MANAGED BY:
RABU
17 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 08 Januari 2019 12:20
Dua Tahun Berjuang Tak Kembalikan Jabatan Lama
JANGAN ADA DENDAM: Mantan pejabat fungsional Cipta Waspada menyalami Sekda Said Akhmad usai pelantikan dirinya jadi staf ahli.

PROKAL.CO, Dua tahun menanti, energi dan finansial terkuras. Di hari pelantikan kemarin, beberapa mantan pejabat fungsional tak kuasa menyembunyikan kecewa. Mereka memang dilantik, tapi bukan ke posisi awal sebagai kepala dinas, melainkan jadi staf ahli.

KOTABARU - Nama Ibnu B Foen dipanggil, nama jabatan barunya disebut. Sebelumnya raut wajahnya sudah terlihat agak lesu. Posisi jabatannya sebelumnya Kepala Dinas Perkebunan diisi pejabat lain. Pupus harapannya.

Seperti diduga, protokol acara pelantikan menyebut jabatan baru Ibnu B Foen sebagai staf ahli. Ibnu berdiri, membusungkan dada, mengacungkan dua tangan ke atas. "Hidup!" teriaknya, disambut tawa.

Ada 9 orang pejabat fungsional yang dilantik, Senin (7/1) pagi kemarin di Gedung Paris Barantai. Mereka ternyata tidak dikembalikan ke jabatan semula, seperti yang mereka harapkan. Dari sembilan orang itu, enam orang menduduki jabatan Kepala SOPD, sisanya jadi staf ahli.

Yang menduduki Kepala SOPD, jabatanya bukan jabatan semula. Seperti Hairuddin, dulu Kepala Dinas Pertanian. 2017 dia difungsionalkan. Dan kemarin dilantik jadi Kepala Dinas Pemadam Kebakaran.

Yang jadi staf ahli selain Ibnu, ada Sugian Noor dan Cipta Waspada. Usai pelantikan, Ibnu terlihat sempat menepukkan SK pelantikan ke kursi. Seolah kurang puas.

Kepada wartawan, para pejabat staf ahli itu mengaku secara pribadi mereka tidak ada masalah. Walau katanya, masa dua tahun berjuang di jalur hukum hingga menang di tingkat kasasi, menjadi tidak berarti.

Mestinya kata Sugian, mereka dikembalikan ke posisi semula. Karena hukum sudah membatalkan pelantikan mereka menjadi fungsional pada awal 2017 silam.

Tambah lagi kata mereka, di SK tertulis jabatan mereka sebelumnya adalah pejabat ahli madya atau setingkat Eselon III. "Aturannya kan Eselon III naik ke Eselon II harus melalui prosedur lelang. Kami khawatir pelantikan kami nanti kembali bermasalah dalam kaca mata hukum," ujar Sugian.

Terlepas dari itu, mereka juga menyesalkan. Bukan Bupati Sayed Jafar yang melantik. Tapi diwakilkan oleh Sekda Said Akhmad. "Kami maunya bupati, biar kami juga bisa pelukan. Supaya publik lihat, pribadi kami gak ada masalah. Tapi profesional saja," tambah Sugian.

Usai pelantikan, Sugian Cs memang berpelukan dengan Said Akhmad. Mereka cipika-cipiki. Momen itu terlihat mengharukan. Pasalnya, dua tahun para pejabat fungsional menanti. Pada tahun 2017 mereka menempuh upaya hukum, menggugat SK Bupati. Menang di pengadilan, pemerintah banding, menang lagi. Sampai final di MA pada awal 2018 silam.

Ibnu juga mengingatkan, selain jabatan, putusan hukum juga berdampak pada status mereka. Artinya, selam dua tahun difungsionalkan mereka tidak mendapatkan hak sebagai pejabat Eselon II. Tapi hanya menerima hak sebagai Eselon III.

Diminta tanggapannya, Sekda Said Akhmad menekankan. Terpenting ke depan, semua bekerja sama dengan maksimal. Lupakan yang sudah terjadi.

Bupati tidak hadir kata Sekda karena kelelahan, habis dari mengujungi warga di pelosok. Sementara terkait posisi jabatan menurutnya sudah prosedural. "Kan sudah dikembalikan semua statusnya sebagai pejabat Eselon II," ujarnya.

