MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 26 Desember 2018 13:22
Sejarah Kerukunan Beragama Dibalik Berdirinya GKE di Banjarmasin
DULU DAN SEKARANG: Gereja Kalimantan Evangelis dulu dan sekarang. Gereja ini sempat tiga kali berganti nama.

PROKAL.CO, Sebagai gereja tua di Kalimantan, Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) menyimpan sejarahnya sendiri. Salah satunya tentang para misionaris yang melayani Orang Dayak Kalteng di Banjarmasin.

 MUHAMMAD OSCAR FRABY, Banjarmasin

Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) di Banjarmasin adalah tiga dari gereja tertua di Kalimantan Selatan. Didirikan pada tanggal 4 April 1935, gereja ini awalnya dinakaman Gereja Zending.

Hal ini mengacu pada sejarah pendiriannya yang dilakukan oleh organisasi Zending Basel. Ini adalah lembaga misionaris Kristen dari Jerman yang sebelumnya didirikan dengan nama German Missionary Society (Lembaga Misionaris Jerman) pada 1815.

Kemudian berganti nama menjadi Basel Evangelical Missionary Society (Lembaga Misionaris Injili Basel), dan akhirnya menjadi Bassel Mission.

Lembaga ini memiliki misi membangun sebuah sekolah untuk melatih para misionaris Belanda dan Inggris yang kemudian dikirimkan untuk pelayanan ke daerah-daerah di seluruh dunia.

Di Indonesia, Basel Mission mengirimkan misionaris ke Kalimantan Selatan pada tahun 1920. Selain untuk pelayanan peribadatan ke orang-orang Dayak mereka juga membawa misi pendidikan dan kesehatan.

Ketua jemaat GKE Tahun 1980, Jhonson Simanjuntak mengatakan di awal misinya, Zending Basel memiliki hubungan yang baik dengan Kesultanan Banjar.

Kesultanan kala itu bahkan memberikan lahan untuk pembangunan gereja kepada para misionaris. Di atas lahan itupun tak hanya didirikan gereja namun juga seminari, sekolah dan asrama guru, yang saat ini berada di seberang gereja.

“Pemberian lahan ini dengan perjanjian misionaris tak menyebarkan ajaran Kristen atau mengkristenkan muslim, khususnya suku Banjar,” tandasnya.

Gereja mematuhi syarat dari kesultanan itu. Misi mereka memang melakukan pelayanan iman kepada suku-suku di pulau Kalimantan yaitu suku-suku yang termasuk ke dalam rumpun Dayak, meski begitu GKE tidak tertutup bagi anggota non-Dayak.

“Dulu selain orang asing asal Jerman, jemaatnya dari suku Dayak," terang pria yang sudah menjadi pendeta sejak tahun 1976 itu. Karena itu, dia menambahkan, pada tahun 1935 nama gereja kemudian diganti menjadi Gereja Dayak Evangelis.

Seiring waktu, tak hanya Orang Dayak saja yang datang dan gereja semakin berkembang. Akhirnya pada tahun 1950 dilakukan perubahan nama menjadi Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) hingga sekarang.

Dia masih ingat, dulunya bangunan gereja hanya dari kayu dan dengan konsep arsitektur tradisional. “Pemeliharaan waktu itu memang masih tak bagus. Akhirnya banyak kayu-kayu yang lapuk termakan usia,” sebutnya.

Jhonson mengatakan sebagai rumah peribadatan orang kristiani, GKE bukanlah satu-satunya. Ada gereja tua lain di Banjarmasin, seperti Gereja Katolik Batu (Katedral) dan Gereja Protestan Maranatha Banjarmasin yang berada tak jauh dari GKE sekarang.

“Bedanya, kalau Maranatha, dulunya khusus para penjajah,” katanya.

Dia sendiri menyesali gereja dibongkar dan sedikit diubah dengan konsep saat ini. Menurut Jhonson, harusnya struktur bangunan gereja bisa dipertahankan bentuk aslinya. "Apalagi ini adalah monumen bersejarah bagi warga protestan di Banjarmasin," pungkasnya. (ay/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 12 Januari 2019 12:50

Linda Wahyuni, Siswi SMAN 1 Pelaihari Berhasil Lolos ke LIDA 2019

Linda Wahyuni (16), gadis asal Kota Pelaihari ini, berhasil meraih…

Sabtu, 05 Januari 2019 11:31

Lappenka, Grup Band yang Beranggotakan Penghuni Lapas Banjarbaru

Lappenka selalu tampil enerjik. Lagu-lagu all genre dibabat habis. Namun…

Rabu, 02 Januari 2019 14:01

Maskot Legenda Rakyat

Kotabaru memang sudah lama menjadikan ikan todak sebagai maskot. Todak…

Rabu, 02 Januari 2019 10:35

Menelusuri Jejak Monumen Perang Banjar

Jika Anda rajin mengulik arsip foto Banjarmasin tempo dulu di…

Senin, 31 Desember 2018 09:28

Sepi Pengunjung, Pengelola Danau Seran Tiadakan Acara Malam Tahun Baru

BANJARBARU - Masyarakat Kota Banjarbaru kali ini tidak bisa lagi…

Minggu, 30 Desember 2018 10:55

Ibnu Pre Order 300 Keping Album Kedua JEF (2)

PELUNCURAN album Gawi Manuntung dihadiri tamu spesial. Wali Kota Banjarmasin,…

Minggu, 30 Desember 2018 10:50

Album Kedua JEF Lebih Dewasa dan Kritis (1)

JEF Band meluncurkan album baru, Gawi Manuntung. Seratus persen keuntungan…

Rabu, 26 Desember 2018 13:22

Sejarah Kerukunan Beragama Dibalik Berdirinya GKE di Banjarmasin

Sebagai gereja tua di Kalimantan, Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) menyimpan…

Senin, 24 Desember 2018 10:32

Pebiola Cilik Fellycia Sita Perhatian Pengunjung Siring Pierre Tendean

Ada yang tak biasa Siring Pierre Tendean, kemarin (23/12) sore.…

Sabtu, 22 Desember 2018 10:18

Kisah Optimis Pengerajin Terompet di Banjarmasin, Kusnandar

Ini kisah optimis dari seorang penjual terompet. Yang meyakini bahwa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*