MANAGED BY:
KAMIS
21 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Minggu, 06 Januari 2019 11:35
Bayar Seribu Senang, Nikmati Danau Caramin Banjarbaru
TITIAN DERMAGA: Dua orang pengunjung Danau Caramin berjalan menyusuri papan titian menuju dermaga penyeberangan transportasi sungai jenis perahu bermotor tradisional, kelotok.

PROKAL.CO, Banjarbaru punya beberapa destinasi wisata alam berupa Danau. Ada Danau Seran, Danau Galuh Cempaka dan juga Danau Caramin. Kali ini penulis menyempatkan waktu mengunjungi Danau Caramin. Berikut kisahnya.

 MUHAMMAD RIFANI, Banjarbaru

 Kalau mencari destinasi wisata yang keren dan ekonomis. Rasanya Danau Caramin di Banjarbaru bisa jadi rujukan. Biayanya cuman seribu rupiah untuk satu orang. Sudah dapat pemandangan yahud dan menenangkan.

Berjarak lima kilometer dari Jalan A Yani. Danau yang terletak di Ujung Ulin Kelurahan Guntung Manggis Kecamatan Landasan Ulin ini aksesnya cukup mudah. Jalanan sudah beraspal. Walau di dekat lokasi masih beralas tanah dan pasir.

Penulis berkunjung pada Sabtu (5/1) siang. Di gerbang pintu masuk ada pos jaga. Posnya sederhana. Maklum Danau ini sepenuhnya dikelola secara swadaya oleh warga sekitar.

"Biaya masuk per orang seribu rupiah. Untuk parkir kendaraan roda dua Rp3 ribu mas," sapa yang jaga pos.

Cukup kaget biaya masuknya hanya Rp1000. Sebab dibanding destinasi wisata lainnya, biasanya di atas nominal tersebut. Apalagi penulis berkunjung saat akhir pekan. Notabenenya hari favorit.

Tidak jauh dari pos jaga. Sebelah kiri jalan sudah tampak hamparan luas danau berwarna biru kehijau-hijauan. Kiri kanannya ditumbuhi pohon-pohon dan juga tanaman air. Beberapa pondok dan warung makan warga juga tampak berdiri.

Saat pertama menginjakkan kaki di Danau Caramin. Suasanya enak. Ada angin sepoi-sepoi. Lanskapnya juga bagus. Apalagi bagi mereka pencinta atau maniak fotografi. Danau bekas galian perusahaan pendulangan Intan ini jadi salah satu spot rujukan untuk dibabat.

Penulis coba menggali informasi soal danau ini. Beruntung, Ketua Pengelola Danau Caramin, Marliansyah berada di lokasi. Ia sedang menjaga loket untuk jasa penyeberangan transportasi danau. Yakni kelotok.

"Satu orangnya sepuluh ribu rupiah. Kita antar ke seberang dan di jemput. Bonusnya kita ajak mengelilingi danau," ajaknya.

Danau Caramin menyuguhkan beberapa fasilitas. Selain lanskap dan tempat-tempat instagramable untuk mengabadikan momen. Di sini juga ada wahana transportasi air.

Kalau tradisional dengan. Kelotok.Untuk yang lebih modern ada perahu Bebek-bebekan. Meskipun tidak semua perahunya bentuknya bebek. Tetapi warga kerap menyebutnya bebek-bebekan.

"Kalau bebek-bebekan Rp20 ribu. Di hari libur itu durasinya 30 menit, kalau hari biasa sepuasnya sampai capek. Soalnya hari libur harus bergantian sama yang lain (pengunjung)," ujarnya.

Saat penulis di lokasi. Pengunjung cukup banyak. Diperkirakan jumlahnya 50 orang. Baik yang menggunakan roda dua maupun mobil. Bahkan ada yang dari luar Banjarbaru.

Misalnya Rini, Warga Banjarmasin. Ia datang bersama anak dan keluarganya. "Baru pertama ke sini. Lihat dari Instagram. Tempatnya asyik dan pemandangan alamnya bagus, cuman mungkin fasilitasnya agak kurang dirawat saya lihat," ceritanya.

Menerjemahkan pernyataan salah satu pengunjung ini. Penulis coba mencari tahu soal bagaimana pengelolaan Danau Caramin ini.

Rupanya, dari pernyataan Marliasnyah. Danau Caramin sama sekali tidak disentuh oleh Pemerintah. Dalam artian bantuan atau perhatian terkait pengembangan maupun perawatannya.

"Kita mandiri di sini, ada enam RT yang mengelola. Ya patungan lah untuk bikin ini itu dan lainnya. Untuk hasilnya ya juga kita alokasikan merawat atau menunjang fasilitas yang ada. Apalagi tak setiap hari kan ramai," kisah Marliansyah.

Lewat koran ini, Marliansyah berharap ada perhatian dari pemerintah. Sebab menurutnya sangat disayangkan apabila Danau Caramin tidak dikelola dan dibiarkan redup. Pasalnya disebutnya masih cukup banyak orang yang berkunjung ke sini.

"Harapan kita cuman dua saja untuk sekarang agar diperhatikan. Yakni perbaikan di Dermaga penyeberangannya sama toilet. Sebab yang sekarang dermaganya hanya dari kayu Galam, takut tidak kuat setelah dua tahun digunakan," harapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Paman Awi. Penjual yang berjualan di area Danau Caramin ini berkeluh kesah bahwa menurutnya belum ada perhatian dari pemerintah.

"Kalau fasilitasnya memadai, saya pikir pengunjung akan semakin banyak datang. Yang pasti Danau Caramin layak untuk diperhatikan," ceritanya.

Usai wawancara dengan warga dan pengunjung. Penulis diberi kesempatan untuk mengeksplorasi Danau. Menggunakan kelotok lengkap dengan Life Vest (jaket pelampung). Penelusuran kurang lebih satu jam.

Selama di atas kelotok air. Warna biru kehijau-hijauan danau lebih puas dinikmati. Penyematan nama Caramin yang artinya Cermin pun makin tampak melihat kondisi air di danau.

Sebab jika air jernih, maka pantulan langit yang biru akan tampak sangat indah. Sebab itulah dinamai Danau Caramin lantaran sifat airnya yang seperti cermin. (ij/ram)


BACA JUGA

Kamis, 24 September 2015 23:03

Ada Presiden, Pengamanan Ketat, Antre Panjang, Ratusan Jemaah Tak Bisa Salat

<p><strong>LANTARAN</strong> dihadiri oleh orang nomor satu di Indonesia pengamanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*