MANAGED BY:
SENIN
25 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Sabtu, 08 Desember 2018 09:24
Nasi Astakona Siap Pecahkan Rekor MURI

Festival Kuliner Banjar 2018

TAHUN KEDUA: Siapa saja yang mau belajar memasak, yuk datang Festival Kuliner Banajr 2018. Loaksinya di depan Balai Kota Banjaramsin. Selain ada kegiatan masak-memasak, di sana juga tersedia berbagai macam kuliner untuk dibeli.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Buat yang doyan makan, harus tahu. Festival Kuliner Banjar 2018 resmi dibuka, kemarin (7/12) sore. Event ini bakal berlangsung selama tiga hari, di Siring Balai Kota, Jalan RE Martadinata, Banjarmasin.

Ada beragam kuliner tersedia dari 52 stan di sana. Yang menyajikan berbagai jenis masakan khas Banjar hingga Nusantara. 41 jenis wadai Banjar juga ada.

Ini adalah tahun kedua digelarnya Festival Kuliner Banjar. Sebelumnya, event tersebut sukses menyedot perhatian masyarakat dan turis. Terutama dengan pencapaian rekor muri seribu kue ipau.

"Kami agendakan tiap tahun, sebagai rangkaian penutup kalender event," ucap Muhammad Ikhsan Alhaq, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Banjarmasin.

Agenda ini juga menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Ibu. Yang diadakan bekerjasama dengan TP PKK dan organisasi perempuan lainnya di Banjarmasin.

Selain makan-makan, ada hal seru lainnya dari festival ini. Pengunjuk bisa belajar memasak dari chef profesional PCPI (Perkumpulan Chef Profesional Indonesia) Kalsel. Sebab, mereka bakal menggelar demo memasak. Sekaligus mencicipkan secara cuma-cuma kepada pengunjung.

Ada empat macam masakan spesial yang bakal dibuat. Menggunakan bahan dasar khas Banjar. Seperti patin burger, keladi Banjar jantung pisang iwak haruan sambal ramania, brownies waluh kukus, dan banyu rarampahan.

Secara konsep, Ikhsan menyebut, festival kali ini dibuat lebih menarik dan bervariasi ketimbang sebelumnya. Ia juga mengapresiasi keterlibatan banyak komunitas, yang membantu jalannya festival ini.

"Rangkaian acaranya lebih banyak, hari kedua dan ketiga kita optimalkan jajanan Banjarnya," tuturnya.

Seperti tahun sebelumnya, kali ini juga bakal ada pemecahan rekor MURI. Yakni pembuatan nasi astakona dengan sajian terbesar.

Buat yang belum familiar, nasi astakona adalah kuliner khas suku Banjar. Disajikan dalam wadah bertingkat bernama talam. Diperuntukkan bagi tamu kehormatan ataupun acara pernikahan. Nah, Nasi ini akan didaftarkan sebagai warisan budaya tak benda pada 2019 mendatang.

Puluhan juru masak dan warga perwakilan kelurahan bakal terlibat dalam pemecahan rekor muri itu. "Kami populerkan nasi astakona, agar masyarakat tahu kalau kita punya satu lagi kuliner khas, sebagai warisan budaya kuliner bahari," ucap Ikhsan.

Ikhsan berharap, Festival Kuliner Banjar 2018 bisa menjadi wisata alternatif bagi warga Banjarmasin maupun para turis.

Sementara itu, Ketua pelaksana Hari Ibu Kota Banjarmasin, Evi menambahkan juga ada peluncuran buku Nasi Astakona, hari ini. Buku itu ditulis oleh Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Siti Wasilah. Di dalamnya mengupas lengkap soal nasi tersebut.

Yang paling menarik, usai senam pagi akan ada program sarapan gratis. Masih dalam rangkaian festival kuliner ini. Soto Banjar, lontong, nasi kuning dan 2500 kue tradisional akan dibagikan secara cuma-cuma bagi pengunjung yang ikut senam.

"Sarapan gratis akan berlangsung dua hari, Sabtu dan Minggu pagi," tuntas Evi.

Salah seorang pengunjung, Halimah (22) berkeliling area festival. Stan jajanan kue Banjar jadi incarannya.

"Hari pertama masih belum begitu banyak varian masakan Banjar. Semoga besok (hari ini,red) lebih banyak lagi," ujarnya. (tia/at/nur)


BACA JUGA

Kamis, 24 September 2015 23:03

Ada Presiden, Pengamanan Ketat, Antre Panjang, Ratusan Jemaah Tak Bisa Salat

<p><strong>LANTARAN</strong> dihadiri oleh orang nomor satu di Indonesia pengamanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*