MANAGED BY:
RABU
27 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 15 Desember 2018 09:55
Berawal Ketiadaan Toilet Buat Kencing, Berdirilah Galeri Unik Ini

Kisah Warga Sulap Tangki Septik Jadi Galeri Kerajinan Tangan

DI ATAS TANGKI SEPTIK: Galeri Kerajinan Purun di Kampung Purun Palam menyita perhatian. Warga sekitar sukses menyulap tangki septik menjadi tempat yang berbeda dan punya nilai jual dan menonjolkan estetika. FOTO: muhammad rifani

PROKAL.CO, Apa yang dilakukan oleh warga RT 05 RW 02 Kelurahan Palam Banjarbaru patut diacungi jempol. Mereka berhasil menyulap tangki septik jadi sebuah galeri kerajinan tangan.

MUHAMMAD RIFANI, Palam Banjarbaru

Sekilas. Galeri ini tak nampak berdiri di atas bangunan tangki septik. Ya, tangki septik, tempat pembuangan limbah dari sisa di toilet. Tidak ada kesan kotor dan aroma tidak sedap.

Berlokasi di sebuah pekarangan di RT 05 RW 02 Palam. Galeri ini cukup unik. Hadir di tengah-tengah wisata Kampung Purun Banjarbaru. Perannya begitu terasa.

Tidak hanya berperan untuk menunjang estetika dalam menyulap tangki septik. Kehadirannya juga jadi destinasi alternatif wisatawan di kampung purun. Tak lupa peran aslinya yang juga sebagai tempat buang air kecil atau BAB juga tidak dihilangkan.

Galeri seni ini merupakan kreasi dari Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Gawi Baimbai Palam. Anggotanya ada tujuh orang. Diketuai oleh Bahri, warga asali Kampung Purun.

Bahri bercerita ide ini bukan plagiat. Namun katanya lebih kepada keresahan warganya. "Dahulu orang agak susah kalau mau kencing. Soalnya di sini (Kampung Purun) belum ada toilet yang mumpuni, kalaupun ada jaraknya kurang strategis," ceritanya.

Sadar bahwa tempat buang air kecil dan BAB begitu penting. Dirinya bersama masyarakat berembuk. Apa yang harus diperbuat. Bagaimana membuat fasilitas publik ini bisa berbeda dan berkesan.

"Kebetulan ada program pembangunan tangki septik dari Dinas PURP (Pekerjaan Umum & Penataan Ruang) Banjarbaru. Nah kita pikir, dimaksimalkan saja jadi sesuatu yang lebih," ujarnya.

Berbarengan dengan pengerjaan tangki septik Komunal ini. Sejak tiga bulan lalu, Bahri dan warga lainnya perlahan merancang konsep. Konsep didapat, lalu lanjut ke pembuatan.

"Intinya kita ingin agar nanti ini bisa multifungsi. Makanya kita jadikan galeri kerajinan purun saja. Apalagi warga sini juga banyak yang bisa mengolah kerajinan purun," bebernya.

Beralasan hal tersebut. Galeri purun di atas tangki septik pun berhasil didirikan. Ini diklaim yang pertama ada. Isi galerinya beragam. Dari tas, tikar, topi hingga pernak pernik lainnya. Yang pasti terbuat dari purun.

Lantaran tangki septik yang dibangun Dinas PUPR ada empat buah bilik. Keempat bilik tersebut disulap jadi tempat duduk. Alhasil kesan bilik pembuangan limbah sirna.

Tertutupi dengan interior yang tersusun rapi dan punya nilai seni alami. Meskipun bagian lantai dan tempat duduk harus menggunakan keramik dan semen. Wajar untuk durabilitas.

Menariknya, menurut Bahri. Selain ingin menyulap kesan tangki septik yang kurang sedap atau kotor jadi berbeda. Pembangunan galeri ini rupanya juga agar warga bisa lebih produktif. Terutama golongan emak-emak.

"Masyarakat ini kan berlomba-lomba mencari tambahan penghasilan. Nah salah satunya dari membuat kerajinan (purun) ini. Makanya kita maksimalkan saja buat galeri bantuan (Dinas) ini," sebutnya.

