MANAGED BY:
MINGGU
24 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 26 Desember 2018 13:22
Sejarah Kerukunan Beragama Dibalik Berdirinya GKE di Banjarmasin
DULU DAN SEKARANG: Gereja Kalimantan Evangelis dulu dan sekarang. Gereja ini sempat tiga kali berganti nama.

PROKAL.CO, Sebagai gereja tua di Kalimantan, Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) menyimpan sejarahnya sendiri. Salah satunya tentang para misionaris yang melayani Orang Dayak Kalteng di Banjarmasin.

 MUHAMMAD OSCAR FRABY, Banjarmasin

Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) di Banjarmasin adalah tiga dari gereja tertua di Kalimantan Selatan. Didirikan pada tanggal 4 April 1935, gereja ini awalnya dinakaman Gereja Zending.

Hal ini mengacu pada sejarah pendiriannya yang dilakukan oleh organisasi Zending Basel. Ini adalah lembaga misionaris Kristen dari Jerman yang sebelumnya didirikan dengan nama German Missionary Society (Lembaga Misionaris Jerman) pada 1815.

Kemudian berganti nama menjadi Basel Evangelical Missionary Society (Lembaga Misionaris Injili Basel), dan akhirnya menjadi Bassel Mission.

Lembaga ini memiliki misi membangun sebuah sekolah untuk melatih para misionaris Belanda dan Inggris yang kemudian dikirimkan untuk pelayanan ke daerah-daerah di seluruh dunia.

Di Indonesia, Basel Mission mengirimkan misionaris ke Kalimantan Selatan pada tahun 1920. Selain untuk pelayanan peribadatan ke orang-orang Dayak mereka juga membawa misi pendidikan dan kesehatan.

Ketua jemaat GKE Tahun 1980, Jhonson Simanjuntak mengatakan di awal misinya, Zending Basel memiliki hubungan yang baik dengan Kesultanan Banjar.

Kesultanan kala itu bahkan memberikan lahan untuk pembangunan gereja kepada para misionaris. Di atas lahan itupun tak hanya didirikan gereja namun juga seminari, sekolah dan asrama guru, yang saat ini berada di seberang gereja.

“Pemberian lahan ini dengan perjanjian misionaris tak menyebarkan ajaran Kristen atau mengkristenkan muslim, khususnya suku Banjar,” tandasnya.

Gereja mematuhi syarat dari kesultanan itu. Misi mereka memang melakukan pelayanan iman kepada suku-suku di pulau Kalimantan yaitu suku-suku yang termasuk ke dalam rumpun Dayak, meski begitu GKE tidak tertutup bagi anggota non-Dayak.

“Dulu selain orang asing asal Jerman, jemaatnya dari suku Dayak," terang pria yang sudah menjadi pendeta sejak tahun 1976 itu. Karena itu, dia menambahkan, pada tahun 1935 nama gereja kemudian diganti menjadi Gereja Dayak Evangelis.

Seiring waktu, tak hanya Orang Dayak saja yang datang dan gereja semakin berkembang. Akhirnya pada tahun 1950 dilakukan perubahan nama menjadi Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) hingga sekarang.

Dia masih ingat, dulunya bangunan gereja hanya dari kayu dan dengan konsep arsitektur tradisional. “Pemeliharaan waktu itu memang masih tak bagus. Akhirnya banyak kayu-kayu yang lapuk termakan usia,” sebutnya.

Jhonson mengatakan sebagai rumah peribadatan orang kristiani, GKE bukanlah satu-satunya. Ada gereja tua lain di Banjarmasin, seperti Gereja Katolik Batu (Katedral) dan Gereja Protestan Maranatha Banjarmasin yang berada tak jauh dari GKE sekarang.

“Bedanya, kalau Maranatha, dulunya khusus para penjajah,” katanya.

Dia sendiri menyesali gereja dibongkar dan sedikit diubah dengan konsep saat ini. Menurut Jhonson, harusnya struktur bangunan gereja bisa dipertahankan bentuk aslinya. "Apalagi ini adalah monumen bersejarah bagi warga protestan di Banjarmasin," pungkasnya. (ay/ran)


BACA JUGA

Jumat, 22 Maret 2019 14:50

Kala Jeruji Besi Tak Menyurutkan Niat untuk Belajar

Pendidikan adalah hak semua warga negara.  Tak terkecuali mereka yang…

Rabu, 20 Maret 2019 14:22

Kesempatan untuk Belajar Jadi Minoritas

Sulit menjawab pertanyaan siapa sebenarnya orang asli Singapura. Negara itu…

Selasa, 19 Maret 2019 15:20

Jalan 17 Ribu Langkah Sehari, Makan Nasi Lemak Tiap Hari

Selama perjalanan di Singapura bersama Chairman Kaltim Post Group (KPG)…

Senin, 18 Maret 2019 10:37

Menikmati Air Minum ‘Termahal’

Meskipun sudah berulang kali ke Singapura, jalan-jalan kali ini cukup…

Minggu, 17 Maret 2019 10:18
Aulia Aziza

Meneliti Seks dalam Bahasa Tutur Masyarakat Banjar

BANJARMASIN -- Di bawah atap rumah orang Banjar, seks adalah…

Sabtu, 16 Maret 2019 11:45

Cincin Talipuk Acil Rida di Pasar Induk Amuntai, Sering DIbawa Sampai Makkah

Cinta atau kue cincin talipuk, kue unik yang terbuat dari…

Jumat, 15 Maret 2019 10:59

Padi Raksasa Milik Aliansyah di HST

Petani Indonesia Menggugat (PIM), bukanlah nama sebuah organisasi aktivis. Ini…

Selasa, 12 Maret 2019 11:57

Ke Bukit Mangkun HST, Medan Berat Terbayar Indah Pemandangan dan Anggrek Liar

Radar Banjarmasin mengikuti para pegiat alam ke Bukit Mangkun. Inilah…

Senin, 11 Maret 2019 09:56

Masih Jomblo, Si Cantik Ini Malah Berasa Sudah Punya Anak

Priskila Dwi Utami, paling senang dipanggil Kila. Usianya 25 tahun.…

Senin, 11 Maret 2019 09:03

Ziarah Sekumpul, Ziarah Cinta

Haul Guru Sekumpul tidak mungkin pernah ada jika tak pernah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*