MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Kamis, 13 Desember 2018 13:47
Tak Ingin Gegabah, Kejati Tunggu Hasil Audit BPKP

Kasus Dugaan Korupsi Kapal Pembersih Alur

DIPERIKSA: Kapal pembersih alur milik Dishub Kalsel kala tiba di Banjarmasin pada April 2016 lalu. Kapal seharga 11 miliar ini terindikasi korupsi.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Tahun 2019 hampir berakhir tapi beberapa kasus korupsi masih menggantung. Salah satu yang masih belum jelas adalah kelanjutan dugaan mark-up kapal pembersih alur Dinas Perhubungan Kalsel.

Terakhir, Kejaksaan telah menghadirkan saksi ahli perkapalan untuk memberikan opini mereka.

Asisten Pidana Khusus Kejati Kalsel, Munaji, mengatakan kejaksaan tak ingin gegabah menetapkan tersangka kasus tersebut. Meski mereka menduga, berdasarkan temuan, ada kerugian negara mencapai Rp600 juta.

Tapi untuk memastikan, Kejati Kalsel masih menunggu perhitungan potensi kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kalsel. “ Masih audit. Nanti kalau sudah ada kabar, pasti disampaikan,” kata Munaji, kemarin.

Dia menepis tuduhan pihaknya memang sengaja lamban menangani kasus ini. Beberapa pemeriksaan memang belum bisa disimpulkan.

Misalnya, hasil laporan dari saksi ahli yang bahkan belum ada di meja kerjanya. “ Mudah-mudahan minggu depan sudah ada hasilnya,” terangnya.

Munaji sendiri yakin temuan pihaknya dalam pembuatan kapal senilai Rp11 miliar itu ada kerugian negara. Beberapa indikator korupsi sudah ada, seperti spesifikasi kapal yang sesuai dengan kontrak pekerjaan.

Dia bahkan berani menargetkan kasus ini akan tuntas sebelum tutup tahun 2019. Sejauh ini, pihaknya sudah memanggil belasan orang untuk dimintai keterangan terkait pembutan kapal ini.

Jika hasil BPK telah keluar, pemanggilan akan kembali dilakukan. “Lebih cepat lebih bagus,” tandasnya.

Seperti diketahui, mengusut dugaan kerugian keuangan negara pada proyek pengadaan kapal tahun 2016 lalu ini, Kejati Kalsel sudah memeriksa 15 orang lebih.

Kapal yang dibuat dengan menggandeng rekanan PT Dok dan Perkapalan Koja Bahari cabang Palembang ini, sejak awal sudah mulai terindikasi bermasalah.

Dalam menyelesaiakan pekerjaan kapal, pihak kontraktor harus rela kena penalti karena kapal tak kunjung selesai. Akhirnya tiba di Banjamasin selama 217 hari kontrak kerja. (mof/ay/ran)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*