Dengan kehadiran galeri yang diharapkan jadi target wisatawan ini. Bahri mengungkapkan bisa setidaknya mengganti aktivitas ibu-ibu yang kerap mengisi waktu hanya kumpul-kumpul dan tak jarang menggosip.

"Ya jadi kan para ibu-ibu khususnya ada tambahan pekerjaan dengan mengolah purun jadi kerajinan. Ketimbang hanya duduk-duduk sambil menggosip, mending ada yang dikerjakan dan bisa jadi penghasilan tambahan," jawabnya santai.

Meskipun baru saja dibuka. Kehadiran galeri ini kata Bahri cukup menarik perhatian. Meskipun belum begitu pesat.

"Banyak yang mengapresiasi, karena bagian atas dan bawahnya bermanfaat, atas galeri, bahwa tangki septik. Semoga nanti banyak yang datang berkunjung," harapnya.

Sementara itu, Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Banjarbaru, Muriyani pun mengaku sangat mengapresiasi apa yang dilakukan warga. Menurutnya ini hal positif di mana warga bisa memaksimalkan bantuan dari pemerintah.

"Kita kaget, ini melebihi ekspektasi. Karena kan bantuannya untuk pembuatan tangki septik saja sebenarnya. Warga menyulapnya jadi galeri, ini patut diapresiasi dan dicontoh," ujarnya yang datang ke lokasi Galeri ini.

Ditambahkannya. Program tangki septik kepada warga ini memang untuk membuang stigma negatif soal bangunan pembuangan limbah ini. Dengan kehadiran galeri ini, katanya stigma itu benar-benar hilang tertutupi oleh karya kerajinan purun dari warga sekitar.

"Ini akan terus kita sosialisasikan dan promosikan. Yang pasti dengan hadirnya ini, tangki septik jadi sangat bersih dan rapi. Kita sangat mendukung," pungkasnya. (ij/ram)


BACA JUGA

Minggu, 24 Maret 2019 07:59

Berbincang dengan Julita Intan Sari, Peserta Masterchef dari Banjar

BANJARMASIN -- Julita Intan Sari atau akrab disapa Lita, saat…

Jumat, 22 Maret 2019 14:50

Kala Jeruji Besi Tak Menyurutkan Niat untuk Belajar

Pendidikan adalah hak semua warga negara.  Tak terkecuali mereka yang…

Rabu, 20 Maret 2019 14:22

Kesempatan untuk Belajar Jadi Minoritas

Sulit menjawab pertanyaan siapa sebenarnya orang asli Singapura. Negara itu…

Selasa, 19 Maret 2019 15:20

Jalan 17 Ribu Langkah Sehari, Makan Nasi Lemak Tiap Hari

Selama perjalanan di Singapura bersama Chairman Kaltim Post Group (KPG)…

Senin, 18 Maret 2019 10:37

Menikmati Air Minum ‘Termahal’

Meskipun sudah berulang kali ke Singapura, jalan-jalan kali ini cukup…

Minggu, 17 Maret 2019 10:18
Aulia Aziza

Meneliti Seks dalam Bahasa Tutur Masyarakat Banjar

BANJARMASIN -- Di bawah atap rumah orang Banjar, seks adalah…

Sabtu, 16 Maret 2019 11:45

Cincin Talipuk Acil Rida di Pasar Induk Amuntai, Sering DIbawa Sampai Makkah

Cinta atau kue cincin talipuk, kue unik yang terbuat dari…

Jumat, 15 Maret 2019 10:59

Padi Raksasa Milik Aliansyah di HST

Petani Indonesia Menggugat (PIM), bukanlah nama sebuah organisasi aktivis. Ini…

Selasa, 12 Maret 2019 11:57

Ke Bukit Mangkun HST, Medan Berat Terbayar Indah Pemandangan dan Anggrek Liar

Radar Banjarmasin mengikuti para pegiat alam ke Bukit Mangkun. Inilah…

Senin, 11 Maret 2019 09:56

Masih Jomblo, Si Cantik Ini Malah Berasa Sudah Punya Anak

Priskila Dwi Utami, paling senang dipanggil Kila. Usianya 25 tahun.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*