MANAGED BY:
RABU
19 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 06 Desember 2018 13:02
Jejak Laskar Pelangi di Banua
SEDERHANA: para murid mendengarkan penjelasan guru Lihudin, yang menerangkan pelajaran berhitung. (RASIDI FADLI/RADAR BANJARMASIN)

PROKAL.CO, Hanya 12 siswa dan satu gedung kecil. Tapi mereka semangat belajar setiap hari.

RASIDI FADLI, Rantau

Pagi itu, mesin kendaraan dihidupkan. Lihudin berangkat dari rumahnya di Desa Harakit, Kecamatan Piani. Lelaki berumur 32 tahun itu adalah guru di sebuah SD Filial di Dusun Munggu Ringkit, Kecamatan Piani, yang berbatasan dengan Kabupaten Banjar.

Jarak dusun itu sebenarnya dekat. Namun karena akses terdekat hanya bisa naik gunung dengan berjalan kaki,dia terpaksa harus mengelilingi dua desa untuk sampai ke sekolah.

Dia harus melewati Desa Batung dan Desa Balaiwian dengan jarak tempuh sekitar 13 kilometer. Dia biasa menempuhnya dalam waktu 30 menit.

Sekolah yang dituju itu adalah "cabang" dari SDN Harakit. Jangan bayangkan gedung sekolah dengan fasilitas lengkap. Bangunan yang disebut sekolah itu hanyalah seperti gudang tua kecil dengan genteng seng dan dinding dipenuhi lubang.

Sesampainya di halaman, Lihu --sapaan akrabnya-- rupanya sudah ditunggu para siswa.

"Bapa datang," ucap salah satu murid yang kemudian memanggil teman-temannya menuju bangunan tua itu.

Begitu pintu dibuka, ruangan dalam gudang tua itu menjadi jelas. Ruangan itu hanya berukuran panjang 3 meter dan lebar 6 meter. Selebihnya meja kursi dan papan tulis sederhana. Ada juga beberapa buku pelajaran yang tertumpuk di sudut.

"Meja dan kursi ini dibangun hasil dari swadaya masyarakat di sini," kata Lihu kepada wartawan.

Sebelum berbaris untuk masuk kelas, siswa-siswa yang sudah berkumpul mengambil sapu untuk membersihkan kelas. "Ini memang sudah kebiasaan mereka," bebernya.

Lihu menceritakan sekolah kecil ini bermula di 2016 lalu saat dirinya diangkat menjadi tenaga kontrak dari Dinas Pendidikan untuk mengajar di SDN Harakit. Baru beberapa hari mengajar, ada masyarakat Dusun Munggu Ringkit yang datang kepadanya.

"Bapa Lihu tolong, kami punya anak, tetapi sampai saat ini mereka belum bisa membaca dan menulis," katanya menirukan permintaan masyarakat saat itu. Masyarakat di dusun itu tak sanggup mengantarkan anak-anak mereka sekolah di luar dusun.

Lihu yang tersentuh memberitahukan hal ini kepada Kepala Sekolah. Kepala sekolah mengadakan rapat dengan guru-guru lainnya. Diambil keputusan, akan membangun sekolah cabang di Dusun Munggu Ringkit, dengan Lihu sebagai pengajarnya.

Lihu tak langsung menerima. "Saya sempat berpikir-pikir, karena dari segi biaya dan fasilitas belum lengkap," ucapnya. Dalam hitungannya, setiap bulan dia harus mengeluarkan biaya sekitar 300 ribu untuk transportasi. Gajinya sendiri sebagai guru kontrak hanya sebesar Rp 1,150.000 perbulan.

Dasar memang jiwa pendidik, akhirnya Lihu mengiyakan untuk mengajar di sana. Murid pertamanya hanya lima orang.

"Selama satu bulan mengajar, saya melakukan proses belajar mengajar disebuah gardu saja," ucap ayah dari dua orang anak ini. Saat itu, karena tidak ada papan tulis, anak-anak hanya mendengarkan saja.

"Melihat itu masyarakat sana tergerak untuk membuatkan tempat yang layak untuk belajar," ungkapnya. Ada sebuah gudang terbengkalai yang dibuat oleh pemerintah, masyarakat bergotong royong menyediakan papan, paku, dan membuat meja dan kursi.

"Semua itu, agar gudang ini bisa dipakai untuk proses belajar mengajar," katanya.

Sekarang murid yang belajar di SD Filial ini berjumlah 12 orang, terdiri dari kelas 1 tiga orang, kelas 2 empat orang dan kelas 3 ada lima orang. "Dari 12 murid, ada kakak beradik yang anak berkebutuhan khusus," katanya. (Bersambung)


BACA JUGA

Selasa, 18 Desember 2018 12:40

Perjuangan Rosyadi Mengenalkan Gua Limbuhang Haliau ke Publik Wisata

Sepekan usai Muhammad Rosyadi beserta sejumlah pemuda desa meresmikan objek…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:50

Sisi Lain Pelatih Tinju kalsel, Arbain

Menjadi pelatih tinju rupanya bukan satu-satunya pekerjaan yang digeluti oleh…

Sabtu, 15 Desember 2018 09:55

Berawal Ketiadaan Toilet Buat Kencing, Berdirilah Galeri Unik Ini

Apa yang dilakukan oleh warga RT 05 RW 02 Kelurahan…

Jumat, 14 Desember 2018 14:46

Moses Sulap Puing Kayu Menjadi Seni Bernilai Tinggi

Beri Moses Foresto puing-puing kayu, dia bisa menjadikannya apa saja.…

Kamis, 13 Desember 2018 13:20

Bekali Santri Keterampilan Untuk Hadapi Tantangan Zaman

Nyantri bukan melulu tentang ngaji. Di Pondok Pesantren Nurul Muhibbin,…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:45

Tidak Mudah, Honorer Ini Pantau CCTV di Menara Pandang Hingga Larut Malam

Di depan layar monitor yang lebarnya tak lebih lebar dari…

Sabtu, 08 Desember 2018 09:03
Kisah Bocah-bocah Penjual Buku Mewarnai di Banjarmasin

Demi Sesuap Nasi Mereka Sampai Dikejar-Kejar Satpol PP

Mobil partoli Satpol PP Kota Banjarmasin melintas di perempatan Jalan…

Jumat, 07 Desember 2018 11:31

Jejak Laskar Pelangi di Banua (2)

Belajar di gudang kecil kadang membuat siswa SD Dusun Munggu…

Kamis, 06 Desember 2018 13:02

Jejak Laskar Pelangi di Banua

Hanya 12 siswa dan satu gedung kecil. Tapi mereka semangat…

Rabu, 05 Desember 2018 12:25

Gol A Gong Berbagi Motivasi ke Penulis Muda Balangan

Yang mengalami masa remaja di era 80’ dan 90’ an,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .