MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Sabtu, 05 Januari 2019 11:40
Satpol PP Selamatkan 132 Ribu Bibit Ikan
DIAMANKAN: Baskom berisi bibit ikan, diamankan dari pedagang di kawasan Pasar Karamat dan Pasar Modern Agrobisnis Barabai, kemarin. (Wahyu Ramadhan/Radar Banjarmasin)

PROKAL.CO, BARABAI - Ada pedagang yang bergegas menyembunyikan bibit ikan yang diperjualbelikan. Namun tak sedikit pedagang yang hanya bisa pasrah menerima kenyataan. Agar populasinya tak hilang, bibit ikan yang ditangkap harus segera dilepas liarkan.

Jumat (4/1) pagi. Tiga unit mobil truk operasional Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berisikan belasan personel dan satu unit mobil operasional Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan HST, menyambangi dua pasar yang berada di wilayah pusat Kabupaten HST.

Yakni, Pasar Karamat dan Pasar Modern Agrobisnis Barabai.

Ketika empat unit mobil berhenti, puluhan personel langsung berhamburan di dua pasar yang letaknya berdampingan tersebut. Mengecek dengan teliti, satu persatu para pedagang ikan.

Yang menjadi target operasi atau razia kali ini, adalah para pedagang yang kedapatan menyimpan atau memperjualbelikan bibit ikan.

Ketika disambangi, para pedagang ikan di dua kawasan pasar tersebut, sebagian tampak biasa-biasa saja. Seakan tak tahu menahu. Tapi, tidak bagi para pedagang ikan yang kerap berurusan, mereka tampak kaget.

Terlebih ketika mengetahui bahwa barang siapa yang memperjualbelikan bibit ikan, maka dagangannya tersebut harus disita.

Usai mengetahui maksud dan tujuan rombongan Dinas tersebut. Pedagang yang awalnya tampak biasa-biasa saja, mulai tampak panik.

Ada yang memilih menjauh pelan-pelan sambil tergopoh-gopoh menenteng baskom hitam ke luar pasar namun tetap terjaring, ada pula yang memilih berdiam diri sambil beradu argumen untuk mempertahankan dagangan, adapula yang menyembunyikan dagangan ke pedagang lain.

"Tak ada toleransi. Dengan terpaksa kami harus menyita baskom-baskom berisi bibit ikan milik pedagang, kemudian melepasliarkan di sungai," ujar Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten HST, Sunar Wiwarni.

Bibit ikan yang disita dari pedagang, cukup beragam. Seperti bibit ikan gabus, ikan betok, ikan sepat jenis siam serta jenis ikan lainnya. Ukurannya, mulai dari seukuran jempol, hingga lebih kecil dari itu.

Sunar Winarni menjelaskan, sebelum dilakukannya razia serta penyitaan terhadap dagangan, pihaknya sudah berulangkali melakukan penyuluhan kepada para pedagang. Bahwa, bibit ikan tak boleh diambil dari habitatnya.

"Kami tidak melarang masyarakat menangkap ikan. Asalkan, jangan menangkap anakan (bibit), karena berpotensi menurunkan produksi ikan besar," jelasnya.

Kemarin, razia yang dilakukan oleh jajaran Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan bersama personel Satpol PP Kabupaten HST, membuahkan hasil yang cukup memuaskan.

Dari tangan pedagang, diamankan sebanyak 33 baskom berisikan bibit ikan. Yang ketika dicoba dihitung secara keseluruhan melalui rumus-rumus ukuran baskom, banyaknya bibit ikan termasuk harga jual per wadah kecil, dibulatkan ada sebanyak 132.000 bibit ikan. Atau menghasilkan sebanyak satu ton ikan apabila dibesarkan.

"Sanksi yang dibebankan kepada para pedagang juga bertahap. Mulai dari berupa teguran sekaligus disita barang dagangannya, hingga hukuman penjara," tuntas Sunar Winarni.

Terkait hal tersebut, Kabid Perikanan Kabupaten HST, Adriani, menjelaskan bahwa sebenarnya sudah ada solusi yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten HST, melalui Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan kepada masyarakat.

Yakni dengan penyuluhan agar sebaiknya masyarakat mulai membudidayakan ikan.

"Yang ke depannya, bantuan akan diberikan. Mulai dari benih hasil dari budidaya ikan sebelumnya, pakan, hingga kolam untuk budidaya. Wacananya akan diberikan di beberapa tempat di Kabupaten HST. Yang bila kemudian berhasil, bisa menjadi ikon sebuah desa. Contoh, ada desa yang terkenal dengan budidaya Ikan Gabus, Ikan Batok dan lain-lain," ungkapnya seraya menambahkan bahwa sementara ini, yang masih dalam tahap percobaan yakni melakukan budidaya Ikan Gabus.

Persoalan menindak tegas para pedagang pedagang yang melakukan transaksi jual beli bibit ikan, memang kerap dilakukan. Meski begitu, alasan para pedagang juga patut dipertimbangkan.

Seperti halnya yang disampaikan oleh Hj Mimin, pedagang di kawasan Pasar Modern Agrobisinis Barabai. Ia menjelaskan bahwa penyuluhan yang dilakukan, kerap dipandang masih kurang maksimal.

"Contoh, ketika melakukan penyuluhannya tidak rutin. Hanya kadang-kadang saja. Kadang ada, kadang tidak ada. Jadi membuat pedagang yang tak tahu menahu tiba-tiba jadi ikut terjaring," ujarnya, seraya menyarankan bahwa sebaiknya para pihak berwenang bisa lebih rajin mengontrol pasar.

Tanggapan berbeda diungkapkan oleh Zubaidah, salah satu pedagang yang dagangannya ikut terjaring. Ibu yang memiliki dua anak ini, mengaku hanya bisa pasrah ketika dagangannya diangkut.

"Saya baru pertama kali ini jualan bibit ikan. Ke depan, saya tidak mau lagi. Mungkin, nanti berjualan ikan besar saja," tuntasnya, kemudian tersenyum.

Usai melakukan penyitaan, bibit-bibit ikan dilepas liarkan oleh jajaran Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan serta jajaran Satpol PP Kabupaten HST di dua kawasan aliran sungai kecil.

Yakni di kawasan Desa Ayuang dan Desa Bakapas. Ikan-ikan kecil itu berenang bebas dengan tenangnya. Padahal sebelumnya, bisa jadi kawanan ikan itu bakal jadi pepes yang dihidangkan para ibu rumah tangga. (war/by/bin)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*