MANAGED BY:
RABU
20 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 25 Desember 2018 09:37
Ada Perda Sampah di Kota Banjarbaru, Tapi Mandul, Nih Buktinya...
BERSERAKAN: Suasana di TPS Persimpangan Guntung Manggis Trikora, pukul 15.15 Wita sampah meluber hingga keluar bak penampungan, padahal menurut aturan jam buang sampah baru dimulai pukul 18.00 Wita hingga pukul 06.00 Wita.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Penegakan Perda No 32 tahun 2011 tentang Pengelolaan Persampahan/Kebersihan di Kota Banjarbaru sepertinya masih belum berlaku. Buktinya, masih banyak warga yang acuh terhadap Perda tersebut.

Padahal dalam Perda tersebut di bagian Larangan tepatnya di Pasal 18. Tertera bahwa ada regulasi yang mengatur soal ketentuan bagaimana persampahan di Banjarbaru. Bahkan ketentuan pidananya pun turut dimuat di Perda tersebut. Ancaman maksimalnya enam bulan pidana atau denda maksimal Rp50 juta.

Adapun contoh yang kerap ditemui di lapangan adalah terkait jadwal membuang sampah oleh warga ke TPS. Disebutkan di Perda, bahwa membuang sampah di TPS hanya boleh dilakukan pada pukul 18.00-06.00 Wita.

Di luar jam tersebut termasuk melanggar. Belum lagi masih ditemukannya sampah-sampah berhamburan di luar TPS.

Namun hal ini belum ada penindakan oleh Pemerintah Kota. Baik melalui SKPD terkait maupun penindakan oleh Satuan Penegak Perda.

Saat coba menanyakan perihal penegakan Perda ini ke Satpol PP Banjarbaru. Kasatpol PP, Marhain Rahman menyebut kalau memang Perda larangan soal sampah ini benar adanya.

Namun untuk penindakan pelanggaran, pihaknya sebutnya menunggu instruksi dan inisiatif dari SKPD yang berwenang. Dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup Banjarbaru.

"Dari pihak kita (Satpol PP) tentu sangat siap jika memang ada instruksi terkait Perda tentang sampah tersebut. Namun hingga sekarang belum ada koordinasi ataupun rapat terkait hal ini, jadi kita akan menunggu. Sebab hal ini harus dimulai dari SKPD terkait dahulu baru kita yang melakukan penindakan," katanya.

Secara terpisah, Kabid Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Banjarbaru, Subhan memang mengakui bahwa Perda larangan tentang sampah ini belum optimal berjalan.

"Benar belum diterapkan. Sejauh ini, sanksinya juga belum ada meskipun ada yang melanggar," jawabnya kepada Radar Banjarmasin.

Soal alasan kenapa tidak berlaku. Subhan menjawab kalau terkait hal ini belum ada dibahas secara bersama-sama dan lintas sektor. "Dengan laporan ini, tentu kita akan koordinasikan secepatnya. Tahun depan akan kita bahas," ujarnya.

Memang kata Subhan, di lapangan sendiri dirinya banyak menemui pelanggaran Perda dari warga. Baik tentang larangan jam buang hingga masalah klasik. Tumpukan sampah di luar TPS Resmi.

"Sebetulnya plang imbauan lengkap dengan poin-poin Perdanya sudah kita pasang. Cuma memang warga juga belum begitu memperhatikan, ini jadi evaluasi kita," sebutnya.

Ia pun tak menampik akan merencanakan sharing dengan daerah-daerah lain. Yang mana sudah menerapkan sanksi terkait pelanggaran terhadap persampahan di wilayahnya.

"Hal ini harus dibahas secara komprehensif, SOP (Standar Operasional Prosedur) nya bagaimana, dari sisi hukum seperti apa. Jadi ini harus dikoordinasikan dan dikonsultasikan dengan berbagai pihak," pungkasnya. (rvn/by/bin)


BACA JUGA

Selasa, 19 Februari 2019 14:17

Sekolah ini Rancang Kapal Pendeteksi Sampah Plastik

BANJARMASIN --Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 5 Banjarmasin. Rancang karya ilmiah…

Selasa, 19 Februari 2019 14:01
Kabar SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru

Kelompok PWMP ini Bisa Hasilkan 10,4 Ton/Ha Jagung Pipil Kering

BANJARBARU -Untuk menciptakan generasi Milineal yang siap menjadi wirausaha pertanian…

Selasa, 19 Februari 2019 13:29

Kekurangan Tenaga Pelipat Surat Suara, KPU Banjarbaru Mulai Kewalahan

BANJARBARU -- Surat suara Pemilu 2019 mulai dilipat sejak Senin…

Selasa, 19 Februari 2019 13:19

Rugi Banyak!! APK Caleg yang Terjaring Penertiban Tidak Boleh Diambil Kembali

BANJARBARU - Tim penertiban APK telah menertibkan 38 APK yang…

Selasa, 19 Februari 2019 13:13

Akibat Penggunaan Cantrang, Nelayan Pagatan Besar Melapor

PELAIHARI-Akibat hasil tangkapan kepiting dan ikan peda berkurang, akibat penggunaan…

Selasa, 19 Februari 2019 11:44

Data Tidak Sinkron, KPU Keliru Dalam Input Data

BANJARMASIN - Rapat pleno Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) Kalsel diinterupsi…

Selasa, 19 Februari 2019 11:36

Panitia Antisipasi Membeludaknya Jamaah Haul ke-14 Guru Sekumpul

MARTAPURA – Haul ke-14 Guru Sekumpul jatuh pada tanggal 9-10…

Selasa, 19 Februari 2019 11:29

Dugaan Bawaslu HST Dicap Konyol

BANJARMASIN - Majelis hakim dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalsel…

Selasa, 19 Februari 2019 10:59

Rayakan Imlek, Warga Tionghoa Kalsel Tampilkan Budaya Indonesia

BANJARMASIN - Warga Tionghoa se-Kalsel Senin (18/2) malam merayakan Tahun…

Selasa, 19 Februari 2019 10:47

Jaya Kreshna : Penyiringan Baru Bisa Dilakukan Setelah Normalisasi

Di Lapangan, Lurah Cempaka Junaidi dan Camat Cempaka, A Rivai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*