MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Senin, 10 Desember 2018 10:21
Parah!! Belasan Pelajar Dijaring Polisi Lantaran Mabuk Minuman dan Lem
Foto ilustrasi

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Polsekta Banjarmasin Selatan kembali menggelar operasi cipta kondisi diakhir pekan tadi. Hasilnya diamankan belasan pemuda yang tengah berpesta minuman keras dan mengisap lem.

Polisi menggelar razia Sabtu (8/12) malam hingga Minggu (9/12) dini hari sekira pukul 00.30 Wita. Ada tiga lokasi yang disisir. Rata-rata yang terjaring karena ngelem.

Di lokasi pertama, Jalan Kelayan B, polisi mengamankan lima remaja. Empat di antaranya masih di bawah umur. Yakni Muhammad Rijal (18), MAR (16), MR ( 17)dan MS (14) serta AG (15). Mereka tertangkap basah sedang ngelem.

Beralih ke lokasi kedua, Jalan Kelayan A. Tepatnya di Gang 12, empat pemuda diamankan. Mereka adalah Supriadi (19 ), Utuh (17), Abdi (20) serta Broto (21). Penyebabnya, lagi-lagi karena ngelem.

Berbeda di Jalan Gang Gembira Banjarmasin Selatan. Tim yang dipimpin Kanit Reskrim, Ipda Rifandi P Putra itu mengamankan tiga pemuda yang sedang pesta miras oplosan. Pelakunya adalah Marzuki (21), Agus Nanar (19) dan Syahrani (21).

“Dari tiga pemabuk ini, kami amankan satu botol miras yang dioplos minuman suplemen,” terang Ipda Rifandi.

Penyisiran kembali diteruskan memasuki Kelayan B Gang Babussalam. Selain menyita 3 kaleng lem fox, polisi juga mengamankan inisial Adar (18) seorang pelajar, Kurti (21) dan Misran (18).

“Kami menyasar semua lokasi tersebut karena ada laporan bahwa di kawasan itu kerap ditemukan aktivitas remaja atau warga yang mengkonsumsi miras oplosan dan ngelem,” bebernya.

Menurut Rifandi, malam libur atau akhirnya pekan kerap disalahgunakan. “Ya, kami selalu giat di malam libur akhir pekan. Buktinya 15 orang berhasil kami amankan dan itu di satu kawasan saja Jalan Kelayan B,” ujarnya.

Semua yang terjaring kemudian digiring ke Polsek. Mereka didata dan diberikan pembinaan serta didukumentasikan, plus membuat perjanjian secara tertulis.

“Mereka kami pulangkan setelah dibina dan dipanggil orang tuanya. Kami tidak akan kompromi jika suatu saat salah satu di antara mereka terjaring razia lagi,” tegasnya.

Penyakit masyarakat seperti itu menjadi perhatian semua pihak. Karena menggau Kamtibmas. Terkadang juga menjadi pimicu perkelahian maupun muncul niat kejahatan.

“Kami akan terus melakukan razia. Dan mungkin apabila warga yang mengetahui aktivitas seperti itu, laporkan ke kami dan identitas akan disembunyikan,” tutup Rifandi. (lan/ma/nur)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*