Lebih detil Kabag Hukum, Annur, menjelaskan. Menurutnya para ASN mantan pejabat fungsional sudah tidak punya kekuatan melakukan upaya lainnya terkait pelantikan hari itu. Para ASN itu katanya sudah membuat pernyataan di atas materai, tidak akan menuntut apa pun sesudahnya.

Pernyataan itu kata dia dibuat tidak lama setelah tiba pemberitahuan MA bahwa kasasi yang diajukan tim kuasa hukum pemerintah daerah melawan ASN fungsional ditolak. Pernyataan itu sebutnya, dibuat dalam proses damai antara para ASN dan Bupati.

Bukan hanya soal ASN. Juga mengejutkan publik adalah Johan Ariffin. Sebelumnya, dia menjabat Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air.

Melalui proses lelang jabatan. Di bawah kepemimpinan Johan, kinerja Bina Marga meningkat. Tahun 2018 secara umum kinerjanya mencapai 97 persen, untuk serapan anggaran. Capaian itu disebut-sebut pertama terjadi di Kotabaru.

Tapi Johan dimutasi. Jadi pejabat administrator sebagai Inspektur Pembantu Wilayah III Inspektorat Kotabaru.

Mengapa bisa terjadi? Sekda Said Akhmad mengatakan. Johan sendiri yang meminta mundur dari instansinya. Sayang, saat wartawan mencoba meminta tanggapan Johan, yang bersangkutan tidak ada di kantornya.

Selain Johan, di Bina Marga yang juga dimutasi adalah Sekretaris Suprapti Tri Astuti. Wanita ini dipindah jadi Sekretaris Dispora Kotabaru. Salah seorang pejabat di Bina Marga mengatakan, mereka bagai ayam kehilangan induk. (zal/ay/ran)


BACA JUGA

Rabu, 17 Juli 2019 10:16

Golkar Kalsel Pilih Airlangga

BANJARMASIN – Kepastian waktu pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar…

Rabu, 17 Juli 2019 10:04

SMA PGRI 7 Cuma Kebagian 11 Siswa, Kepala Sekolah: Sejak Saya Mengajar, Ini Tahun Terburuk

BANJARMASIN - Imbas kebijakan aturan pusat tentang Penerimaan Peserta Didik…

Rabu, 17 Juli 2019 09:58

Dokter Penyakit Dalam dan Mantan Sekda Isyaratkan Berpasangan Maju Pilkada Banjarbaru

Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Banjarbaru mungkin pilkada yang paling dinamis.…

Rabu, 17 Juli 2019 09:28
Bupati Hadiri Haul Habib Mancung

Habib Mancung Asal Solo yang Minta Ketika Meninggal Dimakamkan di Desa Pacakan

BATULICIN - Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor menghadiri Haul…

Rabu, 17 Juli 2019 09:24
Pemkab Tanah Bumbu

Pererat Kemanunggalan TNI dengan Rakyat

BATULICIN - Wabup Tanbu H Ready Kambo menghadiri kegiatan Bakti…

Rabu, 17 Juli 2019 09:20
Pemkab Tanah Bumbu

Sekda Serahkan Piagam Lomba Bercerita

BATULICIN - Sekdakab Tanbu H Rooswandi Salem menyerahkan piagam pemenang…

Rabu, 17 Juli 2019 09:18
Pemko Banjarbaru

Wawali Lepas Pawai Taaruf MTQ Kota Banjarbaru

BANJARBARU - Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan didampingi…

Rabu, 17 Juli 2019 09:13

Ibnu Tolak Upaya Melegalkan Minuman Beralkohol

BANJARMASIN - Rencana revisi Peraturan Daerah No 17 Tahun 2017…

Rabu, 17 Juli 2019 09:08

Kantor Go-Jek dan Grab Diserbu, DPRD Janji Panggil Aplikator

BANJARMASIN - Kaum sopir taksi online sudah habis kesabaran. Diperlakukan…

Rabu, 17 Juli 2019 09:03

Zairullah Ingin Jadi Calon Bupati Tanbu, PDIP Kalsel: Lebih Baik Fokus di DPR RI Saja, Perjuangkan Agar Dana Pusat Bisa Turun

BATULICIN - Pilkada 2020 mulai memunculkan nama-nama besar. Salah satunya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*