MANAGED BY:
RABU
19 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 07 Desember 2018 10:36
Tunggakan BPJS Akibatkan RSD Idaman Banjarbaru Kekurangan Stok Obat
ANTRE OBAT: Suasana di depan loket apotek RSD Idaman Banjarbaru, Kamis (6/12) kemarin. Dampak tunggakan BPJS yang paling dirasakan RSD adalah pada ketersediaan obat.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Setelah beberapa bulan lalu permasalahan tunggakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kepada RSD Idaman Banjarbaru mengemuka. Kali ini polemik serupa kembali mencuat.

Belakangan diketahui bahwa tunggakan BPJS Kesehatan kepada RSD Idaman masih ada. Manajemen RSD Idaman yang diwakili Kabag Tata Usaha, M Firmasnyah membenarkan kabar tersebut.

Saat ditemui kemarin, Firman -panggilan akrabnya- menyebut bahwa klaim dari pihaknya kepada BPJS Kesehatan sebesar Rp4,1 miliar.

"Tunggakan BPJS memang masih ada saat ini. Untuk klaim kami yang jatuh tempo tanggal 6 November belum dibayar, totalnya Rp4,1 Miliar," jawabnya.

Sama halnya seperti yang sebelum-belumnya. Firman mengklaim bahwa tunggakan di bulan Agustus tersebut membuat ketersediaan obat di RS terkendala.

"Dampaknya pembelian obat akan terkendala. Karena memang sistem sekarang jika tidak membayar tagihan obat yang jatuh tempo maka sistem akan mengunci, jadi tidak bisa membeli obat," paparnya.

Padahal kata Firman saat ini pihaknya harus terus membeli obat-obatan lantaran ketersediaan yang ada mulai menyusut. Yang mana berdampak terhadap pelayanan kepada pasien yang ingin berobat.

"Kalau pelayanan tentu terus kita maksimalkan meskipun kondisinya seperti ini. Yang jelas pembelian obat tidak bisa dilakukan lantaran harus membayar tagihan yang jatuh tempo dulu," tambahnya.

Firman pun berharap agar pihak BPJS Kesehatan segera menyelesaikan tunggakan ini. "Jadi mudah-mudahan dalam waktu dekat BPJS (Kesehatan) bisa membayar klaim kami," harapnya.

BPJS Kesehatan kota Banjarbaru sendiri saat coba dikonfirmasi memang mengakui ada keterlambatan pembayaran kepada RSD Idaman tersebut. Alasannya disebutkan lantaran menunggu pencairan dana dari pusat.

"Memang demikian, kita dari masih menunggu pencairan dari pusat, saat ini sudah dalam proses," kata Kepala BPJS Banjarbaru, Yuherlina ketika dikonfirmasi Radar Banjarmasin.

Yuherlina pun menjabarkan bahwa memang hal ini bukan hanya terjadi di daerahnya saja. Melainkan juga terjadi di pusat dan seluruh Indonesia.

Terkait bagaimana langkah ke depannya tentang pembayaran ini. Lina tidak bisa menyebutkan secara pasti kapan pelunasan dilakukan. Namun yang pasti katanya pihaknya yang terus berkoordinasi dengan BPJS Cabang Banjarmasin perihal adanya permasalahan tunggakan ini.

"Kalau kapan yang pasti saat ini sedang proses. Kita menunggu dana cair dari pusat, karena di tempat kita pencairan itu ada sistemnya, jadi ada urutan pembayarannya, sesuai jatuh temponya, tidak ada pilah memilah misal RS si A didahulukan atau gimana," jelasnya.

Polemik tunggakan BPJS kepada beberapa Rumah Sakit memang jadi perhatian nasional. Beberapa waktu tadi untuk mengatasi permasalahan ini. Diketahui bahwa BPJS Kesehatan bakal mendapat bantuan dana lagi sebesar Rp5,6 Triliun.

Dihimpun dari berbagai sumber. Dana Triliun itu merupakan suntikan dana dari Kementerian Keuangan. Suntikan dana ini ditujukan untuk melunasi tunggakan yang belum dibayarkan kepada Rumah Sakit mitra kerja sama BPJS.

Memang sebelumnya berita defisit BPJS Kesehatan secara nasional juga jadi perhatian. Kala itu pemerintah juga menyuntikkan dana tambahan sebesar Rp4,9 triliun. Untuk melunasi tunggakan kepada Rumah Sakit.

Ternyata angka tersebut tidak cukup untuk melunasi semua tunggakan yang ada. Sehingga dengan adanya suntikan dana sebesar Rp5,9 triliun ini ditargetkan semua tunggakan bisa dilunasi dengan pengoptimalan dari dana tersebut. (rvn/by/bin)


BACA JUGA

Selasa, 18 Desember 2018 13:30

Angkat Bicara, BPJS : Penyataan suciati berlebihan (2)

Kepala BPJS Kesehatan Banjarmasin Fakhriza menganggap pernyataan Direktur RSUD Ulin…

Selasa, 18 Desember 2018 13:25

Bisa Berdampak ke Pelayanan, Suciati Sebut Akumulasi Piutang BPJS Mencapai Rp72 Miliar (1)

BANJARMASIN – Angka-angka klaim kesehatan Badan Penyelengara Jaminan Sosial Kesehatan…

Selasa, 18 Desember 2018 13:16

Pemkab Tala Melunak, Pemkab Akan Lebih Bersinergi Dengan PT Perembee

PELAIHARI- Perselisihan antara PT Perintis Embee (Perembee) dan Pemkab Tanah…

Selasa, 18 Desember 2018 13:04

Menolak Direlokasi, Pedagang Pasar Bauntung Mengadu ke Ombudsman

BANJARMASIN – Persoalan relokasi pedagang Pasar Bauntung Banjarbaru tak kunjung…

Selasa, 18 Desember 2018 12:59

Hasil Panitia Angket Akhirnya Ditolak

MARTAPURA – Hak angket DPRD Banjar mencapai titik akhir. Setelah…

Selasa, 18 Desember 2018 10:40

Antisipasi Tuduhan, Pemko Banjarmasin Musnahkan 22 Ribu e-KTP

BANJARMASIN – Pemusnahan 22.807 keping e-KTP (Kartu Tanda Penduduk Elektronik)…

Selasa, 18 Desember 2018 10:23

Pembebasan Tuntas, Pemko Belum Bisa Pastikan Kapan Pembangunan Dilakukan

BANJARMASIN - Pemko telah merampungkan pembayaran ganti rugi untuk pembebasan…

Selasa, 18 Desember 2018 10:02

Untuk Pertama Kalinya, FISIP ULM Gelar Sociologi Literacy Day

Untuk pertama kalinya Sociology Literacy Day digelar di Universitas Lambung…

Selasa, 18 Desember 2018 09:51

Rawan Disalahgunakan, Disdukcapil Musnahkan Ribuan KTP

BANJARBARU - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Banjarbaru, Senin…

Selasa, 18 Desember 2018 09:47

Sambut Peluang Bisnis di Terminal Baru Bandara Syamsudin Noor

BANJARBARU - Menyambut beroperasinya Bandara Syamsudin Noor yang baru, PT…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .