MANAGED BY:
RABU
19 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 07 Desember 2018 11:31
Jejak Laskar Pelangi di Banua (2)
BERSIH-BERSIH: Siswa SD Munggu Ringkit, Piani, membersihkan halaman sekolah mereka.

PROKAL.CO, Belajar di gudang kecil kadang membuat siswa SD Dusun Munggu Ringkit setiap hari harus membersihkan kotoran hewan.

RASIDI FADLI, Rantau

Saat Lihudin datang, 12 siswa SD Dusun Munggu Ringkit sedang membersihkan kelas dan halaman sekolah. "Itu memang sudah kebiasaan mereka," ucap Lihu --panggilan akrab Lihudin-- satu-satunya guru SD yang mengajar di sana.

Belajar di gudang kecil memang harus lebih rajin membersihkan. Pasalnya, meski gudang itu ditutup saat hari libur, tapi binatang-binatang gampang masuk ke dalam melalui dindingnya yang berlubang-lubang.

"Ya, otomatis kotoranya kerap ada di meja dan kursi mereka," katanya.

Kondisi ini bahkan membuat siswa-siswa mengeluh. Ayuneke Vironika, siswa SD Dusun Munggu Ringkit kepada Radar Banjarmasin dengan polosnya berharap sekolahnya bisa dibangun dengan layak dan gurunya bertambah.

"Semoga keinginanku ini terwujud," kata siswa kelas 2 ini.

Jika sudah demikian, Lihu langsung memberi semangat. "Apapun keadaannya, kita tetap harus rajin belajar," ucapnya kepada siswa. Dia mengatakan bersekolah sangatlah penting untuk masa depan. "Itu yang selalu saya tanamkan kepada mereka," tuturnya.

Selain sekolah yang hanya gudang kecil beralaskan tanah, tak ada fasilitas layaknya sekolah umumnya. Tak ada toilet, tak ada tempat bermain, juga kursi dan meja yang layak, belum dimiliki SD Filial ini.

Lihu kerap meminta kepada pemerintah dan aparat desa untuk bisa memperhatikan sekolahnya, paling tidak bisa diperbaiki menjadi tempat yang layak. Bagaimanapun, dana desa pikir Lihu bisa dipakai untuk membangun infrastruktur pendidikan itu.

Apa tanggapan dari aparat desa?

"Kata mereka sekolah itu ada dananya dari Dinas," ucap Lihu, yang sejak saat itu tidak ingin lagi mengungkit kondisi sekolahnya ke aparat di desa. Lihu mengatakan dia tak bisa berbuat apa-apa lagi.

Lihu hanya tenaga yang diminta oleh orang tua di Dusun Munggu Ringkit pada 2016 lalu, saat dirinya diangkat menjadi tenaga kontrak dari Dinas Pendidikan untuk mengajar di SDN Harakit. Baru beberapa hari mengajar, ada masyarakat Dusun Munggu Ringkit yang datang kepadanya.

"Bapa Lihu tolong, kami punya anak, tetapi sampai saat ini mereka belum bisa membaca dan menulis," katanya menirukan permintaan masyarakat saat itu. Masyarakat di dusun itu tak sanggup mengantarkan anak-anak mereka sekolah di luar dusun.

Lihu yang tersentuh memberitahukan hal ini kepada Kepala Sekolah. Kepala sekolah mengadakan rapat dengan guru-guru lainnya. Diambil keputusan, akan membangun sekolah cabang di Dusun Munggu Ringkit, dengan Lihu sebagai pengajarnya.

Lihu tak langsung menerima. "Saya sempat berpikir-pikir, karena dari segi biaya dan fasilitas belum lengkap," ucap suami dari Bitsi Daubung. Dalam hitungannya, setiap bulan dia harus mengeluarkan biaya sekitar 300 ribu untuk transportasi.

Gajinya sendiri sebagai guru kontrak hanya sebesar Rp 1,150.000 perbulan.

Lihu sendiri sudah lama bekerja sebagai tenaga pengajar kontrak di desanya. Sewaktu lulus SMP, dia sudah mengajar di SDN Harakit. Dua tahun bekerja sebagai guru honor pembantu dengan gaji Rp 50 ribu. Lihu akhirnya melanjutkan sekolah SMA di Banjarbaru.

"Selama SMA, setiap kali liburan saya pulang kampung, untuk membantu mengajar di SDN Harakit," ucap pria yang akhirnya bisa lulus S1 di Universitas Ahmad Yani (Uvaya) angkatan 2015 ini.

Lihu kenyang dengan suka duka mengajar. Sukanya, dia senang melihat semangat anak-anak dalam belajar. Dukanya, dia miris melihat keadaan sekolahnya.

Apakah Lihu mendaftar CPNS untuk guru?

Ternyata tidak. Penyebabnya sederhana. Lihu belum memahami cara mendaftar online itu. "Di sini hampir dipastikan tidak ada sinyal handphone, jadi untuk mencari informasi pendaftaran terasa sulit," bebernya. (Habis)


BACA JUGA

Selasa, 18 Desember 2018 12:40

Perjuangan Rosyadi Mengenalkan Gua Limbuhang Haliau ke Publik Wisata

Sepekan usai Muhammad Rosyadi beserta sejumlah pemuda desa meresmikan objek…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:50

Sisi Lain Pelatih Tinju kalsel, Arbain

Menjadi pelatih tinju rupanya bukan satu-satunya pekerjaan yang digeluti oleh…

Sabtu, 15 Desember 2018 09:55

Berawal Ketiadaan Toilet Buat Kencing, Berdirilah Galeri Unik Ini

Apa yang dilakukan oleh warga RT 05 RW 02 Kelurahan…

Jumat, 14 Desember 2018 14:46

Moses Sulap Puing Kayu Menjadi Seni Bernilai Tinggi

Beri Moses Foresto puing-puing kayu, dia bisa menjadikannya apa saja.…

Kamis, 13 Desember 2018 13:20

Bekali Santri Keterampilan Untuk Hadapi Tantangan Zaman

Nyantri bukan melulu tentang ngaji. Di Pondok Pesantren Nurul Muhibbin,…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:45

Tidak Mudah, Honorer Ini Pantau CCTV di Menara Pandang Hingga Larut Malam

Di depan layar monitor yang lebarnya tak lebih lebar dari…

Sabtu, 08 Desember 2018 09:03
Kisah Bocah-bocah Penjual Buku Mewarnai di Banjarmasin

Demi Sesuap Nasi Mereka Sampai Dikejar-Kejar Satpol PP

Mobil partoli Satpol PP Kota Banjarmasin melintas di perempatan Jalan…

Jumat, 07 Desember 2018 11:31

Jejak Laskar Pelangi di Banua (2)

Belajar di gudang kecil kadang membuat siswa SD Dusun Munggu…

Kamis, 06 Desember 2018 13:02

Jejak Laskar Pelangi di Banua

Hanya 12 siswa dan satu gedung kecil. Tapi mereka semangat…

Rabu, 05 Desember 2018 12:25

Gol A Gong Berbagi Motivasi ke Penulis Muda Balangan

Yang mengalami masa remaja di era 80’ dan 90’ an,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .