MANAGED BY:
JUMAT
22 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Minggu, 16 Desember 2018 11:29
Saksi Mangkir, Polemik Sengketa Tanah di Tegal Arum Belum Temui Titik Terang
KECEWA: Kuasa Hukum penggugat, Putu Kastu tak mampu menyembunyikan rasa kekecewaannya lantaran kedua saksi yang diundangnya tidak hadir selama tiga kali berturut-turut dalam sidang Perdata sengketa tumpang tindih tanah di Tegal Arum Syamsudin Noor Banjarbaru pada Persidangan di Pengadilan Negeri Banjarbaru, Kamis (13/12). (MUHAMMAD RIFANI/RADAR BANJARMASIN)

PROKAL.CO, BANJARBARU - Sidang Perdata lanjutan polemik sengketa tanah tumpang tindih di Tegal Arum RT 42 RW 009 Kelurahan Syamsudin Noor masih belum menemui titik terang. Pasalnya dua saksi "pamungkas" selama tiga kali jadwal persidangan selalu mangkir. Alias tidak hadir.

Dalam agenda sidang pada Kamis (13/12) di Pengadilan Negeri Banjarbaru kemarin. Dua saksi yang sekarang menjabat sebagai dua kepala Dinas di Pemko Banjarbaru kembali tidak hadir.

Saksi yang diminta Penggugat hadir ini sendiri adalah Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya & Pariwisata (Disporabudpar), Hidayaturrahman serta Kepala Dinas Komunikasi & Informasi (Kominfo), Johan Arifin.

Menurut kuasa hukum penggugat yakni Putu Kastu. Dirinya sudah meminta secara resmi kedua saksi ini selama tiga kali agenda sidang.

"Ini yang ketiga (undangan), tapi tetap tidak hadir. Yang pertama sudah sebulan lalu" katanya saat diwawancarai awak media di PN Banjarbaru, Kamis (13/12) siang.

Diceritakan Putu, kehadiran kedua saksi ini sebetulnya sangat penting. Lantaran kedua disebutnya punya keterangan yang kuat dan valid soal polemik kasus tumpang tindih atas tanah kliennya, Sutrisno dengan tergugat, yakni Anang Barni.

"Iya (penting), hari (Kamis) ini sebenarnya pemeriksaan dua saksi yakni dua orang Kadis (Disporabudpar & Diskominfo). Kenapa kita minta hadirkan mereka? karena, khususnya kepada Kadisporabudpar merupakan saksi fakta sebetulnya," paparnya.

Hal ini katanya lantaran Kadisporabudpar dulunya sempat menjabat lurah Syamsudin Noor. Dimana saat itu cerita Putu bahwa yang bersangkutan telah menandatangani Sporadik itu masuk wilayah Syamsudin Noor.

"Beliau tentu tahu detailnya bagaimana, Nah ini sangat kita perlukan untuk meluruskan sengketa . Karena dalil yang kita gugat adalah bukan sertifikatnya, melainkan adalah ada error in objekto, kekeliruan mengenai objek sengketa. Karena dia yang menandatanganinya," ucapnya.

Untuk Kadiskominfo sendiri kata Putu dulunya pernah menjabat Lurah Guntung Payung. Yang mana saat ini tergugat mengklaim bahwa objek sengketa masuk wilayah Guntung Payung, bukan Syamsudin Noor seperti di Sporadik.

"Keterangan keduanya sangat penting karena objek sengketa ini adalah yang kita pertanyakan, legalitasnya masuk ke area mana. Sebab hingga sekarang masih abu-abu," tambahnya.

Atas tidak hadirnya selama tiga kali berturut-turut kedua saksi ini. Putu menegaskan dirinya sangat kecewa. Sebab baginya alasan ketidakhadiran yang diberikan kedua saksi tidak signifikan dan jelas, karena kesibukan dan banyak agenda.

"Bagi kita ini sangat mengecewakan, ini bentuk namanya Pelecehan Pengadilan, dalam istilahnya Contempt of Court. Karena dipanggil secara resmi, sebagai warga negara yang baik mestinya bisa berhadir, tetapi dipanggil tiga kali tidak hadir," sebutnya.

Sementara itu, Hidayaturrahman saat dikonfirmasi, mengakui ada undangan sebagai saksi di pengadilan terkait perkara tumpang tindih ini. Ia beralasan tidak hadir, karena sedang sibuk.

"Iya, memang sewaktu jadwal sidang kami lagi di luar daerah. Ini sekarang masih mendampingi pansus A DPRD," jawabnya.

Ditambahkannya juga bahwa dirinya sudah berkirim surat perihal alasan tidak hadir tersebut. "Kami juga sudah sampaikan surat penugasan lewat bagian hukum Pemko," tambahnya.

Kemudian, Kadis Kominfo, Johan Arifin juga dikonfirmasi terkait hal ini. Johan berkomentar bahwa memang dirinya tidak bisa berhadir di sidang tersebut.

