuat orang-orang bosan untuk memesan, sebagai perajin tentunya harus terus meningkatkan kualitas. Dan yang juga tak kalah penting, selalu berpikir kreatif agar kerajinan yang kita buat tak monoton,” tuntasnya.

Selain menerima pesanan merangkai mahar, Zariah juga kerap menerima orang yang datang untuk belajar. Mulai dari masyarakat biasa, hingga kalangan mahasiswa. (war/at/nur)


BACA JUGA

Selasa, 18 Desember 2018 12:40

Perjuangan Rosyadi Mengenalkan Gua Limbuhang Haliau ke Publik Wisata

Sepekan usai Muhammad Rosyadi beserta sejumlah pemuda desa meresmikan objek…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:50

Sisi Lain Pelatih Tinju kalsel, Arbain

Menjadi pelatih tinju rupanya bukan satu-satunya pekerjaan yang digeluti oleh…

Sabtu, 15 Desember 2018 09:55

Berawal Ketiadaan Toilet Buat Kencing, Berdirilah Galeri Unik Ini

Apa yang dilakukan oleh warga RT 05 RW 02 Kelurahan…

Jumat, 14 Desember 2018 14:46

Moses Sulap Puing Kayu Menjadi Seni Bernilai Tinggi

Beri Moses Foresto puing-puing kayu, dia bisa menjadikannya apa saja.…

Kamis, 13 Desember 2018 13:20

Bekali Santri Keterampilan Untuk Hadapi Tantangan Zaman

Nyantri bukan melulu tentang ngaji. Di Pondok Pesantren Nurul Muhibbin,…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:45

Tidak Mudah, Honorer Ini Pantau CCTV di Menara Pandang Hingga Larut Malam

Di depan layar monitor yang lebarnya tak lebih lebar dari…

Sabtu, 08 Desember 2018 09:03
Kisah Bocah-bocah Penjual Buku Mewarnai di Banjarmasin

Demi Sesuap Nasi Mereka Sampai Dikejar-Kejar Satpol PP

Mobil partoli Satpol PP Kota Banjarmasin melintas di perempatan Jalan…

Jumat, 07 Desember 2018 11:31

Jejak Laskar Pelangi di Banua (2)

Belajar di gudang kecil kadang membuat siswa SD Dusun Munggu…

Kamis, 06 Desember 2018 13:02

Jejak Laskar Pelangi di Banua

Hanya 12 siswa dan satu gedung kecil. Tapi mereka semangat…

Rabu, 05 Desember 2018 12:25

Gol A Gong Berbagi Motivasi ke Penulis Muda Balangan

Yang mengalami masa remaja di era 80’ dan 90’ an,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .