MANAGED BY:
KAMIS
21 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Selasa, 11 Desember 2018 10:47
JPU Kembali Hadirkan Tujuh Saksi Terkait Tipikor Retribusi Parkir Pasar Ulin Raya
DISIDANG: Sidang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) atas kasus dugaan Korupsi retribusi parkir Pasar Ulin Raya Landasan Ulin Banjarbaru dengan dua terdakwa Ahmad Jayadi & Antoni Arpan berlanjut hari Selasa (11/12) pagi ini di PN Tipikor Banjarmasin.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Sidang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) atas kasus dugaan Korupsi retribusi parkir Pasar Ulin Raya Landasan Ulin Banjarbaru dengan dua terdakwa Ahmad Jayadi & Antoni Arpan berlanjut hari Selasa (11/12) pagi ini di PN Tipikor Banjarmasin.

Agenda sidang ketiga kali ini kembali mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam hal ini dari pihak Kejaksaan Negeri Banjarbaru.

Dalam sidang sebelumnya pada Senin (3/12) juga digelar agenda mendengarkan keterangan tiga orang saksi. Rencananya pihak JPU hari ini akan mendatangkan tujuh orang saksi sekaligus.

"Kita akan siapkan tujuh orang saksi sekaligus pada sidang kali ini," kata Kasi Tindak Pidana Khusus (Tipidsus), Mahardika PW Rosady kepada Radar Banjarmasin.

Adapun untuk identitas ketujuh orang saksi ini. Mahardika membeberkan bahwa satu di antaranya merupakan seorang pejabat pemerintahan di Pemko Banjarbaru.

"Satu orang merupakan dari dinas. Sisanya sipil saja. Untuk dari dinas ini statusnya masih aktif," jawabnya.

Sayangnya ketika ditanya bagaimana keterlibatan dan identitas dari pegawai dinas ini. Mahardika enggan menyebutkan secara detail. "Enggan menjelaskan, kita lihat di persidangan saja," singkatnya.

Kemudian, di antara tujuh orang saksi ini. Dua di antaranya katanya adalah saksi yang sebelumnya tidak hadir di persidangan. Sebagaimana diketahui bahwa direncanakan sidang sebelumnya menghadirkan enam saksi. Namun yang datang hanya tiga saksi.

"Dua di antaranya adalah saksi yang kemarin tidak hadir. Semoga tidak ada halangan lagi untuk tidak hadir," bebernya.

Terkait kenapa selalu mendatangkan banyak saksi dari enam hingga tujuh orang. Dika berkomentar ini demi efisiensi waktu dalam runtutan persidangan.

"Total saksi kita bisa lebih dari 20 orang. Jadi kita rencanakan setiap sidang bisa menghadirkan banyak saksi. Sehingga minimal Januari sudah bisa kelar sidangnya," terangnya.

Saat ini sendiri kedua terdakwa berstatus tahanan Pengadilan. Keduanya dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Banjarbaru semenjak pihak Kejari melakukan penahanan keduanya sejak Jumat (19/11) lalu.

Penahanan keduanya lantaran diduga terlibat dalam kasus korupsi retribusi parkir Pasar Ulin Raya Landasan Ulin yang sebelumnya telah menyeret dan menahan dua tersangka lainnya, Sofyan Arifin dan Rina Lestari Arimbi.

Keduanya merupakan Direktur dan Manajer Operasional CV Nadya Parkatama, pihak ketiga yang melakukan pengelolaan parkir yang dioperasikan sejak tahun 2009 tersebut.

Sofyan Arifin & Rina Lestari Arimbi. Keduanya terbukti bersalah dan divonis selama dua tahun di tahun 2017.

Ahmad Jayadi dan Antoni Arpan sendiri disangkakan melanggar UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Kasus dugaan korupsi ini sendiri dikatakan merugikan negara sebesar 1,06 Miliar. (rvn/ij/bin)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*