MANAGED BY:
MINGGU
16 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Senin, 07 Januari 2019 10:41
Tren Mabuk Miras di Kalangan Remaja Semakin Meningkat
PERIKSA PARA REMAJA: Anggota Satpol PP Banjarbaru saat memeriksa sejumlah remaja yang sedang kumpul di taman. Serta, menunjukkan barang bukti botol alkohol yang mereka temukan. (FOTO: SATPOL PP BANJARBARU)

PROKAL.CO, BANJARBARU - Ini perlu jadi perhatian bagi para orang tua, agar lebih ketat mengawasi anaknya yang masih remaja. Satpol PP Banjarbaru merilis bahwa remaja pecandu minuman keras di Banjarbaru, dalam setahun belakangan ini mengalami peningkatan.

Itu dapat dilihat dari jumlah kasus yang ditemukan petugas saat melakukan kegiatan rutin penyisiran dan pemantauan Ruang Terbuka Hijau (RTH), selama 2018. Hampir tiap giat mereka mendapati remaja sedang mabuk di taman.

"Kalau tidak menemukan remaja sedang mabuk, minimal kami mendapatkan botol sisa minuman beralkohol setiap kali melakukan giat," kata Kepala Satpol PP Banjarbaru Marhain Rahman, melalui Anggota PPNS Yanto Hidayat.

Dia menyebut, temuan selama 2018 lebih banyak dibandingkan 2017. Itu yang membuat mereka menyimpulkan, remaja penyalahguna miras meningkat.

"Tahun ini hampir setiap giat kami temukan ada remaja sedang mabuk. Atau, hanya barang bukti botol sisa minuman beralkohol," ucapnya.

Para remaja sendiri kebanyakan terciduk mabuk di taman-taman. Seperti RTH Mawar, RTH Al Munawwarah, Taman Gembira dan taman di samping Kantor Dinas Pendidikan Banjarbaru.

"Rata-rata yang diminum para remaja ini alkohol dioplos dengan suplemen. Mungkin lantaran harganya murah," ungkap pria yang akrab disapa Yanto ini.

Ironisnya, para remaja yang pernah diamankan bukan hanya laki-laki. Tapi, ada juga perempuan. Mereka biasanya hanya diberikan pembinaan di tempat, kemudian diminta pulang setelah berjanji tidak mengulangi perbuatannya.

Untuk meminimalisir penyalahgunaan minuman berlakohol, Yanto menyampaikan bahwa pihaknya rutin melakukan penyisiran ke taman-taman. Jika ada remaja terlihat sedang kumpul, petugas langsung mendatanginya.

"Kami biasanya langsung melihat apa yang sedang mereka lakukan. Lalu, memeriksa KTP mereka. Kalau tidak ada yang mencurigakan, mereka langsung kami minta untuk pulang. Supaya tidak terjadi hal yang tak diinginkan," pungkasnya. (ris)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*