MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 09 Januari 2019 10:14
Sepuluh Investor Akan Bersaing Dalam Proyek Pembangunan JPO
Foto ilustrasi

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Lelang investasi untuk pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) telah ditutup pemko. Kabarnya, sudah ada sepuluh pengusaha yang berminat.

"Ada sepuluh yang berminat. Saya ingin lelang ini kompetitif. Silakan mereka bersaing. Mana yang penawarannya paling bagus, itulah yang bakal digandeng pemko," kata Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, kemarin (8/1).

Dari kajian Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Banjarmasin, empat ruas jalan di Banjarmasin membutuhkan JPO. Tiga titik berada di Jalan Ahmad Yani.

Yakni di depan kampus UIN (Universitas Islam Negeri) Antasari, di depan Duta Mall, dan dekat batas kota di kilometer enam.

Satu titik lagi berada di Jalan Hasan Basry. Tepatnya di depan kampus ULM (Universitas Lambung Mangkurat). Dengan dalih mengirit APBD, pembangunan JPO itu dilelang secara terbuka kepada para pengusaha periklanan.

Satu JPO ditaksir memerlukan anggaran sekitar Rp2 miliar. Timbal baliknya, investor menerima pemasukan dari baliho bando yang terpasang di badan JPO. Mengingat lokasinya yang strategis, Ibnu yakin, kompensasi itu sangat cukup.

"Namanya saja lelang investasi. Tapi sebenarnya lebih mirip sayembara. Makanya tidak terdaftar di LPSE (Lembaga Pengadaan Secara Elektronik)," jelasnya.

Beredar kabar, lelang ini hanya formalitas belaka. Karena pemko sebenarnya sudah mengantongi nama-nama investor tertentu. Dugaan itu dibantah Ibnu dengan sengit.

"Lho, ini sangat fair. Siapa yang paling menguntungkan pemko, itulah yang ditunjuk," tegasnya.

Ibnu mengaku bahkan sempat berniat menurunkan nilai lelang. "Buat berjaga-jaga saja, kalau-kalau ternyata tak ada yang tertarik menanamkan modalnya. Ternyata kan dugaan saya meleset," pungkasnya.

Diwartakan sebelumnya, Ibnu menuntut agar pemenang lelang melengkapi JPO tersebut dengan lift. Tujuannya, agar JPO itu juga bisa digunakan oleh penyandang disabilitas.

Sementara rencana JPO untuk Jalan Pangeran Samudera dekat Pasar Sudimampir Raya belakangan dicoret. Alasannya, kawasan itu dinilai kurang layak untuk pembangunan JPO. (fud/at/nur)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 08:17

Satpol PP Amankan Belasan Manusia Gerobak

BANJARBARU - Mulai marak mangkal di beberapa jalan utama dan…

Sabtu, 19 Januari 2019 08:09

Belasan Perda Pajak dan Retribusi Cacat Hukum

BANJARBARU – Belasan Perda yang digunakan oleh Pemko Banjarbaru untuk…

Sabtu, 19 Januari 2019 08:06

Lensa Foto Pemkab Tanah Laut Pekan ke-3 Januari 2019

ADIPURA: Bupati Tanah Laut Sukamta menerima Piala Adipura dari Wakil…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:20

BSF 3 Gandeng Perajin Sasirangan Sungai Jingah

BANJARMASIN - Rangkaian persiapan Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) 3 terus…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:14

PUPR Kalsel Tuntut Pemko Banjarmasin Lebih Serius

BANJARMASIN – Dinas PUPR Kalsel mengharapkan, pembebasan kawasan Sungai Lulut…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:08

Pengusaha THM Keluhkan Penerapan Pajak Pemko

BANJARMASIN – Pajak hiburan malam yang ditetapkan Pemko Banjarmasin dikeluhan…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:02

Walikota dan Wawali Sepakat Menaikan Tunjangan Pasukan Kuning

Piala Adipura yang diraih Banjarmasin membawa berkah bagi petugas kebersihan…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:52

KPUD Tanbu Bentuk Relawan Demokrasi

BATULICIN - Untuk menyukseskan Pemilu serentak yang akan diselenggarakan bulan…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:48

Tingkatkan Produksi Ikan Melalui Pokdakan

BATULICIN - Kabupaten Tanah Bumbu terus melakukan pembinaan terhadap kelompok…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:43

Wahh, Tanbu Punya Motif Sasirangan Sendiri

BATULICIN - Kain Sasirangan merupakan kain khas Provinsi Kalimantan Selatan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*