MANAGED BY:
SELASA
25 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 05 Januari 2019 11:31
Lappenka, Grup Band yang Beranggotakan Penghuni Lapas Banjarbaru
SUDAH PEDE: Lappenka, grup band yang personelnya Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Banjarbaru saat tampil di sebuah acara di Pusat Perbelanjaan terbesar di Banjarbaru beberapa waktu lalu. (Muhammad Rifani/Radar Banjarmasin)

PROKAL.CO, Lappenka selalu tampil enerjik. Lagu-lagu all genre dibabat habis. Namun siapa sangka. Grup band asal Banjarbaru ini semua personelnya merupakan Warga Binaan Pemasyarakatan (Napi) di Lapas Banjarbaru.

MUHAMMAD RIFANI, Banjarbaru

Lappenka. Usianya baru sepuluh bulan. Terbentuk Maret 2018 lalu. Namanya juga unik. Akronim dari Lembaga Pemasyarakatan Cempaka (Lappenka). Sesuai nama, seluruh personel merupakan napi di Lapas Kelas III Banjarbaru.

Tio (vokal), Saufi (Keyboard) dan Ape (Gitar) adalah personel resmi Lappenka. Untuk melengkapi, mereka memboyong Additional Player dua orang.

Sejarah singkat Lappenka unik. Diawali keinginan sang manajer, Rizal untuk membuat band di lingkungan Lapas. Niatnya tidak muluk-muluk. Agar Napi yang punya bakat di bidang musik, terutama band bisa berkarya.

"Memang awalnya iseng dari saya dan personel ini. Lalu melihat ada band juga dari Lapas Grobogan Jateng yang rilis nasional. Nah terpikir kenapa tidak dibuat juga di sini, karena ada potensi," kata Rizal yang juga petugas Lapas Banjarbaru ini.

Beruntung kata Rizal. Diantara lebih dari 1600 napi yang menghuni Lapas. Tiga diantaranya tertarik dan punya bakat musik. "Langsung saja setuju. Sekalian mengisi waktu luang untuk lebih bermanfaat," tambahnya.

Karena sebelumnya tidak ada band di Lapas Banjarbaru. Untuk memulai karir Lappenka. Rizal dan personel lainnya harus "keroyokan" memboyong alat musik.

"Sempat jadi kendala karena alat band fullsetnya tidak ada. Kita putar otak, akhirnya alat musik dari tiap-tiap personel dan kenalan kita boyong. Mulailah latihan dan proses bikin lagu," ceritanya.

Karena berlatarbelakang lembaga pemasyarakatan. Rizal tak menampik band ini juga tak luput dari kontra. Meskipun juga ada yang pro dengan kehadiran band unik ini.

"Jelas lah ada (kontra). Apalagi di awal-awal. Kan orang memandangnya Napi itu gimana gitu, selalu disematkan stigma buruk. Ada juga yang sampai takut menonton mereka di awal-awal," kisahnya.

Namun lambat laun. Lappenka mulai berhasil membuat publik percaya. Bukan lagi melihat status atau latarbelakang mereka. Namun kepiawaian menyajikan musik jadi magnet utamanya.

"Alhamdulillah sudah tidak begitu. Tetapi tetap, Protap (Protokol Tetap) kita tetap jalan," jawab Rizal.

Protap yang dimaksud Rizal adalah adanya penjagaan dari petugas kepada Personel Lappenka. Wajar katanya, ini memang prosedur standar ketika ada tahanan di luar Lapas. "Tetap dikawal. Jadi kalau mau manggung ada petugas yang ikut," komentarnya.

Beralih ke salah satu personel, Tio. Vokalis ini mengaku memang sempat tidak pede di awal-awal kemunculan band mereka. Manusiawi, karena memandang statusnya.

"Makin ke sini kita banyak dapat dampak positif. Baik dari publik di luar Lapas maupun rekan-rekan di sini (Lapas). Mereka sangat mendukung kita. Bahkan kita ingin menginspirasi dan memotivasi bahwa dimanapun berada, bakat dan minat tidak boleh mati," ceritanya.

Ditambahkannya. Motivasi yang sangat membuat Tio intens di Lappenka adalah pembuktian. Ya, pembuktian kepada masyarakat bahwa mereka juga bagian dari masyarakat pada umumnya.

