MANAGED BY:
KAMIS
20 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 26 Desember 2018 13:22
Sejarah Kerukunan Beragama Dibalik Berdirinya GKE di Banjarmasin
DULU DAN SEKARANG: Gereja Kalimantan Evangelis dulu dan sekarang. Gereja ini sempat tiga kali berganti nama.

PROKAL.CO, Sebagai gereja tua di Kalimantan, Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) menyimpan sejarahnya sendiri. Salah satunya tentang para misionaris yang melayani Orang Dayak Kalteng di Banjarmasin.

 MUHAMMAD OSCAR FRABY, Banjarmasin

Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) di Banjarmasin adalah tiga dari gereja tertua di Kalimantan Selatan. Didirikan pada tanggal 4 April 1935, gereja ini awalnya dinakaman Gereja Zending.

Hal ini mengacu pada sejarah pendiriannya yang dilakukan oleh organisasi Zending Basel. Ini adalah lembaga misionaris Kristen dari Jerman yang sebelumnya didirikan dengan nama German Missionary Society (Lembaga Misionaris Jerman) pada 1815.

Kemudian berganti nama menjadi Basel Evangelical Missionary Society (Lembaga Misionaris Injili Basel), dan akhirnya menjadi Bassel Mission.

Lembaga ini memiliki misi membangun sebuah sekolah untuk melatih para misionaris Belanda dan Inggris yang kemudian dikirimkan untuk pelayanan ke daerah-daerah di seluruh dunia.

Di Indonesia, Basel Mission mengirimkan misionaris ke Kalimantan Selatan pada tahun 1920. Selain untuk pelayanan peribadatan ke orang-orang Dayak mereka juga membawa misi pendidikan dan kesehatan.

Ketua jemaat GKE Tahun 1980, Jhonson Simanjuntak mengatakan di awal misinya, Zending Basel memiliki hubungan yang baik dengan Kesultanan Banjar.

Kesultanan kala itu bahkan memberikan lahan untuk pembangunan gereja kepada para misionaris. Di atas lahan itupun tak hanya didirikan gereja namun juga seminari, sekolah dan asrama guru, yang saat ini berada di seberang gereja.

“Pemberian lahan ini dengan perjanjian misionaris tak menyebarkan ajaran Kristen atau mengkristenkan muslim, khususnya suku Banjar,” tandasnya.

Gereja mematuhi syarat dari kesultanan itu. Misi mereka memang melakukan pelayanan iman kepada suku-suku di pulau Kalimantan yaitu suku-suku yang termasuk ke dalam rumpun Dayak, meski begitu GKE tidak tertutup bagi anggota non-Dayak.

“Dulu selain orang asing asal Jerman, jemaatnya dari suku Dayak," terang pria yang sudah menjadi pendeta sejak tahun 1976 itu. Karena itu, dia menambahkan, pada tahun 1935 nama gereja kemudian diganti menjadi Gereja Dayak Evangelis.

Seiring waktu, tak hanya Orang Dayak saja yang datang dan gereja semakin berkembang. Akhirnya pada tahun 1950 dilakukan perubahan nama menjadi Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) hingga sekarang.

Dia masih ingat, dulunya bangunan gereja hanya dari kayu dan dengan konsep arsitektur tradisional. “Pemeliharaan waktu itu memang masih tak bagus. Akhirnya banyak kayu-kayu yang lapuk termakan usia,” sebutnya.

Jhonson mengatakan sebagai rumah peribadatan orang kristiani, GKE bukanlah satu-satunya. Ada gereja tua lain di Banjarmasin, seperti Gereja Katolik Batu (Katedral) dan Gereja Protestan Maranatha Banjarmasin yang berada tak jauh dari GKE sekarang.

“Bedanya, kalau Maranatha, dulunya khusus para penjajah,” katanya.

Dia sendiri menyesali gereja dibongkar dan sedikit diubah dengan konsep saat ini. Menurut Jhonson, harusnya struktur bangunan gereja bisa dipertahankan bentuk aslinya. "Apalagi ini adalah monumen bersejarah bagi warga protestan di Banjarmasin," pungkasnya. (ay/ran)


BACA JUGA

Rabu, 19 Juni 2019 11:28
Judinor, Petani Hortikultura yang Mengubah Lahan Pertanian Menjadi Objek Wisata

Awalnya Tak Seberapa, Sekarang Bisa Pekerjakan 12 Pemuda Desa

Apa yang dilakukan Judinor mungkin bisa ditiru. Petani kelahiran 1975…

Selasa, 18 Juni 2019 12:27
Melihat Penerapan Aturan Baru bagi Ojek Online

Lebih Aman, Penumpang Tidak Was-was

Peraturan Menteri Perhubungan No 118/2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus…

Senin, 17 Juni 2019 10:54

Menengok Kegiatan Persatuan Sopir Truk di Banua

Sopir truk di Banua punya komunitas untuk wadah bersilaturahmi. Namanya,…

Minggu, 16 Juni 2019 09:11

Melihat dari Dekat Program Mengubah Rawa Jadi Lahan Pertanian

Memiliki banyak daerah rawa yang ganggur menjadi berkah tersendiri. Kalsel…

Rabu, 12 Juni 2019 12:00
Suka-Duka Sipir Muda Wanita di Dalam Lembaga Pemasyarakatan

Para Perempuan Ini Kerap jadi Tempat Napi Curhat

Tak mudah kerja di penjara. Apalagi bagi kaum hawa. Banyak…

Selasa, 11 Juni 2019 17:00
Inilah Panta, Minuman Kebanggaan Generasi 80-an

Panta 'Legend' Kini Cuma Diolah Berdasarkan Pesanan

Panta sebenarnya minuman tradisional. Pada masanya, usaha rumahan pembuatan Panta…

Selasa, 11 Juni 2019 10:27
Melihat Dari Dekat Sisa Banjir Bandang Pulau Laut

Nyawa Hampir Melayang, Embung Kering Mendadak

Sabtu pagi itu Fatimah baru saja usai selamatan. Barang-barang berserakan.…

Senin, 10 Juni 2019 17:45
Sarjana Pendamping Desa Sulap Rumah Pribadi untuk Objek Foto Selfie

Buka Setiap Hari, Mau Foto Harus Janjian Dulu

Ide sarjana pendamping desa (Samping Desa) di Kabupaten Hulu Sungai…

Senin, 03 Juni 2019 11:25
Ketua MUI Banjar KH Fadlan Asyari Bercerita Momen-Momen Istimewa Sewaktu Merawat Guru Sekumpul di Surabaya

Terharu Saksikan Kesabaran Guru Hadapi Penyakit

Ketua MUI Banjar KH Fadlan Asy’ari masih bersepupu dengan KH…

Senin, 03 Juni 2019 09:26
Jadi Orang Tua Asuh Sehari ala IBC

Belikan Baju Lebaran

Pernah kah terbayangkan menjadi orang tua asuh dalam sehari saja?…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*