MANAGED BY:
RABU
27 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Sabtu, 15 Desember 2018 10:28
Disidang, Bos Miras Ungkap Alasannya Menjual Minuman Keras
PUTUSAN: Sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) di Pengadilan Negeri Banjarbaru atas perkara ratusan botol miras yang diamankan Satpol PP Banjarbaru di Eks Lokalisasi Pembatuan beberapa waktu lalu. (Foto- Muhammad Rifani)

PROKAL.CO, BANJARBARU - Teka teki pemilik dari 485 botol minuman keras di Eks Lokalisasi Pembatuan yang diamankan Satpol PP Banjarbaru terungkap. Ratusan miras dengan 26 merek ini diketahui diakui kepemilikannya oleh seorang pria bernama Gusti Ahmad (35).

Atas perbuatannya menjual minuman haram bernilai puluhan juta rupiah tersebut. Tersangka disidangkan di Pengadilan Negeri Banjarbaru dalam perkara Tipiring (Tindak Pidana Ringan) pada Kamis (13/12).

Di hadapan Hakim Ketua, Liliek Fitri Handayani. Tersangka tidak banyak bicara.

Mengenakan kemeja berwarna biru muda dan peci hitam. Wajah Ahmad tampak penuh penyesalan. "Sudah berapa lama kamu jualan (miras)?," tanya Hakim. Ahmad terdiam. Dirinya tidak menjawab.

Kembali dicerca pertanyaan semula. Dengan lirih Ahmad hanya menjawab singkat. "Kurang lebih enam bulan yang mulia," jawabnya. Lanjut ditanya soal alasannya berjualan barang haram ini. Kembali lagi, Ahmad sempat bungkam dan tidak menjawab.

Namun akhirnya Ahmad buka suara kala Hakim terus menghujaninya dengan pertanyaan. Ternyata soal keuntungan yang besar adalah alasan terbesar pria ini nekat berjualan Miras meskipun tahu melanggar hukum.

"Berapa keuntunganmu dari berjualan miras?," tanya Hakim Ketua bertanya. Ahmad hanya menjawab bahwa dalam sepekan dirinya biasa mengantongi keuntungan sebesar satu juta rupiah. "Satu juta rupiah (sepekan)," jawabnya singkat.

Mendengar pengakuan Ahmad. Hakim Ketua sempat mengakumulasikan berapa Rupiah yang sudah dikantonginya selama enam bulan berjualan.

"Totalnya kalau dikalikan satu pekan satu juta, maka enam bulan sebesar Rp24 juta. Ini masih belum setengahnya dari denda maksimal yakni Rp50 juta," papar Hakim.

Selain mendegarkan pengakuan tersangka. Hakim ketua juga mendengarkan keterangan saksi-saksi dan juga penggugat yakni dalam hal ini Satpol PP Banjarbaru. "Kalau begitu, saya kasih dua pilihan. Mau denda (uang) atau masa tahanan?," tanya Hakim kepada Ahmad.

Ahmad tidak langsung menjawab. Lantas Hakim kembali menyodorkan bahwa sanksi materil yang bakal diterima Ahmad adalah sebesar Rp10 juta. "Untuk masa tahanannya sebulan. Nah pilih yang mana," tanya hakim kembali.

Ahmad juga masih membisu. Hingga ditanya kembali. Akhirnya Ahmad menjawab. Dirinya meminta ada pengurangan (denda). Setelah memikirkan dan berdiskusi dengan penggugat. Akhirnya Ahmad divonis hakim harus membayar denda sebesar setengahnya dari tuntutan awal (Rp10 juta).

"Kalau begitu setengahnya. Lima juta rupiah. Dengan ini vonisnya itu," tegas Hakim ketua sembari mengetuk palu.

Ahmad tampak hanya terdiam lesu dan tidak banyak bicara. Dirinya terpaksa harus menanggung perbuatannya tersebut.

Ahmad sendiri melanggar Perda No 5 tahun 2006 tentang Larangan Minuman Beralkohol. Sebelumnya, kasus miras juga sudah berhasil disidangkan dan dimusnahkan oleh Satuan penegak Perda ini beberapa bulan lalu.

Saat itu tersangka pemilik Miras yang menjual 1600 botol miras juga dijatuhi denda (uang). Namun jumlahnya setengah dari putusan kepada Ahmad, yakni Rp2,5 juta.

Atas putusan ini, Kasatpol PP Marhain Rahman melalui PPNS seksi Opsdal, Yanto Hidayat mengaku cukup puas dengan putusan pengadilan.

"Semoga dengan ini bisa terus menekan dan menjadi peringatan kepada para oknum agar tidak berani-berani menjual miras dan pelanggaran lainnya," ujarnya. (rvn/ij/ram)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*