MANAGED BY:
SENIN
18 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 02 Januari 2019 14:01
Maskot Legenda Rakyat
MASKOT: Ikan todak kembar di kotabaru yang baru di launching

PROKAL.CO, Kotabaru memang sudah lama menjadikan ikan todak sebagai maskot. Todak bagi rakyat di ujung Banua ini punya kisahnya sendiri. Dianggap berhubungan dengan seorang sakti bernama Datu Mabrur.

Konon dahulu kala. Datu Mabrur bertapa di atas laut antara Pulau Kalimantan dan Selat Makassar. Orang sakti ini meminta kepada penguasa langit, sebuah pulau baru untuk dia hidup bersama keturunannya. Lama sekali dia bertapa. Tapi belum ada datang petunjuk. Sampai badannya kurus kering.

Suatu malam, datang serangan dari dalam laut. Seekor ikan melompat. Ikan itu besar dan panjang. Di ujung mulutnya ada senjata seperti tombak. Whuus. Tapi Datu Mabrur memang sakti. Tanpa bergerak, dia bisa membuat ikan mental. Tapi ikan itu datang lagi. Kali tidak sendiri. Ada ribuan. Mengepung Datu Mabrur. Tapi serang bertubi-tubi itu gagal. Datu tetap kokoh di atas tapanya.

Seekor ikan paling besar datang menghampiri. Badannya penuh luka. Dia yang paling ganas menyerang. Ternyata ikan itu bisa bercapak-cakap.

Dia mengaku, Raja Ikan Todak. Tap Mabrur menganggu kerajaan bawah lautnya. Sebelum menyerang, di hadapan rakyat ikannya Raja Todak berjanji kalau kalah akan menyanggupi permintaan Mabrur apapun itu.

Datu Mabrur kemudian merawat luka Raja Todak. Sang Raja membujuk Mabrur ke istananya. Di sana banyak perhiasan. Tapi Mabrur enggan. Dia mengatakan tujuannya bertapa.

Sembuh, Raja Todak pulang. Suatu malam, Mabrur masih bertapa. Datang gemuruh besar dari dalam laut. Ribuan ikan mendorong daratan. Ikan-ikan itu meneriakkan kata: Saijaan. Sebuah pulau mengapung di hadapan Mabrur.

Pulau itu kemudian menjadi tempat tinggal Mabrur. Diberi nama Pulau Halimunan. Karena muncul dari dalam laut. Juga selalu berkabut, seperti dilindungi pagar halimun.

Lama kemudian, Pulau Halimunan berganti nama jadi Pulau Laut. Ikan todak dan Saijaan yang artinya seiya sekata dijadikan simbol dan slogan Kabupaten Kotabaru. Kisah ini disadur dari Hikayat Saijaan dan Ikan Todak. (zal)


BACA JUGA

Minggu, 17 Maret 2019 10:18
Aulia Aziza

Meneliti Seks dalam Bahasa Tutur Masyarakat Banjar

BANJARMASIN -- Di bawah atap rumah orang Banjar, seks adalah…

Sabtu, 16 Maret 2019 11:45

Cincin Talipuk Acil Rida di Pasar Induk Amuntai, Sering DIbawa Sampai Makkah

Cinta atau kue cincin talipuk, kue unik yang terbuat dari…

Jumat, 15 Maret 2019 10:59

Padi Raksasa Milik Aliansyah di HST

Petani Indonesia Menggugat (PIM), bukanlah nama sebuah organisasi aktivis. Ini…

Selasa, 12 Maret 2019 11:57

Ke Bukit Mangkun HST, Medan Berat Terbayar Indah Pemandangan dan Anggrek Liar

Radar Banjarmasin mengikuti para pegiat alam ke Bukit Mangkun. Inilah…

Senin, 11 Maret 2019 09:56

Masih Jomblo, Si Cantik Ini Malah Berasa Sudah Punya Anak

Priskila Dwi Utami, paling senang dipanggil Kila. Usianya 25 tahun.…

Senin, 11 Maret 2019 09:03

Ziarah Sekumpul, Ziarah Cinta

Haul Guru Sekumpul tidak mungkin pernah ada jika tak pernah…

Jumat, 08 Maret 2019 10:32

Masih Bocah, Tiga Bersaudara Ini Keliling Jualan Kerupuk

Masih bocah, tiga bersaudara ini malah ikut memikirkan kebutuhan hidup…

Selasa, 05 Maret 2019 10:02

Komunitas Driver Mahligai Sehati

Berapa jumlah driver online yang ada di Banjarmasin? Jawabnya; ribuan.…

Kamis, 28 Februari 2019 10:43

Terminal Catur Minggu Raya Lahirkan Master Internasional

Terminal biasanya identik dengan tempat pemberhentian angkutan umum. Namun Terminal…

Kamis, 28 Februari 2019 09:18

Jangan Salah, Bapandung Bukan Stand Up Comedy

Terkadang, orang salah tanggap. Bapandung dikira stand up comedy. Padahal,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*