MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 15 Desember 2018 12:50
Sisi Lain Pelatih Tinju kalsel, Arbain
Arbain

PROKAL.CO, Menjadi pelatih tinju rupanya bukan satu-satunya pekerjaan yang digeluti oleh Arbani. Untuk memenuhi kewajibannya sebagai kepala rumah tangga, ternyata Arbani juga berprofesi sebagai tukang jahit gorden.

JAMALUDDIN, Banjarmasin

Kebutuhan hidup yang terus bertambah, membuat manusia di zaman sekarang harus bisa memaksimalkan segala potensi yang ada pada dirinya. Ini dilakukan demi mencapai dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Begitu banyak kebutuhan yang manusia perlukan guna mencapai kesejahteraan itu. Namun, dibalik itu semua terlintas satu pendapat bahwa, bersyukur dengan apa yang dimiliki sekarang merupakan cara terbaik untuk mencapai kesejahteraan yang diinginkan.

Seperti kisah perjalanan hidup pelatih tinju PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar) Kalsel yang juga sebagai asisten pelatih tinju PPLP Kalsel, Arbani.

Sosok laki-laki tangguh yang tak hanya menggeluti satu bidang pekerjaan saja demi memenuhi kebutuhannya dan keluarga.

Menjadi kepala rumah tangga dari tiga orang anak dan satu istri, Arbani harus memenuhi setiap kebutuhan hidup yang semakin bertambah tiap tahunnya. mulai dari biaya sekolah, biaya makan, serta kebutuhan rumah tangga.

Tentu saja hasil gaji yang diperoleh dari profesinya sebagai pelatih tinju tidak mencukup. Gaji sebagai pelatih hanya Rp1,3 juta per bulannya, membuat Arbani mau tidak mau harus mencari pemasukan lain.

Ia pun memutuskan untuk menjadi seorang penjahit gorden. Ia menerima orderan untuk pemasangan gorden di rumah-rumah warga sekitar Banjarmasin.

Usut punya usut, ternyata keahlian menjahit gorden sudah dimilikinya sejak tahun 2003. Berawal dari pengalamannya merantau dan bekerja di sebuah perusahaan pembuat gorden di Panggkalan Bun, Kalimantan Tengah (Kalteng), menjadi bekalnya untuk membuka jasa jahit gorden.

“Kalau soal gorden, saya sudah hapal. Termasuk bagaimana cara menjahit, menghias, hingga memperbaiki dan merawat gorden,” kata Arbani.

Dari hasilnya membuka usaha jasa ini, Arbani mendapat pemasukan tambahan. Dalam sebulan, Arbani mengaku bisa dapat empat orderan dengan nominal pendapatan antara Rp1-2 juta per bulan.

Tentu hasil ini jika ditambah dengan pendapatannya sebagai pelatih tinju dapat menambah pemasukkan untuk memenuhi kebutuhannya.

Menggeluti dua profesi sekaligus, tak jarang membuat Arbani merasa kewalahan. Ia harus bisa membagi waktunya antara menjahit dan melatih.

Arbani pun menyiasatinya dengan caara membuat pola kerja. Yakni, pagi dan siang melatih tinju. Sementara, malam hari sepenuhnya untuk menyelesaikan orderan gorden yang diterimanya.

“Sering berbentur jadwal antara menjahit dan melatih, soalnya jika pelanggan minta cepat otomatis kita juga harus profesioanal. Jadi kalau sore dan pagi latihan malamnya saya menjahit,” terangnya.

Arbani sadar harus menjalankan tugas pokoknya yakni memberikan nafkah kepada keluarganya. Hal ini membuat Arbani lebih mementingkan profesinya sebagai pengusaha jasa ketimbang profesinya sebagai pelatih tinju.

“Lebih berat di usaha, karena kita sudah berkeluarga itu harus memikirkan kesejahteraan keluarga. Kalau melatih ini kan kita sering meninggalkan keluarga, tak jarang kita pakai biaya sendiri,” ungkapnya.(mr-151)


BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*