MANAGED BY:
JUMAT
24 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Minggu, 30 Desember 2018 10:50
Album Kedua JEF Lebih Dewasa dan Kritis (1)

Peluncuran Album Kedua JEF

ALBUM KEDUA: Mini konser JEF di Jungle Coffee, Jumat malam. Sejumlah lagu hits dan lagu baru dimainkan.

PROKAL.CO, JEF Band meluncurkan album baru, Gawi Manuntung. Seratus persen keuntungan dari penjualan album bakal disumbangkan untuk Sekolah Bawang di Pasar Lima. Materi album kedua itu disebut lebih dewasa. 

PELUNCURAN album Gawi Manuntung bertempat di Jungle Coffee di Jalan Pramuka, Jumat (28/12) malam. Mini konser itu diselingi ngobrol bareng penggemar.

Hebatnya, acara ini tanpa embel-embel sponsor. Peluncuran album bisa terwujud berkat gotong-royong anak-anak muda yang antusias. Suasananya cair dan bersahaja.

JEF tampil dalam formasi penuh. Jefry pada keyboardis, Eben pada gitar, serta duo vokalis cantik: Niluh dan Winda. Konser dibuka dengan lagu-lagu dari album pertama, Waja Sampai Kaputing yang dirilis tahun 2016 silam.

Seperti hits Ayo ke Banjarmasin yang telah melambungkan nama JEF. Adapula Waja Sampai Kaputing yang menjadi original soundtrack film Pangeran Antasari besutan Erwan Siregar. Sementara dari album baru dimainkan Lastari Bakantan.

Bagi Jefry, pentolan band ini, Gawi Manuntung digarap dengan lebih serius. "Digarap selama 1,5 tahun. Kami mengalami banyak pendewasaan selama penulisan lirik dan pengerjaan aransemen album ini," ujarnya.

Winda pun sepakat dengan pernyataan itu. "Contoh pada lagu Lastari Bakantan. Kami riset. Banyak membaca. Kami sedih karena menyadari satwa ini terancam punah. Lagu ini kritis sekali," timpalnya.

Malam itu, JEF seolah-olah merefleksikan perjalanan bermusik mereka selama ini. Jefry mengaku kenyang dengan perlakuan tidak mengenakkan. Pernah pada satu konser, JEF berkesempatan tampil di depan para pejabat teras.

"Selagi kami main, pejabatnya manggut-manggut saja. Lagunya kelar, kami malah ditanya: bisa memainkan lagu Kereta Malam enggak?" ujarnya tergelak. Kereta Malam adalah lagu dangdut yang diciptakan Rhoma Irama dan dipopulerkan Elvi Sukaesih.

Dokter muda itu juga merasa pilihan mereka kerap dipandang sebelah mata oleh seniman dan musisi senior Banua. Karya-karya mereka dianggap kelewat ngepop. "Katanya ini bukan lagu Banjar. Dan vokal Niluh kelewat Indonesia. Saya merasa dicekal. Tapi saya tidak peduli," tegasnya.

Niluh tak menampiknya. Dia besar dari jalur pop. Berbeda dengan Winda yang rajin menyanyikan lagu-lagu daerah. "Saya pribadi tidak fasih berbahasa Banjar. Tapi saya sudah bertekad untuk mengenalkan daerah ini," tukasnya.

Gawi Manuntung memiliki 11 lagu. Untuk menyebut beberapa seperti Siring Sungai, Rumah Bubungan Tinggi, dan Indonesia Badangsanak.

Keuntungan dari penjualan rilisan fisik dan digital, semuanya akan disumbangkan untuk Sekolah Bawang di Jalan Pasar Baru. Sekolah yang meminjam bekas kios-kios pasar ini menyediakan pendidikan bagi anak jalanan dan buruh pengupas bawang di Pasar Lima. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Kamis, 23 Mei 2019 09:48

Kisah Kerusuhan 23 Mei: Telepon Guru Sekumpul Bikin Karno Tenang

Peristiwa itu masih melekat kuat di ingatan H Karno. Pria…

Rabu, 22 Mei 2019 12:54
Berkunjung ke Eks Bangunan Rumah Sakit Paru dr H Andi Abdurrahman Noor di Batulicin

Tak Terawat, Mulai Jadi Sumber Cerita Angker

Eks bangunan rumah sakit Andi Abdurrahman Noor ini sudah tidak…

Senin, 20 Mei 2019 11:38
Tradisi Bapapai, Mandi di Malam Pertama bagi Trah Ulu Benteng

Yang Menghindari Tradisi ini Bisa Gila

Mau jadi penganten di Ulu Benteng, Batola harus siap mental.…

Minggu, 19 Mei 2019 10:22

Berbincang dengan Guru Haji Abul Hasan Desa Gadung Keramat Bakarangan

Desa Gadung Keramat Kecamatan Bakarangan dari dulu terkenal akan banyaknya…

Sabtu, 18 Mei 2019 10:54
Melihat Tradisi “Tempur Meriam” di Hulu Sungai Tengah

Rayakan dengan Dentuman untuk Pupuk Kebersamaan

Setiap Ramadan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah selalu menjadi ajang pertempuran…

Jumat, 17 Mei 2019 11:38
Berbincang dengan Nelayan Tanjung Selayar di Musim Tenggara

Jangankan Baju Baru, Buat Makan Saja Susah

Angin tenggara berembus kencang. Pondok Ahmad di tepi pantai bergetar…

Kamis, 16 Mei 2019 12:21
Ustaz Muhammad Kasim, Pengajar Alquran di Pegunungan Meratus HST

Ajarkan Alquran Sambil Memasak, Jadikan Santri Sebagai Keluarga

Tak rela menyaksikan sebuah surau di atas pegunungan terbengkalai, Muhammad…

Rabu, 15 Mei 2019 15:41
Pengasuh Ponpes Tarbiyatul Furqan, Cetak Para Pendakwah Tangguh

Ratusan Ustaz Dikirim ke Desa Terpencil sampai Perkotaan

Tinggal sedikit pesantren yang memiliki misi untuk mencetak para dai…

Selasa, 14 Mei 2019 12:31
Ustaz Muhammad Fahrianor Syahdan, Salah Satu Pendakwah Muda di Kabupaten HSS

Selipkan Humor Saat Bertausiah

CERAMAH atau tausiah tak melulu dibawakan dengan serius, adakalanya penceramah…

Senin, 13 Mei 2019 15:38

Jerry Bangsawan, Youtuber dengan Konten Traveling Asal Banua: Ingin Jelajahi 18 Negara Eropa !

"Hello guys, ini Airbus A330," ucap Jerry Bangsawan. YouTuber asal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*