"Bahwa kita mampu seperti masyarakat pada umumnya untuk berkarya khususnya di bidang musik. Ini juga jadi semangat dan motivasi kita selama di sini untuk lebih baik," ujarnya.

Sementara itu, Ari. Warga Banjarbaru yang pernah menonton penampilan Lappenka secara langsung mengaku kaget. Lantaran ada sebuah band binaan di Lapas yang tampil profesional di sebuah acara amal di pusat perbelanjaan beberapa waktu lalu.

"Kaget saat diceritakan kalau mereka personelnya adalah napi. Ini luar biasa sih. Memberi sudut pandang baru bahwa di dalam sana tidak soal jeruji besi semata. Tapi ada hal lain yang positif," katanya.

Lappenka sendiri saat ini sudah sering tampil di berbagai acara musik. Baik parade maupun festival. Kelasnya lokal hingga regional. Terakhir, mereka sukses menyabet juara 1 festival musik di salah satu kampus Swasta di Banjarmasin.

Saat ini, Lappenka juga telah menelurkan single perdananya. Tajuknya Berharap Kau Kembali. "Lagu sudah selesai. Sekarang lanjut ke pembuatan Video Klip. Kita target bisa go nasional dan juga menjadikan lagu ini RBT (Ring Back Tone)," harap Rizal, sang manajer. (rvn/by/bin)


BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 11:18
Nasib Madihin di Tangan Anak Muda

Lebih Menghibur karena Dimainkan Ramai-ramai

Sekilas, penampilan Sabtu (22/6) malam itu mirip teater rakyat. Ternyata…

Senin, 24 Juni 2019 09:07
DI BALIK MENIPISNYA LAHAN PERTANIAN GAMBUT

GAMBUT TAK DIJUAL..! Kecuali Harganya Cocok

Gambut pernah menjadi lumbung padi yang menyangga kebutuhan pangan Kalimantan…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:49
Mengenal Ahmad Ahdal, Siswa MAN ICT yang Jago Kimia dan Hafal Quran 30 Juz

Murajaah di Sela Waktu Belajar, Tiga Semester Selesaikan Hafalan

Sorot mata optimis terlihat dari pandangan Ahmad Ahdal (15), wakil…

Jumat, 21 Juni 2019 16:00
Alana Ramadhan Supit Bikin Berlepotan Wajah Ketua DPRD Kota Banjarmasin

Ditayangkan di YouTube, Batasi Pegang Handhpone

Alana Ramadhan Supit justru tak tertarik mengikuti jejak sang bunda…

Jumat, 21 Juni 2019 10:39
Melihat Aktivitas Perajin Perahu Kayu di Desa Tapus Kabupaten HSU

Penjualan Jukung Tembus Sampai ke Singapura

Seni membuat jukung mulai hilang dari tradisi Urang Banjar. Padahal,…

Rabu, 19 Juni 2019 11:32

Tren ASN Minta Mutasi di Kantor-kantor Pemerintahan

Dengan berbagai alasan, para aparatur sipil negara (ASN) di Banua…

Rabu, 19 Juni 2019 11:28
Judinor, Petani Hortikultura yang Mengubah Lahan Pertanian Menjadi Objek Wisata

Awalnya Tak Seberapa, Sekarang Bisa Pekerjakan 12 Pemuda Desa

Apa yang dilakukan Judinor mungkin bisa ditiru. Petani kelahiran 1975…

Selasa, 18 Juni 2019 12:27
Melihat Penerapan Aturan Baru bagi Ojek Online

Lebih Aman, Penumpang Tidak Was-was

Peraturan Menteri Perhubungan No 118/2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus…

Senin, 17 Juni 2019 10:54

Menengok Kegiatan Persatuan Sopir Truk di Banua

Sopir truk di Banua punya komunitas untuk wadah bersilaturahmi. Namanya,…

Minggu, 16 Juni 2019 09:11

Melihat dari Dekat Program Mengubah Rawa Jadi Lahan Pertanian

Memiliki banyak daerah rawa yang ganggur menjadi berkah tersendiri. Kalsel…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*