MANAGED BY:
RABU
27 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 13 Desember 2018 13:20
Bekali Santri Keterampilan Untuk Hadapi Tantangan Zaman
TAK HANYA MENGAJI: Para santri Ponpes Nurul Muhibbin Batumandi diberikan keterampilan serta modal untuk menekuni dunia usaha.

PROKAL.CO, Nyantri bukan melulu tentang ngaji. Di Pondok Pesantren Nurul Muhibbin, para santri juga diberikan keterampilan.

WAHYUDI, Balangan.

SALAT Ashar berjamaah baru saja usai saat penulis tiba di Pondok Pesantren Nurul Muhibbin, Selasa (11/13). Pesantren yang berlokasi di Desa Gampa Kecamatan Batumandi tersebut sudah terkenal karena diasuh oleh seorang ulama kharismatik, KH Muhammad Bakhiet.

Menuju rumah sang ulama, penulis mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Alquran menggema di setiap penjuru pesantren.

Mengaji merupakan pekerjaan utama di pesantren, tetapi bukan itu saja yang diajarkan di pondok ini. Para santri Ponpes Nurul Muhibbin dibekali berbagai keterampilan untuk menghadapi tantangan zaman.

“Supaya selepas lulus pondok para santri bisa mandiri dengan membuka usaha sendiri. Maka kita bekali berbagai keterampilan sesuai bakatnya masing-masing,” ujar KH Muhammad Bakhiet.

Kurikulum tambahan ini sudah berlangsung di Ponpes Nurul Muhibbin sejak tahun 2017, dan berjalan lancar dengan dukungan penuh PT Adaro Indonesia melalui Program Adaro Santri Sejahtera (PASS).

Nota kesepahaman program ini ditandatangani langsung oleh Presiden Direktur PT Adaro Energy, Garibaldi ‘Boy’ Thohir, bersama Guru Bakhiet langsung di Pondok Pesantren Nurul Muhibbin pada 14 Juni 2017 lalu.

Penandatanganan disaksikan langsung oleh Bupati Balangan, H Ansharuddin, pengurus Pondok Pesantren Nurul Muhibbin, serta jajaran manajemen PT Adaro Indonesia.

PASS adalah program yang digagas oleh PT Adaro Indonesia yang bertujuan untuk menciptakan santri pesantren di Kabupaten Balangan dengan kemampuan wirausaha.

Pada awal program ini, Adaro memberikan bantuan sebesar Rp420 juta untuk 2 periode program di tahun 2017. Dana tersebut meliputi pelatihan kewirausahaan, modal usaha, pembelian alat, serta pemasaran.

Para santri diberikan kendali penuh atas ragam usaha yang akan dijalankan. Sejak pelatihan awal, telah dipetakan jenis usaha yang sesuai dengan kondisi daerah dan minat santri.

Akhirnya, jenis usaha mengerucut ke dalam empat bidang: tanaman hidroponik, kain sasirangan, perikanan, dan makanan ringan. Dan baru-baru tadi ditambah lagi satu bidang, yaitu ternak sapi.

Boy Thohir yang saat itu mengaku terkesan dengan semangat wirausaha para santri. Dia memberikan pesan agar tak patah semangat dalam menjalankan bisnis. Ia juga mengatakan bahwa pengusaha tidak boleh takut gagal.

“Ibaratnya, jika jatuh 10 kali, kita harus berani bangun 11 kali,” katanya.

Hingga sekarang, setidaknya sudah ada satu angkatan lulusan santri yang sudah dibekali oleh berbagai keterampilan ini. Terbukti, ada beberapa lulusan santri Ponpes Nurul Muhibbin yang sudah menjadi wirausaha.

“Alhamdulillah ada beberapa lulusan santri yang membuka usaha sendiri dengan bekal beberapa keterampilan tersebut, salah satunya menjahit” ujar Sahid, Ketua Pelatihan di Ponpes Nurul Muhibbin Batumandi ini.

Dalam program PASS ini, para santri tidak hanya diajari keterampilan semata, namun juga cara memasarkan produk dan manajemen keuangan yang baik. Seperti halnya produk keripik pisang buatan para santri yang cukup laris.

Bukan hanya mengandalkan pangsa pasar dari jemaah pengajian, tapi sekarang juga sudah merambah ke kecamatan-kecamatan dan desa-desa.

External Relation Head PT Adaro Indonesia, Rizky Dartaman menambahkan, pihaknya juga memberikan bantuan modal kepada para santri untuk mengembangkan usaha setelah lulus dari pondok pesantren.

“Sebelumnya sebanyak 80 santri yang sudah pernah mengikuti program ini, kita minta membuat proposal tentang rencana usahanya. Nah ada 20 diantaranya yang lulus seleksi dan diberi bantuan modal,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Balangan H Ansharuddin mengaku senang dengan adanya PASS ini. Karena sebagai perusahaan besar yang melakukan aktivitas penambangan di Balangan, PT Adaro Indonesia ini juga tanggap dalam memperhatikan masa depan para santri di pondok pesantren.

”Kita sangat mengapresiasi, karena program ini jelas sangat bermanfaat bagi kehidupan para santri nantinya,” ujar Anshar.(ay/ran)


BACA JUGA

Minggu, 24 Maret 2019 07:59

Berbincang dengan Julita Intan Sari, Peserta Masterchef dari Banjar

BANJARMASIN -- Julita Intan Sari atau akrab disapa Lita, saat…

Jumat, 22 Maret 2019 14:50

Kala Jeruji Besi Tak Menyurutkan Niat untuk Belajar

Pendidikan adalah hak semua warga negara.  Tak terkecuali mereka yang…

Rabu, 20 Maret 2019 14:22

Kesempatan untuk Belajar Jadi Minoritas

Sulit menjawab pertanyaan siapa sebenarnya orang asli Singapura. Negara itu…

Selasa, 19 Maret 2019 15:20

Jalan 17 Ribu Langkah Sehari, Makan Nasi Lemak Tiap Hari

Selama perjalanan di Singapura bersama Chairman Kaltim Post Group (KPG)…

Senin, 18 Maret 2019 10:37

Menikmati Air Minum ‘Termahal’

Meskipun sudah berulang kali ke Singapura, jalan-jalan kali ini cukup…

Minggu, 17 Maret 2019 10:18
Aulia Aziza

Meneliti Seks dalam Bahasa Tutur Masyarakat Banjar

BANJARMASIN -- Di bawah atap rumah orang Banjar, seks adalah…

Sabtu, 16 Maret 2019 11:45

Cincin Talipuk Acil Rida di Pasar Induk Amuntai, Sering DIbawa Sampai Makkah

Cinta atau kue cincin talipuk, kue unik yang terbuat dari…

Jumat, 15 Maret 2019 10:59

Padi Raksasa Milik Aliansyah di HST

Petani Indonesia Menggugat (PIM), bukanlah nama sebuah organisasi aktivis. Ini…

Selasa, 12 Maret 2019 11:57

Ke Bukit Mangkun HST, Medan Berat Terbayar Indah Pemandangan dan Anggrek Liar

Radar Banjarmasin mengikuti para pegiat alam ke Bukit Mangkun. Inilah…

Senin, 11 Maret 2019 09:56

Masih Jomblo, Si Cantik Ini Malah Berasa Sudah Punya Anak

Priskila Dwi Utami, paling senang dipanggil Kila. Usianya 25 tahun.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*