"Betul saya tidak hadir (sidang). Tetapi undangan yang sampai ke saya hanya ada dua, dan itu sudah saya sampaikan ke pengadilan melalui bagian hukum kami, bahwa saya memang ada tugas yang bersamaan waktunya," jawabnya kala dihubungi wartawan.

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri Banjarbaru, M Aulia Reza Utama yang juga Hakim menjelaskan bahwa dalam Perdata memang tidak ada panggilan paksa kepada saksi. Apabila tidak berhadir selama tiga kali pemanggilan.

"Dalam perkara Perdata, saksi itu kewajiban para pihak yang menghadirkan. Jadi Majelis Hakim sifatnya Pasif. Tidak ada pemanggilan paksa seperti Pidana jika tiga kali tidak hadir. Pengadilan juga hanya memberikan surat pemberitahuan kepada instansi yang dipanggil bahwa ada jadwal persidangan," jelasnya.

Perdata sendiri kata Reza punya batas waktu selama lima bulan. Itu merupakan jatah untuk menyelesaikan perkara yang ada.

"Waktu yang disediakan maksimal biasanya lima bulan. Jadi kedua pihak harus saling berkoordinasi dengan hakim terkait penyelesaiannya dalam waktu yang disediakan," jabarnya.

Dengan hal ini, Putu selaku kuasa hukum kliennya menyadari bahwa waktu yang disediakan oleh Pengadilan sudah mendekati akhir. Direncanakan pada 14 Januari nanti sidang dilanjutkan dengan kesimpulan.

"Kita berharap dengan saksi yang sudah diperiksa sebelum-belumnya, majelis hakim benar-benar independen menyelesaikan kasus ini. Kita juga sangat mengaharapkan majelis hakim untuk betul-betul teliti dan cermat dalam mengambil keputusan," pungkas Putu.

Diketahui sebelumnya bahwa permasalahan tumpang tindih tanah antara penggugat, Sutrisno dan tergugat, Anang Barni ini terjadi di Desa Tegal Arum RT 42 RW 009 Kelurahan Syamsudin Noor. Tepatnya berdekatan dengan area pengembangan jalan masuk utama pembangunan bandara terbaru.

Kasus bermula kala penggugat mendapati plang kepemilikan tanah atas nama Haji Anang Barni di tanah yang diklaim miliknya dengan SHM 8443. Sehingga polemik ini dibawa ke meja hijau untuk dipersidangkan. (rvn/ij/bin)


BACA JUGA

Kamis, 21 Maret 2019 15:27
BREAKING NEWS

Gedung UPDK Barito Terbakar

BANJARMASIN - Pengguna Jalan yang melintas di Jalan PHM Noor…

Kamis, 21 Maret 2019 15:25
BREAKING NEWS

Budak Narkoba Dibekuk di Jalan dan Kebun Karet

RANTAU - Polsek Lokpaikat berhasil mengamankan dua orang pelaku pengedaran…

Kamis, 21 Maret 2019 10:14

Kemarin Kapal Karam di Sungai Barito: Diduga Kelebihan Muatan

BANJARMASIN - Sebuah kapal barang tiba-tiba karam di Sungai Barito,…

Kamis, 21 Maret 2019 10:07

Tiga Rumah di HST, Dilalap Jago Merah.

BARABAI - Kebakaran hebat kembali terjadi di kawasan Kabupaten Hulu…

Kamis, 21 Maret 2019 09:48

DUGAAN PUNGLI LIANG ANGGANG: Lurah Mengaku Baru Bertugas, BPN Klaim Sesuai Prosedur

BANJARBARU - Sempat tak memberikan penjelasan. Akhirnya, Badan Pertanahan Nasional…

Rabu, 20 Maret 2019 14:16

Tragedi Mobil Swift Gambut: Pembunuh Levie Divonis 13 Tahun

MARTAPURA – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Martapura memvonis Herman selama…

Rabu, 20 Maret 2019 11:02

Nyanyian Ayah Seret Dua Lelaki Pemasok Sabu

BANJARMASIN -- - Tiga orang jaringan pengedar sabu-sabu tak berkutik…

Rabu, 20 Maret 2019 10:31

Sebar Porno di IG, Honorer Pemko Kena UU ITE

BANJARBARU - Oknum Honorer di Lingkungan Pemerintahan Kota Banjarbaru divonis…

Rabu, 20 Maret 2019 10:26

Lurah Bantah Pungli Sertifikat Tanah Warga Liang Anggang

BANJARBARU - Senin (18/3) siang. Puluhan warga Kelurahan Landasan Ulin…

Rabu, 20 Maret 2019 09:31

133 Jiwa Warga Kelayan Kehilangan Tempat Tinggal

BANJARMASIN - Kebakaran hebat terjadi di Kelayan Luar, kemarin (19/3)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*