MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 08 Desember 2018 11:45
Tidak Mudah, Honorer Ini Pantau CCTV di Menara Pandang Hingga Larut Malam
SENDIRI: Hadi Iswandi memantau pergerakan di sekitar Menara Pandang dan siring Sungai Martapura dari 13 kamera CCTV yang masih aktif, jumat (7/12) sore.

PROKAL.CO, Di depan layar monitor yang lebarnya tak lebih lebar dari dua kardus mi instan yang ditumpuk, Hadi Iswandi, tak hanya memantau aktivitas masyarakat yang berkunjung ke Menara Pandang Kota Banjarmasin. Markas pantaunya, juga jadi tempat masyarakat mengadukan masalah.

WAHYU RAMADHAN, Banjarmasin

Selesai dibangun tahun 2014 silam, Menara Pandang berada tepat di tengah-tengah Kota Banjarmasin. Berdampingan dengan Siring Sungai Martapura. Naik ke atas bangunan ini, Anda bakal disajikan dengan keindahan Kota Banjarmasin dari ketinggian.

Menyajikan pemandangan yang indah saja ternyata belum cukup. Beberapa oknum pengunjung Menara Pandang, serta Siring Sungai Martapura, ternyata juga kerap tertangkap tangan berbuat yang tidak senonoh.

Mulai dari tindak asusila, hingga melakukan kejahatan. Tak ayal, untuk meminimalisir hal tersebut, CCTV pun dipasang memantau berbagai sudut.

Hujan deras yang mengguyur Kota Banjarmasin, Jumat (7/12) sore, masih menyisakan gerimisnya. Genangan air pun masih tampak di depan halaman Menara Pandang. Meski begitu, tak mengurungkan niat pelancong untuk bersantai di kawasan Menara Pandang.

Di lantai dasar Menara Pandang, berada tepat di bagian samping kanan serta mengarah ke Sungai Martapura, ada ruang kontrol CCTV. Di sana, segala aktivitas masyarakat yang berkunjung dipantau oleh petugas. Yang memantau, hanya satu orang. Namanya, Hadi Iswandi.

Ditemui Radar Banjarmasin, lelaki kelahiran 20 Juni 1976 tampak serius menatap layar monitor yang berada di meja kerjanya. Sesekali, ia memainkan tetikus dan mengklik salah satu bagian monitor.

Hasilnya, tampilan visual berupa aktivitas pengunjung yang berada di kawasan Menara Pandang, hingga yang berada di Siring Sungai Martapura jelas terlihat.

Itulah kegiatan sehari-hari yang dilakukan lelaki yang akrab disapa Hadi ini.

Tahun ini, sudah menjadi tahun ke empat ia menjadi petugas honorer di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin, serta satu-satunya petugas yang menangani ruang kontrol CCTV yang memantau kawasan Menara Pandang, hingga sebagian tempat di Siring Sungai Martapura. Sejak awal dipasang serta beroperasi sampai sekarang.

“Penglihatan mata saya, sampai mengalami sedikit perubahan nih. Kalau melihat huruf yang kecil sudah mulai susah akibat terlalu lama menatap layar monitor,” ungkapnya, kemudian tertawa.

Hadi menjelaskan, secara keseluruhan di kawasan menara pandang dan sekitarnya, ada 15 CCTV. Tapi, yang berfungsi tinggal 13. Satu kamera digondol maling, dan satu kamera lagi rusak akibat diterjang hujan deras disertai angin ribut belum lama tadi.

“Nih buktinya,” ujarnya Hadi, seraya menunjukan salah satu tampilan berbentuk segi empat berwarna hitam seperti terkena goresan di layar monitor.

Lelaki berambut cepak ini, setiap harinya bertugas dari jam delapan pagi hingga malam hari. Bila pada malam biasa, ia hanya bekerja sampai jam sembilan malam. Namun, bila di waktu weekend, Hadi bisa bekerja hingga jam duabelas malam.

Ya, menatap lekat layar monitor, serta mengimbau pengunjung melalui radio kecil yang disambungkan ke pengeras suara, agar pengunjung tidak membuang sampah sembarangan, serta agar menjaga betul-betul barang bawaan para pengunjung.

Hadi menceritakan, menjadi petugas di ruang kontrol tak semudah yang dibayangkan. Ia tak hanya menatap lekat layar monitor saja, melainkan harus siap sedia turun tangan langsung terhadap hal-hal yang tak diinginkan.

Misalnya, seperti pencurian kendaraan bermotor, pencopetan, hingga pasangan muda mudi yang terkadang berbuat tak senonoh di kawasan ruang publik tersebut.

“Kalau seperti kasus pencurian atau pencopetan, saya langsung berkoordinasi dengan petugas yang ada di lapangan. Bisa jajaran Satpol PP atau aparat Kepolisian. Tapi bila hal lain, seperti misalnya ada pasangan sejoli yang berbuat tak senonoh, ada oknum mabuk-mabukan saya dan petugas lainnya di Menara Pandang yang langsung datang menegur,” ungkapnya, seraya menyebut sedikitnya ada sepuluh petugas yang berada khusus di kawasan Menara Pandang.

Lantas, apakah aktivitas memantau monitor CCTV hanya sebatas jam bertugas serta di ruang kontrol saja? Ternyata pemantauan masih dilakukan Hadi, bahkan ketika ia pulang ke rumah untuk beristirahat. 

Dari rumahnya, Hadi mengaku masih memantau CCTV melalui aplikasi yang dipasang di telepon genggamnya.

“Jadi kalau sewaktu-waktu ada kejadian dan kebetulan saya lagi istirahat alias tak berada di tempat, masih bisa saya koordinasikan dengan pihak lainnya,” ungkap Hadi.

Tak hanya Hadi yang memasang aplikasi pantau CCTV melalui telepon genggam. Lelaki murah senyum ini menjelaskan bahwa aplikasi tersebut juga dipasang oleh para pejabat lainnya.

Seperti Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Khuzaimi hingga Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.

Dikonfirmasi secara terpisah kemarin (7/12), Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Khuzaimi, mengiyakan bahwa ia turut serta memantau aktivitas di ruang public melalui aplikasi CCTV yang di pasang di telepon genggamnya.

Keberadaan ruang kontrol CCTV di kawasan Menara Pandang Banjarmasin, tak hanya sekadar bisa memantau aktivitas pengunjung. Namun juga menjadi tempat berupa bilik aduan.

Misalnya, pengunjung yang kehilangan anak di tengah kerumunan, atau para pengunjung yang tak sengaja menemukan benda berharga yang tercecer.

“Umumnya, pengunjung pasti ke sini. Setelah kami terima, langsung diumumkan. Rekaman CCTV ini juga mampu menyimpan memori rekaman selama sepekan. Setelah itu, terhapus secara otomatis,” tuturnya.

Jangkauan tigabelas CCTV yang masih berfungsi, meliputi beberapa kawasan di Siring Sungai Martapura. Termasuk, dermaga Pasar Terapung.

Keberadaan CCTV tentu mampu meminimalisir hal-hal yang tak diinginkan, serta memudahkan para petugas untuk mengakses lokasi terjadinya hal-hal yang tak diinginkan.

“Kalau awal-awal belum ada CCTV, mungkin cukup sulit untuk melakukan pantauan. Alhamdulillah, setelah CCTV dipasang serta kesigapan petugas, wilayah ini cukup kondusif. Tapi terlepas adanya CCTV, saya berharap agar para pengunjung juga turut serta menjaga ketertiban dan kenyamanan ruang publik ini. Karena kalau bukan kita, siapa lagi,” tuntasnya. (by/bin)


BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*