MANAGED BY:
MINGGU
16 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Minggu, 16 Desember 2018 10:41
Darurat!! Hermansyah Nyatakan Banjarmasin Darurat Ngelem
PESTA LEM: Satpol PP Banjarmasin membongkar pesta lem dan miras di sebuah hotel di Banjarmasin Tengah, pertengahan tahun tadi.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah menyatakan kotanya sedang darurat ngelem. Saking banyaknya aduan warga terkait perilaku ngelem, andaikan dibuat pemeringkatan, dia meyakini Banjarmasin menduduki peringkat teratas.

"Ngelem sudah merambah ke kampung-kampung. Jika dari keluarga atau orang terdekat ada yang ngelem, tolong didampingi. Dibantu menjauh dari perilaku menyimpang tersebut," imbaunya.

Mulanya, ngelem hanya dianggap kenakalan remaja biasa. Belakangan, orang menyadari dampaknya fatal. Menghirup uap lem bisa menimbulkan efek euforia, halusinasi, ngomong ngelantur, ngantuk terus-menerus, dan sudah pasti kecanduan.

Bahayanya bagi kesehatan, selain rasa mual dan pusing, ngelem juga bisa menyebabkan kemunduran mental. Bahkan kegagalan pernafasan yang berujung pada kematian.

Sebelumnya, pemko sudah dipusingkan dengan kehadiran pil Zenith alias Carnophen. Syukur, peredarannya terus menurun. Setelah Kementerian Kesehatan memasukkan Carnophen ke dalam narkotika Golongan I.

Otomatis, ancaman hukuman pidananya pun naik berkali-kali lipat. Carnophen bukan lagi sekadar obat keras biasa yang dipasok secara ilegal.

"Sekarang, hampir setiap hari ada saja saya mendengar tentang anak ngelem. Apakah itu aduan ke Satpol PP atau unggahan foto dan video di sosial media," tambah Hermansyah.

Mencari anak ngelem susah-susah gampang. Terkadang, ngelem tak kenal tempat. Di taman kota, siring, atau kolong jembatan yang cukup terbuka. Belum lama ini, rekaman anak ngelem di dekat Menara Pandang menjadi viral.

Dalam setiap razia pekat (penyakit masyarakat) yang digelar Satpol PP Banjarmasin, tangkapan anak ngelem juga tak pernah nihil. Kebanyakan pelakunya adalah anak-anak jalanan.

Yang membuat lem amat berbahaya, lantaran dia tergolong perabot rumahan. Dijual bebas dan murah di warung-warung kelontongan. Aparat tidak mungkin menangkap pedagang yang menjual kaleng-kaleng lem tersebut.

Pernyataan Hermansyah diamini Camat Banjarmasin Utara, Apiluddin Noor. Dia kerap menerima warga yang mengeluhkan perilaku anak ngelem di lingkungannya. "Hampir setiap hari ada saja yang datang ke kecamatan mengadu," ujarnya.

Apiluddin berniat menggandeng pihak kepolisian untuk membasmi fenomena ngelem ini. "Sudah terlalu marak. Tidak bisa dibiarkan," tegas mantan pejabat Satpol PP tersebut. (fud)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*