MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Minggu, 30 Desember 2018 10:50
Album Kedua JEF Lebih Dewasa dan Kritis (1)

Peluncuran Album Kedua JEF

ALBUM KEDUA: Mini konser JEF di Jungle Coffee, Jumat malam. Sejumlah lagu hits dan lagu baru dimainkan.

PROKAL.CO, JEF Band meluncurkan album baru, Gawi Manuntung. Seratus persen keuntungan dari penjualan album bakal disumbangkan untuk Sekolah Bawang di Pasar Lima. Materi album kedua itu disebut lebih dewasa. 

PELUNCURAN album Gawi Manuntung bertempat di Jungle Coffee di Jalan Pramuka, Jumat (28/12) malam. Mini konser itu diselingi ngobrol bareng penggemar.

Hebatnya, acara ini tanpa embel-embel sponsor. Peluncuran album bisa terwujud berkat gotong-royong anak-anak muda yang antusias. Suasananya cair dan bersahaja.

JEF tampil dalam formasi penuh. Jefry pada keyboardis, Eben pada gitar, serta duo vokalis cantik: Niluh dan Winda. Konser dibuka dengan lagu-lagu dari album pertama, Waja Sampai Kaputing yang dirilis tahun 2016 silam.

Seperti hits Ayo ke Banjarmasin yang telah melambungkan nama JEF. Adapula Waja Sampai Kaputing yang menjadi original soundtrack film Pangeran Antasari besutan Erwan Siregar. Sementara dari album baru dimainkan Lastari Bakantan.

Bagi Jefry, pentolan band ini, Gawi Manuntung digarap dengan lebih serius. "Digarap selama 1,5 tahun. Kami mengalami banyak pendewasaan selama penulisan lirik dan pengerjaan aransemen album ini," ujarnya.

Winda pun sepakat dengan pernyataan itu. "Contoh pada lagu Lastari Bakantan. Kami riset. Banyak membaca. Kami sedih karena menyadari satwa ini terancam punah. Lagu ini kritis sekali," timpalnya.

Malam itu, JEF seolah-olah merefleksikan perjalanan bermusik mereka selama ini. Jefry mengaku kenyang dengan perlakuan tidak mengenakkan. Pernah pada satu konser, JEF berkesempatan tampil di depan para pejabat teras.

"Selagi kami main, pejabatnya manggut-manggut saja. Lagunya kelar, kami malah ditanya: bisa memainkan lagu Kereta Malam enggak?" ujarnya tergelak. Kereta Malam adalah lagu dangdut yang diciptakan Rhoma Irama dan dipopulerkan Elvi Sukaesih.

Dokter muda itu juga merasa pilihan mereka kerap dipandang sebelah mata oleh seniman dan musisi senior Banua. Karya-karya mereka dianggap kelewat ngepop. "Katanya ini bukan lagu Banjar. Dan vokal Niluh kelewat Indonesia. Saya merasa dicekal. Tapi saya tidak peduli," tegasnya.

Niluh tak menampiknya. Dia besar dari jalur pop. Berbeda dengan Winda yang rajin menyanyikan lagu-lagu daerah. "Saya pribadi tidak fasih berbahasa Banjar. Tapi saya sudah bertekad untuk mengenalkan daerah ini," tukasnya.

Gawi Manuntung memiliki 11 lagu. Untuk menyebut beberapa seperti Siring Sungai, Rumah Bubungan Tinggi, dan Indonesia Badangsanak.

Keuntungan dari penjualan rilisan fisik dan digital, semuanya akan disumbangkan untuk Sekolah Bawang di Jalan Pasar Baru. Sekolah yang meminjam bekas kios-kios pasar ini menyediakan pendidikan bagi anak jalanan dan buruh pengupas bawang di Pasar Lima. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Sabtu, 12 Januari 2019 12:50

Linda Wahyuni, Siswi SMAN 1 Pelaihari Berhasil Lolos ke LIDA 2019

Linda Wahyuni (16), gadis asal Kota Pelaihari ini, berhasil meraih…

Sabtu, 05 Januari 2019 11:31

Lappenka, Grup Band yang Beranggotakan Penghuni Lapas Banjarbaru

Lappenka selalu tampil enerjik. Lagu-lagu all genre dibabat habis. Namun…

Rabu, 02 Januari 2019 14:01

Maskot Legenda Rakyat

Kotabaru memang sudah lama menjadikan ikan todak sebagai maskot. Todak…

Rabu, 02 Januari 2019 10:35

Menelusuri Jejak Monumen Perang Banjar

Jika Anda rajin mengulik arsip foto Banjarmasin tempo dulu di…

Senin, 31 Desember 2018 09:28

Sepi Pengunjung, Pengelola Danau Seran Tiadakan Acara Malam Tahun Baru

BANJARBARU - Masyarakat Kota Banjarbaru kali ini tidak bisa lagi…

Minggu, 30 Desember 2018 10:55

Ibnu Pre Order 300 Keping Album Kedua JEF (2)

PELUNCURAN album Gawi Manuntung dihadiri tamu spesial. Wali Kota Banjarmasin,…

Minggu, 30 Desember 2018 10:50

Album Kedua JEF Lebih Dewasa dan Kritis (1)

JEF Band meluncurkan album baru, Gawi Manuntung. Seratus persen keuntungan…

Rabu, 26 Desember 2018 13:22

Sejarah Kerukunan Beragama Dibalik Berdirinya GKE di Banjarmasin

Sebagai gereja tua di Kalimantan, Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) menyimpan…

Senin, 24 Desember 2018 10:32

Pebiola Cilik Fellycia Sita Perhatian Pengunjung Siring Pierre Tendean

Ada yang tak biasa Siring Pierre Tendean, kemarin (23/12) sore.…

Sabtu, 22 Desember 2018 10:18

Kisah Optimis Pengerajin Terompet di Banjarmasin, Kusnandar

Ini kisah optimis dari seorang penjual terompet. Yang meyakini bahwa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*