MANAGED BY:
RABU
27 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 19 Desember 2018 09:45
Hidup Mandiri Agar Dewasa Bisa Jadi Tentara

Kisah Muhammad Ramadhan, Bocah Penjual Pisang Cokelat di Depan Mal

MANDIRI: Muhammad Ramadhan, berjualan Pisang Cokelat Karamel, untuk membantu sang ibu. Dewasa nanti, bocah berumur 12 tahun ini bercita-cita ingin menjadi TNI.

PROKAL.CO, Muhammad Ramadhan selalu ceria. Ia gampang tersenyum dan tertawa. Tapi ceritanya mungkin membuat kita tak mampu berkata-kata.

WAHYU RAMADHAN, Banjarmasin

Kemarin (18/12) siang, cuaca Banjarmasin cukup panas. Lalu lalang kendaraan bermotor yang melintas di kawasan Jalan Simpang Ulin Banjarmasin tampak menyemut. Sebagian di antara kendaraan bermotor, berjejer rapi memasuki pintu masuk Duta Mall.

Berjarak hanya beberapa meter dari pintu masuk mal, tepat di samping Masjid Al Falah, seorang bocah tampak asyik duduk bersila. Memakai kaus dengan motif garis berwarna biru dan hitam, celana jins selutut, namun tanpa alas kaki.

Bocah itu tersenyum lebar. Sambil menawarkan kue kepada siapa pun yang melintas di hadapannya. “Kak kue kak. Silakan beli kak,” rayunya.

Bocah itu bernama Muhammad Ramadhan. Umurnya dua belas tahun, anak kedua dari dua bersaudara yang kini tinggal bersama tantenya di kawasan Jalan Prona IV, Pekapuran Raya, Banjarmasin.

Madan (sapaan akrab Muhammad Ramadhan) sudah bertahun-tahun berjualan kue Pisang Cokelat Karamel di kawasan tersebut. Sejak ia duduk di bangku taman kanak-kanak (TK), hingga kini duduk di bangku kelas IV Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cempaka Putih.

Dalam sehari, ia menjajakan sedikitnya 30 kue yang disimpan rapat dalam sebuah kotak transparan berbahan plastik. Menjualkan kue yang dibuat oleh salah seorang warga yang tinggal di Gang Damai, Pekapuran A, Banjarmasin.

“Bila laku semua, aku membawa pulang Rp60 ribu. Dari situ, aku dapat upah Rp22 ribu. Terkadang bisa kurang dari itu. Karena harus membayar beberapa pisang cokelat yang kumakan kalau lapar,” ungkapnya, kemudian tertawa.

Madan merupakan sosok bocah yang ceria. Ia selalu tersenyum dan tertawa. Selain itu, ia juga tak segan berbagi kisah kepada siapa saja terkait kehidupan pribadinya. Di situlah kisah ini bermula.

Awalnya, ia berjualan hanya sekadar untuk menambah uang jajan sekolah. Namun, karena suatu hal, bocah ini harus membantu mencari nafkah untuk orang tuanya. Lebih khusus untuk sang ibu yang kini tengah mendekam di dalam penjara.

“Upah hasil jualan, aku tabung dulu. Bila sudah banyak, kuserahkan ke ibu setiap pekan,” tuturnya.

Lantas, bagaimana ayahnya? Madan enggan bercerita. Namun satu hal yang pasti, kakak kandungnya sekarang juga tengah bekerja di salah satu tempat olahraga biliar di Banjarmasin. Mengumpulkan uang seperti dirinya, demi membantu meringankan beban sang ibu.

Terlepas dari duka yang ternyata menyelimuti, Madan ternyata bukan lah bocah sembarangan. Di kalangan warga yang kerap nongkrong tak jauh dari tempatnya berjualan, ia bagaikan artis.

Lamanya ia berjualan, membuat dirinya dikenal oleh siapa saja. Mulai dari tukang ojek, sopir bajaj, hingga pegawai di mal.

Salah seorang tukang ojek di kawasan tersebut, Rahman, menjelaskan bahwa Madan merupakan sosok bocah periang dan gemar membantu orang-orang.

“Yang saya ingat, dahulu ia sering membantu orang tua yang ingin menyeberang jalan,” kenangnya, seraya membenarkan bahwa Madan memang sudah cukup lama berjualan di kawasan tersebut.

Setiap anak, tentu punya mimpi. Demikian pula dengan halnya Madan. Dengan mantapnya, ia menjelaskan bahwa ketika dewasa nanti, ia ingin menjadi seorang prajurit TNI.

“Aku ingin mandiri dulu dengan berjualan ini. Bila sudah dewasa nanti, aku ingin masuk TNI. Bisa membela negara dan menolong siapa yang membutuhkan bantuan,” tuntasnya, sembari merapikan kotak kue yang kini tak menyisakan satu pun kue di dalamnya. (war)


BACA JUGA

Minggu, 24 Maret 2019 07:59

Berbincang dengan Julita Intan Sari, Peserta Masterchef dari Banjar

BANJARMASIN -- Julita Intan Sari atau akrab disapa Lita, saat…

Jumat, 22 Maret 2019 14:50

Kala Jeruji Besi Tak Menyurutkan Niat untuk Belajar

Pendidikan adalah hak semua warga negara.  Tak terkecuali mereka yang…

Rabu, 20 Maret 2019 14:22

Kesempatan untuk Belajar Jadi Minoritas

Sulit menjawab pertanyaan siapa sebenarnya orang asli Singapura. Negara itu…

Selasa, 19 Maret 2019 15:20

Jalan 17 Ribu Langkah Sehari, Makan Nasi Lemak Tiap Hari

Selama perjalanan di Singapura bersama Chairman Kaltim Post Group (KPG)…

Senin, 18 Maret 2019 10:37

Menikmati Air Minum ‘Termahal’

Meskipun sudah berulang kali ke Singapura, jalan-jalan kali ini cukup…

Minggu, 17 Maret 2019 10:18
Aulia Aziza

Meneliti Seks dalam Bahasa Tutur Masyarakat Banjar

BANJARMASIN -- Di bawah atap rumah orang Banjar, seks adalah…

Sabtu, 16 Maret 2019 11:45

Cincin Talipuk Acil Rida di Pasar Induk Amuntai, Sering DIbawa Sampai Makkah

Cinta atau kue cincin talipuk, kue unik yang terbuat dari…

Jumat, 15 Maret 2019 10:59

Padi Raksasa Milik Aliansyah di HST

Petani Indonesia Menggugat (PIM), bukanlah nama sebuah organisasi aktivis. Ini…

Selasa, 12 Maret 2019 11:57

Ke Bukit Mangkun HST, Medan Berat Terbayar Indah Pemandangan dan Anggrek Liar

Radar Banjarmasin mengikuti para pegiat alam ke Bukit Mangkun. Inilah…

Senin, 11 Maret 2019 09:56

Masih Jomblo, Si Cantik Ini Malah Berasa Sudah Punya Anak

Priskila Dwi Utami, paling senang dipanggil Kila. Usianya 25 tahun.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*